image
Login / Sign Up

Pandemi Corona Melanda, KKP Tetap Kawal Nelayan di Laut Natuna

Andi Syafriadi

Wabah Corona

Image

Sejumlah nelayan meyandarkan kapal di Terminal Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, Banda Aceh, Senin (30/7/2018). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh menyebutkan, untuk wilayah pantai barat Aceh hingga perairan Sabang ketinggian gelombang saat ini diperkirakan mencapai 1-4 meter dan mempengaruhi jumlah tangkapan ikan. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap melaksanakan tugas mengawal nelayan Indonesia yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara RI Laut Natuna Utara, dalam suasana pandemi Virus Corona baru atau COVID-19.

"Dalam suasana kewaspadaan kita untuk mencegah persebaran COVID-19, di saat semua ASN diimbau untuk work from home, aparat kami di lapangan masih bekerja, berjibaku di laut dalam rangka melaksanakan tugas untuk mengamankan sumber daya Kelautan dan perikanan serta menjamin nelayan Indonesia aman melaut," ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Tb Haeru Rahayu, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

TB Haeru Rahayu menjelaskan saat ini fokus pengawasan yang dilakukan jajarannya di lapangan bukan hanya menangkap para pelaku Illegal Fishing, melainkan menjamin nelayan-nelayan Indonesia yang melakukan kegiatan penangkapan di laut, tidak mendapatkan gangguan ataupun hambatan.

baca juga:

"Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan, kami diminta untuk menghadirkan rasa nyaman bagi nelayan Indonesia khususnya di wilayah perbatasan. Kami berharap kehadiran Kapal Pengawas Perikanan KKP tersebut menjadikan nelayan-nelayan kita melaut di Laut Natuna Utara tanpa ada rasa takut," paparnya.

Pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran di Ditjen PSDKP KKP untuk melaksanakan langkah-langkah taktis di lapangan dalam rangka melindungi nelayan-nelayan Indonesia. Khususnya yang saat ini melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan perbatasan seperti di Laut Natuna Utara ini.

"Natuna salah satu area yang menjadi perhatian kami. Tentu saja kami tidak melakukannya sendirian, ada rekan-rekan dari TNI AL, Polri dan Bakamla yang juga melaksanakan pengamanan di Laut Natuna Utara," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan bahwa sebanyak lima armada Kapal Pengawas Perikanan telah berada di Laut Natuna Utara sejak seminggu yang lalu, termasuk dua armada kapal pengawas perikanan kelas A yaitu KP Orca.

"Ada lima Armada Kapal Pengawas Perikanan yang saat ini berada di Laut Natuna Utara yaitu KP Hiu Macan 1, KP Hiu 11, KP Orca 2, KP Orca 3, KP Hiu Macan Tutul 2," jelas Ipung.

Ipung juga menjelaskan secara intensif pergerakan kapal dan nelayan-nelayan Indonesia terus dipantau melalui Pusat Pengendali (Pusdal) KKP.

Tujuannya, lanjut dia, adalah memastikan bahwa nelayan-nelayan kita beroperasi aman dan tak ada kapal-Kapal Asing yang akan mengganggu mereka selama di laut.

"Kami juga menggunakan teknologi pemantauan yang ada di Pusdal KKP. Kami melakukan analisa pergerakan kapal berdasarkan VMS, AIS dan juga data radar satelit. Penggunaan teknologi pemantauan ini tentu membantu kami untuk ’membersihkan jalan’ agar nelayan-nelayan kita aman selama melaut," ucap Ipung.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Iptek

Tips Mengisi Bahan Bakar Kendaraan pada Masa Awal New Normal

Image

News

Profesor Wiku: Kita Harus Pastikan Protokol Empat Sehat Lima Sempurna Era COVID-19

Image

News

Wabah Corona

Kampung Siaga Jateng Siap Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Waskita Karya Siap Laksanakan WFO Melalui Skenario New Normal

Image

Ekonomi

Perkuat Ekonomi Umat, Pemerintah Resmikan Kios WarNU dan Kartu Santri/Pelajar NU Digital

Image

News

Wabah Corona

Demi Sinyal Internet, Siswa Malaysia Ini Rela Panas-panasan Kerjakan Ujian di Tepi Jalan

Image

Ekonomi

LRT Jabodebek Molor ke Juni 2022, Progres Pembangunan Kini Baru 71,2 Persen

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pemerintah Diminta Bantu Petani Manfaatkan E-commerce untuk Distribusi Pangan di Era New Normal

Image

News

Wabah Corona

DIY 'Hattrick' Nihil Penambahan Kasus COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Waskita Karya Siap Laksanakan WFO Melalui Skenario New Normal

Disiplin dalam menjalankan protokol pencegahan COVID-19 yaitu adanya jarak kerja antarpegawai minimal 1,5 meter.

Image
Ekonomi

Komisi XI Khawatir PP Tapera Hanya Akan Bebani Rakyat

Pemerintah seolah-olah lepas tangan dari tanggung jawabnya dalam pemenuhan atas tempat tinggal yang layak bagi warganya.

Image
Ekonomi

Bukopin Bantah Isu Viral Tarik Tunai Rp10 Juta Harus Konfirmasi Dahulu

Sebelumnya telah viral selembar pengumuman mengatasnamakan Bank Bukopin.

Image
Ekonomi

Perkuat Ekonomi Umat, Pemerintah Resmikan Kios WarNU dan Kartu Santri/Pelajar NU Digital

Kemenko Ekonomi dan NU resmikan Piloting Kios Warga Nahdlatul Ulama (WarNU) Digital dan Penyerahan Simbolis Kartu Santri/Pelajar NU Digital.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pemerintah Diminta Bantu Petani Manfaatkan E-commerce untuk Distribusi Pangan di Era New Normal

Hingga saat ini banyak daerah dan masyarakat yang belum bisa mengakses e-commerce karena minimnya jaringan internet.

Image
Ekonomi

LRT Jabodebek Molor ke Juni 2022, Progres Pembangunan Kini Baru 71,2 Persen

Adhi Karya mengungkapkan progres atau perkembangan pembangunan LRT Jabodebek tahap pertama telah mencapai 71,2 persen.

Image
Ekonomi

KKP Yakin Ekspor Perikanan Bakal Bangkit Saat Penerapan New Normal

KKP optimistis ekspor berbagai komoditas sektor kelautan dan perikanan bakal bangkit kembali pada masa normal baru.

Image
Ekonomi

Tengku Zul Tuding TKA Cina di Indonesia adalah Komunis

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnain melontarkan pernyataan terkait isu kehadiran komunisme di Indonesia.

Image
Ekonomi

Nilai Tukar Petani Anjlok Gara-gara Kebijakan PSBB dan Tak Terserapnya Hasil Panen

CIPS menilai tidak terserapnya hasil panen dan kebijakan PSBB memengaruhi nilai tukar petani (NTP).

Image
Ekonomi

Pemerintah Anggarkan Rp18,44 Triliun untuk Program Padat Karya

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp18,44 triliun untuk program padat karya yang diselenggarakan kementerian dan lembaga.

terpopuler

  1. Protes George Floyd: Pengamat Indonesia Sebut Donald Trump Bakal Kalah Besar di Pemilu 2020

  2. Pasca Operasi Bayi Tabung, Zaskia Sungkar Keluhkan Perut Kadang Sakit

  3. Bens Leo Soroti Ada 'Tepuk Tangan' Kekeyi di Lagu Keke Bukan Boneka

  4. Kekeyi Diduga Menjurus Pelanggaran Hak Cipta, Bens Leo Minta Pencipta Hingga Label Rekaman Turun Tangan

  5. Kisah Pemuda Singapura yang Positif COVID-19, Diisolasi 68 Hari dan Jalani Tes Swab 22 Kali

  6. Gempa di Aceh Pagi Tadi Rusak Bangunan

  7. PDIP: Pemakzulan Presiden Cukup Sulit, Rasanya Seperti Mimpi di Siang Bolong

  8. Airlangga Pastikan Pemerintah Tak Cabut PSBB dan Segera Terapkan New Normal

  9. Bukti Jogja Kota Pelajar, 8 Universitas Masuk 50 Besar, UGM Terbaik!

  10. PKS Ingatkan Pemerintah Hati-hati Gunakan Dana Jemaah Haji

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Image
Muhammad Adlan Nawawi

Pendidikan di Era New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah