image
Login / Sign Up
Image

Abdul Aziz SR

Dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya dan Senior Researcher pada Center for Election and Political Party (CEPP) FISIP UI

Investasi dan Hakikat Pembangunan

Image

Pengunjung memotret layar elektronik pergerakan saham menggunakan kamera ponsel di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Pada penutupan perdagangan akhir pekan, IHSG ditutup menguat 2,18 persen atau 89,52 poin ke level 4.194,94. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO, Investasi (investment) secara umum dipahami sebagai tindakan menanamkan modal (katakanlah uang) untuk memulai dan memperluas proyek-proyek atau kegiatan-kegiatan usaha dalam rangka meningkatkan pendapatan. Investasi berorientasi masa depan, untuk pendapatan dan keuntungan di masa depan.

Investasi tidak selalu dalam konteks ekonomi, melainkan juga dapat dilakukan dalam konteks non-ekonomi. Misalnya, Investasi sumber daya manusia yang dikenal dengan human investment (Investasi manusia). Membangun pendidikan yang baik dan bermutu untuk menciptakan warga yang berpengetahuan luas, memiliki kemampuan dan daya pikir tangguh, serta memiliki keterampilan merupakan bentuk human investment. Dan, itu berorientasi ke masa depan.

Dalam koteks ekonomi, Investasi dapat dilakukan dalam skala besar maupun kecil. Investasi berskala besar, misalnya yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan bermodal besar. Katakalah Investasi di bidang pertambangan (emas, tembaga, minyak, gas, dan lain-lain). Bisa juga Investasi di bidang perdagangan barang-barang yang dilakukan perusahaan-perusahaan multinasional. Usaha-usaha yang berbasis pangan dan air, saat ini banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar bahkan perusahaan-perusahaan multinasional.

baca juga:

Namun, ada pula invetasi berskala kecil. Misalnya, yang dilakukan oleh pelaku-pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). UMKM –terutama yang mikro dan kecil– umumnya  mandiri dan tidak terlalu bergantung pada lembaga-lembaga perbankan serta lembaga-lembaga pemerintah. Di Indonesia, menurut data di Kementerian UKM dan Koperasi, jumlah UMKM sangat besar yakni mencapai 99,99 persen dari total pelaku usaha.

Berbasis Rumah Tangga  

Satu hal yang menarik, bahwa Investasi tidak hanya bisa dilakukan oleh pelaku usaha (seperti banyak diyakini selama ini), melainkan juga bisa dilakukan oleh rumah tangga. Pakar ekonomi terkemuka dari Universitas Gadjah Mada alm. Prof. Mubyarto (Allahu yarham) menyebutkan bahwa rumah tangga atau masyarakat tidak semata-mata mampu berkonsumsi melainkan juga dapat berinvestasi.

Menurut Prof. Muby, pengeluaran masyarakat bisa berupa pengeluaran Investasi, yang tidak harus dilakukan melalui perbankan. Barang-barang yang biasanya dikelompokkan sebagai barang konsumsi seperti sepeda motor tidak semuanya atau banyak di antaranya yang tidak termasuk barang konsumsi. Seperti sepeda motor untuk armada ojek, untuk jasa angkutan di kota-kota atau di desa-desa, atau minibus untuk angkutan umum barang atau orang.

Dengan tesis tersebut, Prof. Muby sesungguhnya hendak membantah dalil dari pakar ekonomi dunia yang sangat disegani Paul Samuelson. Samuelson berteori, pendapatan nasional naik dan turun karena perubahan Investasi yang pada gilirannya tergantung pada perubahan teknologi, penurunan tingkat suku bunga, pertumbuhan penduduk, dan faktor-faktor dinamis lainnya. Teori Samuelson selama ini menjadi sandaran di kalangan pakar ekonomi serta pejabat di banyak negara dalam memandang dan memosisikan Investasi dalam Pembangunan.

Prof. Muby sangat meragukan dalil Samuelson dapat diterapkan universal. Juga tidak serta-merta dapat diterapkan di Indonesia. Dia mengambil contoh empiris, ketika terjadi krisis moneter 1997-1998 di mana Investasi yang “dipompakan” ke dalam ekonomi Indonesia anjlog. Bahkan terjadi pelarian modal (capital flight) USD 10 miliar setiap tahun. Tetapi, mengapa pertumbuhan ekonomi negatif hanya terjadi satu tahun saja (1998) dan sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2002 terjadi pertumbuhan ekonomi positif rata-rata 3,2 % per-tahun? Apakah “hukum ekonomi” yang mengatakan tidak ada pertumbuhan ekonomi tanpa Investasi tidak berlaku lagi di Indonesia?

Karena itu, Prof. Muby melihat ada kesalahan fatal pada teori ekonomi Neoklasik ortodok yang memisahkan secara tegas antara kegiatan bisnis dan kegiatan rumah tangga (household). Kesalahan yang lebih mendasar lagi adalah anggapan bahwa manusia sepenuhnya bersifat homo-ekonomikus yang tidak (perlu) hidup bermasyarakat, seperti diyakini diajarkan Adam Smith. Padahal Smith –jauh sebelumnya– juga secara meyakinkan menyebut manusia sebagai homo-socius.

Pemerintah Indonesia saat ini cenderung mengabaikan Investasi berbasis rumah tangga. Pencabutan sejumlah subisidi untuk masyarakat berdampak buruk pada kemampuan Investasi rumah tangga. Ketika pemerintah juga membebani biaya kesehatan kepada setiap warga melalui skema BPJS Kesehatan (yang bermasalah itu) menjadi tidak seiring dengan upaya rumah tangga melakukan Investasi.

Menurunnya kemampuan Investasi rumah tangga –bersamaan dengan menurunnya daya beli masyarakat– sekaligus menandakan sedang terjadi gelombang Kemiskinan. Bank Dunia (2019) melihat kecenderungan kuat akan terjadi lonjatan jumlah kaum miskin secara signifikan di Indonesia.

Gelombang Kemiskinan yang meningkat itu akan berlangsung lebih cepat dengan adanya bencana pandemis Covid-19 yang saat ini turut melanda Indonesia. Terpaksa me-lockdown warga selama dua pekan bahkan mungkin lebih lama, tentu punya dampak ekonomi yang sangat serius. Berbagai kegiatan ekonomi menjadi sangat terganggu bahkan terhenti. Dampak paling serius tentu saja menimpa kalangan masyarakat bawah serta kaum miskin. Terlebih lagi pemerintah terlihat tidak memiliki strategi yang menjanjikan untuk itu. 

Investasi Salah Kaprah

Pola kebijakan Investasi yang dilakukan pemerintah selama ini yang lebih memberi tempat dan keistimewaan hanya pada dunia usaha, khususnya pelaku usaha bermodal besar terutama investor asing, tidak justru membuat ekonomi Indonesia lebih baik. Selain pertumbuhan ekonomi yang tetap rendah, berbagai sektor lainnya juga tidak bertumbuh dengan baik.

Mungkin karena realisasi Investasi tidak berlangsung sebagaimana diharapkan, pemerintah pun mencari seribu satu cara untuk mengundang Investasi dengan aneka janji yang memudahkan dan memanjakan kaum investor. Omnibus law yang dirancang pemerintah lebih rangka itu. Pemerintah seperti hendak memberikan apa saja dan rela melakukan apa saja asalkan kaum investor bersedia menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa omnibus law itu  merupakan wujud dari kebuntuan akal dan kehabisan kreasi pemerintah dalam membuat kehidupan ekonomi lebih baik dan maju.

Ketika banyak negara menutup diri terhadap lalu lintas orang keluar-masuk dalam rangka menekan penyebaran Covid-19, pemerintah Indonesia justru memberi diskon tiket airline agar turis asing lebih tertarik masuk Indonesia. Pemerintah berusaha menutup-nutupi (baca: tidak jujur) soal penyebaran Covid-19, semata-mata untuk memberi kesan kepada dunia, khususnya kaum investor, bahwa Indonesia aman dan bebas dari Covid-19. Setelah yang ter-suspect semakin meluas dan sulit dikendalikan barulah pemerintah perlahan-lahan dan terpaksa terbuka soal kondisi nyata Covid-19.

Jadi, “demi Investasi” telah membuat pemerintah tidak lagi mampu melihat kenyataan lain di luar itu. Di otaknya hanya ada Investasi dan Investasi. Celakanya, itu invetasi yang diletakkan dalam desain yang salah kaprah. Investasi yang hanya untuk melayani kepentingan segelintir orang. Kebijakan Investasi yang melupakan dan mengorbankan kepentingan rakyat banyak.

Dalam konteks demikian, pemerintah abai dan sedang buta mata-hatinya akan hakikat Pembangunan. Ilmuwan politik David Easton menyebutkan, Pembangunan sebagai upaya untuk meningkatkan taraf hidup serta merealisasikan potensi yang ada secara sistematis.

Bagi Todaro, suatu Pembangunan dikatakan berhasil jika menghadirkan tiga nilai utama. Pertama, terpenuhi kebutuhan pokok (basic needs) masyarakat. Kedua, ada peningkatan harga diri (self-esteem) masyarakat. Ketiga, masyarakat terbebas dari perbudakan dan keterbelakangan (freedom from servitude). Dengan kata lain, ada peningkatan kemampuan masyarakat dalam memilih.

Indonesia sendiri meletakkan Pembangunan dengan tujuan setidak-setidaknya untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mecerdaskan kehidupan bangsa.

Hakikat itulah yang selama ini hilang atau setidaknya diabaikan oleh pemerintah dalam membangun perekonomian nasional dengan lebih bertumpu pada kekuatan Investasi (dunia usaha semata). Investasi yang salah kaprah. Wallahu’alam. []

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image

News

Kolom

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image

Ekonomi

Kolom

Omnibus Law dan Kuasa Kaum Kapitalis

Image

News

Kolom

Covid-19, Media dan Kekuasaan

Image

News

Kolom

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image

News

Kolom

Pilkada di Tengah Corona

Image

News

Kolom

Alturisme

Image

News

Kolom

Kaum Miskin di Tengah Badai Virus Corona

Image

News

Kolom

Al-Isra Wal-Mi'raj dan Covid 19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Anggota DPD Puji Strategi Inovasi Kerja Kementan soal Jaminan Pangan dan Distribusinya

Anggota DPD Christiandy Sanjaya mengatakan, melalui cara ini ada dua aspek yang dapat disimpulkan dari kinerja Kementan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Antisipasi Covid-19, KKP Siapkan Sarana Media Penjualan Ikan Secara Daring

Agar pemerintah maupun BUMN bisa melakukan pembelian ikan hasil tangkapan nelayan dan pembudidaya serta produk UKM yang tidak terserap

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Perangi COVID-19, Pemerintah Perkuat Kerja Sama dengan Korea Selatan

Indonesia memperkuat kerja sama penanganan COVID-19 dengan Korea Selatan karena negara itu dinilai berhasil menekan penyebaran virus corona.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Defisit APBN 2020 Diproyeksi Capai Rp853 Triliun Gara-gara COVID-19

Sri Mulyani Indrawati memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 mencapai Rp853 triliun.

Image
Ekonomi

Kementan: Rencana Ekspor Peternakan April 2020 Capai Rp538,12 Miliar

Pada April 2020, sejumlah perusahaan di sub sektor peternakan akan merealisasikan ekspor ke beberapa negara dengan total Rp538,12 miliar.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pemerintah Disarankan Terus Awasi Panic Buying Tahap Lanjutan

Pemerintah perlu mengantisipasi jika fenomena panic buying atau belanja berlebihan hingga pada tahap selanjutnya terus terjadi.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pertamina Siapkan RS Darurat dan RS Rujukan Covid-19

Khusus laboratorium, sudah siap alat test dari Roche yang mampu melakukan test 1.300 sampel setiap harinya.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Sri Mulyani Sebut Dampak COVID-19 Lebih Pelik dari Krisis 1998 dan 2008

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai bahwa dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian sekarang ini lebih kompleks.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Erick Siapkan Garuda Indonesia Angkut Bahan Baku APD Tangani COVID-19

Menteri Erick : pesawat Garuda Indonesia siap untuk mengangkut kebutuhan barang dalam rangka menangani COVID-19.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Duh! PNS Terancam Tak Dapat THR dan Gaji ke-13

Presiden Joko Widodo meminta Menkeu untuk mempertimbangkan kembali pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji-13 bagi PNS.

terpopuler

  1. Tiga Warga Kediri Positif Covid-19, Gugus Tugas: Ketiganya Punya Kontak Erat dengan Pasien Pertama Positif

  2. 5 Fakta Menarik Kim Soo Hyun, Aktor Korea yang Jadi 'Suami Baru' Rossa

  3. Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Mulai Padat, Warganet: Ketika Kebutuhan Sudah Mengalahkan Ketakutan

  4. Wali Kota: Pasien Positif Covid-19 Kelima di Batam Pernah ke Jakarta

  5. Riset: Mayoritas Masyarakat RI Respon Negatif Kebijakan Pemerintah Tangani COVID-19

  6. Tidak Ada Pasien di Sulsel Murni Meninggal Akibat Covid-19

  7. Ahmad Riza Patria Terpilih Sebagai Wagub DKI, Ferdinand: Politik di Jakarta Akan Semakin Seru

  8. Beberapa Gejala Virus Corona yang Masih Jarang Diketahui

  9. Cerita Ojol yang Tidak Tahu Ada Larangan Bawa Penumpang

  10. 5 Potret Olahraga Romantis Antonio Candreva & Pasangan, Selalu Ada Ciuman Bibir

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Dokter Ke-19 dari IDI yang Wafat karena Positif Corona, Ini 5 Fakta Menarik Naek L. Tobing

Image
News

Harta Kekayaan Capai Rp3,6 M, 5 Fakta Menarik Muhammad Syarifuddin, Ketua MA 2020-2025

Image
News

5 Fakta Menarik Ahmad Riza Patria, Ketua OSIS di SMA sampai Peraih Master Bisnis ITB