Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Dolar AS Tertekan, Emas Kembali Terang

Prabawati Sriningrum

Dolar AS Tertekan, Emas Kembali Terang

Petugas menunjukan logam mulia emas batangan, di gerai Butik Emas Aneka Tambang (Antam), di Jakarta, Jumat (28/6/2019). Setelah sempat turun dalam dua hari terakhir, hari ini Jumat (28/6) mengalami kenaikan Rp4.000 dengan harga jual Rp711.000 per gram. Meskipun harga emas semakin melejit, tidak menyurutkan warga untuk berinvestasi emas. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange rebound pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah sehari sebelumnya terkoreksi karena aksi ambil untung ketika para analis percaya logam mulia sudah mengalami overbought.

Harga emas melonjak setelah rekor kenaikan klaim pengangguran di Amerika Serikat menekan dolar dan mendorong ekspektasi stimulus lebih lanjut untuk meredam kerusakan ekonomi global akibat pandemi Virus Corona, seperti diberitakan Antara.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik 17,8 dolar AS atau 1,09 persen, menjadi ditutup pada 1.651,2 dolar AS per ounce.

Emas berjangka jatuh 27,4 dolar AS atau 1,65 persen menjadi 1.633,4 dolar AS per ounce pada Rabu (25/3/2020), sehari setelah membukukan kenaikan satu hari terbesar sejak 2009.

“Lebih banyak negara diharapkan akan merilis semacam paket stimulus yang merupakan peristiwa besar bagi emas. Selain itu, klaim pengangguran melonjak. Itu memberi tahu para investor bahwa QE (pelonggaran kuantitatif) akan memiliki umur yang lebih panjang," kata Kepala Pedagang US Global Investors,  Michael Matousek seperti dikutip oleh Reuters.

Bank-bank sentral telah beralih ke pelonggaran kuantitatif, atau pembelian besar-besaran obligasi pemerintah dan aset keuangan lainnya untuk memompa uang ke dalam perekonomian.

Data menunjukkan rekor tertinggi lebih dari 3 juta orang Amerika mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran pekan lalu ketika langkah ketat untuk menahan pandemi memukul aktivitas ekonomi.

Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan klaim pengangguran mingguan yang mencapai 3.283.000, merupakan rekor tertinggi dan lebih buruk dari perkiraan karena dunia usaha memecat banyak pekerja akibat penutupan pandemi Virus Corona.

"Ini indikasi bahwa segala sesuatu melambat secara dramatis. Data buruk yang bisa Anda dapatkan saat ini, pasar harus merespons dengan baik, karena itu memberikan lebih banyak amunisi bagi The Fed untuk terus memberikan stimulus," tambah Matousek.

baca juga:

Dolar jatuh ke level terendah satu minggu terhadap rivalnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 1,61 poin, atau 1,59 persen menjadi 99,44 pada pukul 17.50 GMT.

Namun demikian, kenaikan harga emas dibatasi oleh kenaikan ekuitas AS, dengan indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 923,94 poin atau 4,36 persen menjadi 22.124,49 poin pada pukul 18.00 GMT.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 19,7 sen atau 1,32 persen, menjadi ditutup pada 14,676 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 8,4 dolar AS atau 1,13 persen, menjadi menetap di 737,1 dolar AS per ounce.[]

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Media Asing Soroti Ekspor Seafood dari Indonesia yang Terkontaminasi Virus Corona

Image

News

Wabah Corona

Perparah Pandemi COVID-19, Seoul Tuntut Gereja Sarang Jeil Bayar Rp58,3 Miliar

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Tak Perlu Lapisi Tisu dan Oles Minyak Esensial Saat Pakai Masker

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

LV Shield by Louis Vuitton, Pelindung Wajah Seharga Rp14,5 Juta

Image

Ekonomi

Ilmuwan China Klaim COVID-19 Buatan Manusia, Fadli Zon: Menarik untuk Dikaji Mendalam

Image

News

PKL Malioboro Terkonfirmasi COVID-19 Terakhir adalah Penjual Aksesori di Zona 3

Image

Ekonomi

Rustam Ibrahim: Masuk Musim Hujan, RI Harus Waspada Penyebaran COVID-19

Image

Ekonomi

Alibaba dan Sinovac Sepakat Kerja Sama Strategis Vaksin Virus Corona

Image

News

Wabah Corona

Badan Internasional Soroti Warga Indonesia yang Cenderung Salahkan WNA atas Pandemi Corona

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Duh, 4 Zodiak Ini Paling Boros di Bulan September!

Karakter seseorang bisa diketahui dari zodiak, termasuk mencari tahu zodiak yang paling boros di bulan September

Image
Ekonomi

Jadi 'Monster' Bagi Industri Properti, DPR Didesak Revisi UU Kepailitan

Pemerintah dan DPR RI didesak revisi UU Kepailitan dan PKPU lantaran mampu melindungi industri properti termasuk konsumen dan developer

Image
Ekonomi

KSPN Danau Toba Ditata sebagai Destinasi Wisata Unggulan

Kementerian PUPR terus melakukan pembangunan infrastruktur pada KSPN Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan.

Image
Ekonomi

Waskita Karya Klaim RS COVID-19 di Pulau Galang Aman Dari Puting Beliung

Waskita Karya memastikan RS COVID- 19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau aman dari terjangan angin puting beliung

Image
Ekonomi

Menilik Aksi Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Fasilitas Kesehatan Penanganan COVID-19

Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah melakukan peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan baik tempat tidur ICU maupun ruang isolasi

Image
Ekonomi

Viral Curhatan Soal Bayaran Orang Asia Lebih Rendah dari Bule, Warganet: Banyak yang Cuma Modal Google

Dalam utas, disebutkan rate jasa USD 80 (Rp1,1 juta) untuk orang luar negeri terutama Eropa dan AS dan USD 25 (Rp360 ribu) untuk orang Asia.

Image
Ekonomi

Menperin Optimis Industri Mamin Tumbuh Positif Hingga Akhir 2020

Menperin Agus Gumiwang optimis industri mamin bakal mengalami pertumbuhan positif hingga akhir 2020 dengan angka tidak lebih dari tiga p

Image
Ekonomi

Percepat Realisasi PEN, Begini Upaya Pemerintah Gencarkan Koordinasi

Jokowi mengatakan percepatan realisasi program PEN kepada masyarakat akibat dampak yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi

Pemerintah Siapkan Perpres Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19

Pemerintah menyiapkan berbagai regulasi untuk pengadaan beserta pelaksanaan vaksinasi COVID-19 melalui Peraturan Presiden (Perpres)

Image
Ekonomi

Bea Cukai Bandara Soetta Gagalkan 177 Kasus Penyelundupan Narkotika Selama Pandemi

Kantor Bea dan Cukai Bandara Soetta menggagalkan 177 kasus penyelundupan narkotika yang dilakukan penumpang perjalanan udara.

terpopuler

  1. WHO Prediksi Kehidupan Kembali Normal seperti Sebelum COVID-19 di Tahun 2022

  2. Tak Kaget Dengar Giring 'Nyapres', Helmy Yahya: Masa Capres Harus Orang Tua Semua

  3. Beli Celana Dalam Dinar Candy Rp50 Juta, Bobby Stuntrider Langsung Pamer

  4. Beda Kota Beda Penyebutannya, Ini Lho Nama Lain Odading dari Berbagai Daerah

  5. Khotbah Tentang Yahudi, Imam Masjidil Haram Mekkah Tuai Kontroversi

  6. Pernah Putus karena Beda Agama, Deretan Cowok yang Sempat Dekat dengan Febby Rastanty

  7. Ilmuwan China Klaim COVID-19 Buatan Manusia, Fadli Zon: Menarik untuk Dikaji Mendalam

  8. Minta Anggaran Rp115,4 Miliar Buat Beli Tanaman Saat Corona, Pemprov DKI: Ini Urgent!

  9. Jadi Lokasi Mutilasi Rinaldi, Aparteman Pasar Baru Mansion Sewakan Kamar Lewat Aplikasi RedDoorz

  10. Perkantoran di DKI Ramai-ramai Langgar PSBB Anies Baswedan

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Berdaya Karena Corona

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Membangun Kembali Kejayaan Islam

Image
Ilham Bintang

Catatan Ringan tentang Dubes RI untuk Singapura

Image
Achsanul Qosasih

Ragam Soal Dalam Staf Ahli Direksi BUMN

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

VIDEO Garuda Pastikan Penerbangan Aman Dengan Protokol Kesehatan

Sosok

Image
Ekonomi

5 Pebisnis Wanita Paling Berpengaruh di Asia, Dua dari Indonesia!

Image
News

Warganet Beberkan Foto Masa Muda Presiden Jokowi dan Iriana, Manglingi

Image
News

5 Fakta Karier Alwi Shahab, Wartawan dan Sejarawan yang Kini Tutup Usia