image
Login / Sign Up

APDHI Minta Pemerintah Pidanakan atau Denda Rp50 Miliar Penimbun APD dan Antiseptik

Andi Syafriadi

Wabah Corona

Image

Full Cover Suit terlihat dipajang di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2020). Sidak kali ini untuk menyikapi lonjakan harga dan kelangkaan masker di pasaran terkait virus Corona. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menemukan beberapa masker yang dijual tidak berstandar SNI. Masker yang diperjualbelikan seharusnya memiliki standar SNI. Hal itu penting karena masker yang tidak SNI itu tidak memiliki lapisan antivirus. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO Ketua Departemen Maritim dan Perdagangan Asosiasi Profesor Doktor Hukum Indonesia (APDHI) Achmad Ridwan Tentowi meminta agar Alat Pelindung Diri (APD) dan antiseptik dimasukkan ke dalam peraturan barang penting.

Hal ini guna melindungi kelangkaan barang-barabg tersebut yang saat ini sangat dibutuhkan oleh para medis dalam hal penanganan para penderita Virus Covid-19 yang makin hari terus bertambah jumlahnya.

"Dengan baru diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan mengenai larangan ekspor APD, masker, alkohol, sudah seharusnya Menteri Perdagangan berkordinasi dengan Menteri/Kepala Lembaga Terkait agar mengusulkan APD serta Antiseptik menjadi Barang Penting," ujar Ridwan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (29/3/2020).

baca juga:

Oleh karenanya, APDHI mengusulkan adanya perubahan Peraturan Presiden Perpres Nomor 71 tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting dan memasukan APD ke dalam peraturan tersebut.

Sebab dalam Perpres No 71/2015 tersebut APD dan Antiseptik belum termasuk dalam Barang Penting.

Bila APD masuk ke dalam Perpres, menurut Ridwan, jika terjadi penimbunan APD dan antiseptik dalam jumlah tertentu dan dalam situasi tertentu sesuai pasal 29 UU No 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, maka Penimbun bisa diberikan sanksi pidana sesuai pasal 107 dari UU No 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.

Sanksinya yakni pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas Perdagangan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000.

Dikhawatirkan tanpa adanya sanksi sesuai UU No 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan tanpa adanya perubahan dalam Perpres 71 tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, maka APD serta antiseptik masih berpeluang ditimbun oleh spekulan sehingga terjadi kelangkaan untuk pihak yang membutuhkannya terutama tim medis yang menanggulangi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Selain itu, APDHI mendesak aparat kepolisian melakukan razia terhadap adanya dugaan penimbunan APD, masker serta antiseptic lainnya sehingga barang-barang tersebut sulit didapat di pasaran, kalaupun ada harganya sangat tidak wajar.

“Kami mendukung langkah Polri beberapa waktu lalu merazia Penimbun masker. APDHI berharap razia ini terus dilakukan tidak hanya masker, tapi Penimbun Alat Pelindung Diri dan antisetik yang barang sudah susah ditemui di pasaran,” ujar Ridwan. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Penambahan Kasus Positif COVID-19 Capai Rekor Terbanyak Hari Ini, Jawa Timur Paling Tinggi

Image

News

KPK Terima 118 Aduan Masyarakat Terkait Penyaluran Bansos Covid-19

Image

News

New Normal dan Tantangan Baru Bagi Musisi

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pengusaha Makanan dan Minuman Dukung Pelonggaran PSBB Bertahap

Image

News

Wabah Corona

Masa Transisi PSBB, TNI-Polri Petakan 122 Titik Keramaian di Jakarta Barat

Image

News

Wabah Corona

Wali Kota Jakbar: 15 RW yang Masih Zona Merah Covid-19 Akan Dipantau Ketat

Image

News

Wabah Corona

Wali Kota Jaksel: Sebenarnya Salat Jumat Belum Boleh 

Image

News

Wabah Corona

Tiga Pilar Jakarta Barat Resmikan 56 Kampung Bebas Covid-19

Image

News

Wabah Corona

Eks Ketua DPR RI Curhat Soal Mahalnya Pembuatan SIKM Jakarta

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pengusaha Makanan dan Minuman Dukung Pelonggaran PSBB Bertahap

GAPMMI mendukung pelonggaran PSBB bertahap oleh pemerintah dalam rangka menggulirkan kembali roda perekonomian Indonesia.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Mentan Siapkan Langkah Strategis Jaga Pasokan Pangan

Kementan terus berupaya menjaga pasokan pangan dalam masa pandemi COVID-19 dan mengantisipasi ancaman krisis pangan dunia.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menko Airlangga: Pasar Merespon Pemerintah Tangani COVID-19

Pemerintah menyatakan bahwa pasar merespons positif terhadap upaya penanganan virus Corona (Covid-19) yang prudent dan berbasis data.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kementerian PUPR Dukung Kemantapan Infrastruktur Jalan untuk Jaga Kelancaran Logistik

Kementerian PUPR terus berupaya mendukung penanganan pandemi COVID-19, salah satunya dengan meningkatkan kelancaran distribusi logistik.

Image
Ekonomi

Bahlil Cs Kawal Investasi Komplek Industri Petrokimia Balongan

BKPM kawal investasi pengembangan Kompleks Industri Petrokimia Terintegrasi di Balongan, Jabar yang mencapai USD8 miliar.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Ada 3 Skenario Bantuan Dana Pemerintah ke BUMN, Apa Saja?

Jubir Erick : ada tiga skenario bantuan dana dari pemerintah ke sejumlah BUMN terdampak COVID-19.

Image
Ekonomi

Pegawai BUMN dan TNI/Polri Bisa Ikut Tapera Mulai 2022

BP Tapera bakal perluas kepesertaan pada pegawai BUMN, BUMD, BUMDes, serta aparat TNI/Polri pada periode 2022 dan 2023.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

CORE: Bantuan Dana ke BUMN Sebagai Upaya Selamatkan Perekonomian

CORE nilai bantuan dana ke sejumlah BUMN sebagai upaya menyelamatkan perekonomian nasional.

Image
Ekonomi

Destiawan Soewardjono Jadi Dirut dan Fadjroel Rachman Jadi Komisaris Waskita

Erick rombak jajaran komisaris dan direksi PT Waskita Karya, salah satunya dengan menunjuk Destiawan Soewardjono sebagai direktur utama.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Sambut New Normal, BI Akan Bertahap Kurangi Karyawan

BI secara bertahap berencana menurunkan persentase karyawan yang bekerja dari rumah (WFH) menyambut penerapan pola normal baru.

terpopuler

  1. Motif Pembunuhan PSK di Sleman Terkuak, Pelaku Sakit Hati dengan Korban

  2. Setara Institute: Aplikasi Injil Berbahasa Minangkabau Tak Langgar Hukum dan Konstitusi

  3. Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Lukman Hakim: Terjemahkan Kitab Suci ke Bahasa Daerah Itu Tak Hanya Boleh, Bahkan Amat Disarankan

  4. Dianggap Bawa Hoki, Perampok Indomaret Taman Sari Selalu Bawa Keris dan Jaket Hitam saat Beraksi

  5. Kembali Laporkan Raja Sapta, Korban Investasi Minta Jokowi Turun Tangan

  6. Ini Peranan Para Perampok Indomaret di Tamansari, Jakarta Barat

  7. Marzuki Alie Ingatkan Partai-partai Soal BBM: Jangan Anda Diam, Rakyat Sudah Capek Teriak, Pemerintah Bergeming, dan Anda Diam

  8. Dewi Soekarno Pesta Ultah Ke-80, Warganet: Gokil Masih Bisa Joget Gitu

  9. Ternyata Ada Jenis Darah yang Halal untuk Dimakan, Apakah Itu?

  10. Telanjang Dada saat Rapat Online, 5 Fakta Menarik Senator Meksiko Martha Lucia Micher

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Menikmati Kebahagiaan di Masa Pandemi

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah