image
Login / Sign Up

Industri Jasa Keuangan Semringah Ada Kebijakan Relaksasi Kredit OJK

Denny Iswanto

Wabah Corona

Image

Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). Menjelang peralihan Sistem Informasi Debitur (SID) atau yang dikenal sebagai BI Checking dari Bank Indonesia ke OJK pada tahun 2018, Bank Indonesia bersama OJK terus melakukan pengembangan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang akan menggantikan SID, agar dapat secara optimal mendukung kebutuhan industri yang semakin kompleks serta mendukung tugas OJK, BI maupun tugas lembaga terkait lainnya dengan optimal. | ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/17

AKURAT.CO Industri jasa keuangan menyambut positif kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kelonggaran atau Relaksasi Kredit/ Pembiayaan bagi debitur termasuk UMKM dengan nilai di bawah Rp10 miliar. Ini baik Kredit Bank maupun perusahaan Pembiayaan yang usaha atau pekerjaannya terdampak pelemahan ekonomi akbat penyebaran virus Corona.

Relaksasi tersebut bisa berupa penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas Kredit/Pembiayaan dan konversi Kredit/Pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara yang berlaku sampai dengan maksimal satu tahun.

Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan, kebijakan stimulus dari OJK sangat bagus karena amat berguna untuk meringankan beban Bank dan perusahaan Pembiayaan sebagai kreditur maupun untuk pengusaha ataupun masyarakat lain sebagai debitur di masa sulit seperti sekarang.

baca juga:

"Prinsipnya begini, suka cita dinikmati bersama, duka cita pun dirasakan bersama. Tentu kans Bank meraup profit yang optimal juga terkendala karena debitur sedang mengalami gangguan usaha terkait pandemi covid-19 dan akibatnya secara eksponensial, varian maupun derivatif atau turunannya dari first round effect hingga mungkin sampai third round effects," ujar Kiryanto kepada Wartawan di Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Melalui Relaksasi ini, harapannya sektor jasa keuangan dan dunia usaha mampu bertahan sambil menunggu tuntasnya tugas pemerintah menghalau wabah covid-19 secepatnya.

"Harapan akhirnya perekonomian tidak jatuh lebih dalam karena bisa ditopang oleh sektor perbankan dan sektor riil," tandasnya.

Senada dengan Kiryanto, Ekonom PermataBank Josua Pardede menuturkan, kebijakan restrukturisasi Kredit ini sangat bermanfaat bagi perbankan khususnya dalam menekan NPL.

"Dengan demikian, potensi kenaikan NPL perbankan yang tajam diperkirakan akan menurun dengan adanya restrukturisasi tersebut," ucap Josua.

Di sisi lain, dengan adanya keringanan penilaian kualitas aset, diharapkan sektor lainnya yang tidak terdampak secara signifikan oleh Covid-19 dapat terinsentif untuk mengambil Kredit. Hal ini kemudian akan berdampak pada terjaganya pertumbuhan Kredit dan akan menimbulkan multiplier effect bagi perekonomian.

"Dengan berbagai stimulus kebijakan pemerintah, OJK dan Bank Indonesia tersebut diperkirakan akan membatasi perlambatan pertumbuhan Kredit sedemikian sehingga risiko Kredit tetap terjaga di level yang manageable meskipun trennya meningkat," katanya.

Selain itu, lanjut dia, dengan berbagai stimulus ekonomi tersebut juga diperkirakan akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi sehingga permintaan Kredit diperkirkan akan cenderung membaik pada tahun depan sehingga tren NPL diharapkan tidak akan meningkat tajam.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyatakan, kebijakan ini positif sehingga pihaknya siap membantu merealisasikannya.

"Apa yang disampaikan pemerintah dan OJK itu positif, benar kita harus bantu, tapi mari kita artikan bahwa yang disampaikan oleh pemerintah dan OJK adalah menolong semua debitur yang kena dampak dari corona dan pendapatannya turun," kata Suwandi.

Namun, lanjut dia, bagi yang pendapatannya masih ada atau masih punya tabungan tolong dibayar agar pelaku usaha dan debitur bisa bersama-sama membantu situasi ini. Untuk itu, Suwandi berharap debitur jujur dengan kondisi yang dihadapinya. Pasalnya, program ini hanya berlaku buat mereka para pelaku UMKM dan pekerja informal yang pendapatannya menurun akibat dampak virus Corona.

"Jadi ayo mari kita jujur, karena kenapa? Jujur itu penting, kalau mmang yang benar-benar kena dampak (corona), penurunan pendapatannya dan cicilannya sulit dibayar kita tolong, tapi kalau yang masih mampu bayar dong. Jangan memakai kesempatan ini seolah-olah ini dijadikan program untuk semuanya, tidak," tegas Suwandi.

Sebagai informasi, dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical mengatur bahwa debitur yang mendapatkan perlakuan khusus dalam POJK ini adalah debitur (termasuk debitur UMKM) yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pada Bank. Ini karena debitur atau usaha debitur terdampak penyebaran COVID-19 baik secara langsung ataupun tidak langsung pada sektor ekonomi antara lain pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan.

Dalam POJK ini jelas diatur bahwa pada prinsipnya Bank dapat melakukan restrukturisasi untuk seluruh Kredit/Pembiayaan kepada seluruh debitur, termasuk debitur UMKM, sepanjang debitur-debitur tersebut teridentifikasi terdampak COVID-19. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

BI Bantah Dana Haji Digunakan untuk Perkuat Rupiah

Image

Ekonomi

Pembelian SBN oleh BI di Pasar Perdana Semakin Rendah

Image

Ekonomi

BI: Pekan Ini, Aliran Modal Asing Masuk Lewat SBN Capai Rp7 Triliun

Image

News

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Gotong Royong Kabupaten Subang

Image

Ekonomi

Pengaruh PSBB, BI Ramal Inflasi Minggu Pertama Juni 0,04 Persen

Image

Ekonomi

Ekonom Sebut Penerbitan Diaspora Bond Ide Baik Optimalkan Sumber Pembiayaan

Image

Ekonomi

Bos BI Yakin Rupiah Berpotensi Terus Menguat, Ini Alasannya!

Image

Ekonomi

Intip Nih Tips Ringankan Cicilan Kartu Kredit di Tengah New Normal

Image

Ekonomi

Wabah Corona

BPR Intidana Sukses Makmur Optimis Bertahan di Masa Pandemi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

BI Bantah Dana Haji Digunakan untuk Perkuat Rupiah

Gubernur BI Perry Warjiyo menampik soal dana haji sebesar US$600 juta yang dikelola BPKH digunakan untuk memperkuat nilai tukar Rupiah.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pembangunan Kilang Tetap Berjalan, Pertamina: Biar Tak Tergantung Impor BBM

Pembangunan kilang Pertamina yang dikenal dengan megaproyek RDMP dan GRR merupakan proyek strategis yang memberikan manfaat besar.

Image
Ekonomi

Pembelian SBN oleh BI di Pasar Perdana Semakin Rendah

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pembelian surat berharga negara (SBN) oleh bank sentral ini pada lelang di pasar perdana semakin menurun.

Image
Ekonomi

WNA Bekerja di RI Minimal 6 Bulan Wajib Jadi Peserta Tapera

Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Indonesia minimal enam bulan wajib menjadi peserta Tapera.

Image
Ekonomi

Dana FLPP Rp40 Triliun Akan Dialihkan ke BP Tapera

Dana outstanding FLPP sebesar Rp40 triliun akan dipindahkan ke Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Image
Ekonomi

Bos Garuda: 90 Persen Pemegang Sukuk Setujui Penundaan Bayar Utang

Garuda Indonesia memiliki utang global sukuk sebesar USD500 juta yang jatuh tempo pada Rabu, 3 Juni 2020.

Image
Ekonomi

BI: Pekan Ini, Aliran Modal Asing Masuk Lewat SBN Capai Rp7 Triliun

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, aliran modal asing yang masuk semakin membaik.

Image
Ekonomi

Manfaat Tapera Hanya untuk Kepemilikan Rumah Pertama, Bagaimana yang Sudah Punya?

Penerima manfaat Tapera adalah bagi mereka yang belum memiliki rumah pertama.

Image
Ekonomi

Legislator Ini Soroti Dana Dukungan Sektor Riil di Program PEN

Anggota Komisi XI DPR dari partai Gerindra, Kamrussamad menyoroti soal dana dukungan pemerintah terhadap sektor riil.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Dunia Usaha Butuh Stimulus Modal Kerja Akibat Pandemi COVID-19

Stimulus perlu diberikan untuk semua sektor usaha, tidak hanya industri manufaktur.

terpopuler

  1. Dari India hingga Mesir, Ini 5 Negara Paling Rasis di Dunia

  2. Diminta Senyum oleh Donald Trump saat Berfoto, Reaksi 'Enggan' Ibu Negara AS jadi Sorotan

  3. Sebut Ada Pihak yang Diam-diam Ingin Kudeta Jokowi, Fadli Zon ke Boni Hargens: Cuci Muka Dulu

  4. 3 Zodiak Ini Diramal Hoki Banget di Bulan Juni, Siapa Saja?

  5. Bukan Disebabkan Corona, Pengacara Sebut George Floyd Tewas karena 'Pandemi Rasisme'

  6. 5 Gaya Welber 'Neymar dari Indonesia' Diwawancara Reporter Cantik Ini Bikin Gereget, PD dan Tak Canggung

  7. Viral, Driver Ojol Kena Suspend Gara-gara Kembalian Kurang Rp200, Warganet: Dikira Tahun 90-an

  8. Kamu si Pemilik 4 Zodiak Ini Wajib Berhati-hati Jaga Keuangan Ya Selama Pandemi

  9. Bikin Haru, Kisah Gadis Tuli Dibantu Satpam saat Mengambil Tabungan di Bank

  10. Hendak Bubarkan Demonstran, Viral Polisi AS Malah Dihujani 'Tembakan' oleh Puluhan Warga

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah