image
Login / Sign Up
Image

Ujang Komarudin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) & Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Jakarta

Kacau Balau Omnibus Law

Kolom

Image

Massa buruh berunjuk rasa menolak Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja (RUU Cilaka) di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020). Massa yang tergabung dari berbagai serikat buruh di sejumlah daerah, seperti DKI, Banten, dan Jawa Barat tersebut menolak rencana pemerintah untuk memberlakukan Omnibus Law Lapangan Kerja karena dianggap tidak berpihak kepada buruh. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, RUU Omnibus Law sedang menjadi bahan perbincangan di republik ini. Bukan hanya isinya ada yang salah ketik. Tetapi juga pasal-pasalnya banyak yang kontroversial. Sehingga banyak ditolak oleh publik. Terutama ditolak oleh kaum buruh.

RUU Omnibus Law merupakan RUU yang dibuat untuk menyasar isu-isu besar dan strategis di suatu negara. Namun yang jadi masalah di negeri ini, RUU Omnibus Law itu untuk siapa. Untuk pengusaha yang bersekutu dengan penguasa. Untuk rakyat, buruh, atau kepentingan asing, dan lainnya.

RUU Omnibus Law yang diusulkan dan diajukan pemerintah, ada 76 Undang Undang, 1224 pasal terdampak, dan tebalnya 1000 halaman. Jika disasar satu persatu, isinya terdari dari soal ketenagakerjaan, sertifikasi, lingkungan hidup, sentralisasi, perizinan, dan lain-lain, ada di RUU Omnibus Law.

baca juga:

RUU Omnibus Law, khususnya yang terkait ketenagakerjaan. Ini menampakan negara berwajah kapitalis. Walaupun selalu dibantah oleh pemerintah bahwa RUU Omnibus Law untuk menambah tenaga kerja hingga jutaan. Tapi faktanya ada pasal yang jelas-jelas merugikan buruh.

Buruh merupakan pihak yang sangat dirugikan jika RUU Omnibus Law disahkan. Terkait dengan kesejahteraan buruh. Buruh yang harusnya makin sejahtera. Sepertinya akan semakin menderita. Karena ada pola perubahan dari sistem pesangon ke sistem pemanis.

RUU Omnibus Law bagi buruh merupakan wajah kapitalisme untuk memberangus dan membunuh mereka. Wajah yang tak ramah bagi mereka. Satu kata bagi buruh. Agar tak semakin menderita, maka menolak RUU Omnibus Law merupakan suatu keniscayaan.

Gejayan juga sudah memanggil lagi. Memanggil untuk kedua kalinya. Gejayan memanggil pertama, demonstrasi dari Jogja untuk menolak revisi UU KPK, RUU KUHP, RUU Pertanahan, dan lain-lain. Walaupun gerakan Gejayan lalu diblock pemerintah agar tidak besar.

Saat ini sepertinya Gejayan ingin memanggil lagi. Ingin memanggil seluruh komponen bangsa, mahasiswa, buruh, rakyat untuk menolak RUU Omnibus Law yang dianggap menindas buruh dan rakyat.

Bukan hanya buruh yang dirugikan dalam RUU Omnibus Law. Tetapi juga otonomi daerah akan disentralisir kembali ke pusat. Otonomi daerah hanya akan menjadi kenangan. Karena banyak kewenangan-kewenangan daerah akan kembali diambil oleh pusat seperti zaman Orde Baru.

Jika pusat beralasan, bahwa daerah atau Pemda menghambat perizinan dan korup. Maka bukan Omnibus Law solusinya. Bukan itu. Bukan diambil alih kewenangan perizinan, dan lain-lain ke pusat. Tapi perbaiki birokrasinya. Bukankah pemerintah pusat bisa melakukan monitoring dan pembinaan terhadap daerah.

Jika otonomi dicabut. Kewenangan-kewenangan daerah diambil pusat. Maka di pemerintah pusat lah korupsi itu beralih. Makin koruplah nanti pemerintah pusat. Saat ini saja, begitu banyak korupsi di pusat. Jika sentralisasi terjadi lagi, maka makin sempurnalah korupsi di pusat nanti.

Rumusnya jelas. Lord Acton pernah berkata, power tends to corrupt. Kekuasaan itu akan cenderung korup. Atau kekuasaan itu akan cenderung disalah gunakan. But absolute power, corrupt absolutely. Dan kekuasaan yang absolut akan korup absolut pula.

Perizinan-perizinan akan dipermudah. Demi investasi asing. Perizinan akan diperlancar demi karpet merah negara investor. Perizinan akan dibuka selebar-lebarnya demi menyenangkan pihak lain. Perizinan akan dibuat nyaman bagi mereka yang berjasa pada pemerintah.

Jika perizinan dipermudah, tak ada kontrol yang ketat dari pemerintah. Maka dikhawatirkan bangsa ini akan mengalami kerusakan lingkungan yang dahsyat. Saat ini saja, akibat pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, lingkungan makin rusak, tol Cikampek ketika hujan jadi banjir. Daerah yang terlewati pembangunan kereta cepat tersebut juga mengalami kerusakan lingkungan dan banjir.

Isu lingkungan menjadi isu penting di abad modern ini. Lingkungan yang rusak, akan membawa bencana bagi manusia. Lingkungan yang rusak, akan merusak kehidupan anak bangsa. Lingkungan yang rusak, juga akan menjadikan manusia Indonesia tak nyaman dan tak produktif.

Dengan kemudahan izin saat ini saja, hutan-hutan sudah gundul. Karena banyak perusahaan menebang pohon. Kebakaran terjadi di Riau, Kalimantan, Sulawesi, dan daerah lainnya juga akibat tangan-tangan jahat untuk merusak lingkungan. Banjir juga terjadi akibat kerusakan lingkungan.

Yang paling bahaya ada beberapa pasal di RUU Omnibus Law, yang memudahkan hadirnya tenaga kerja asing. Sudah banyak ratusan ribu tenaga kerja asing di Indonesia. Jika ditambah dengan yang ilegal, maka bisa saja jumlahnya jutaan.

Pengangguran juga masih banyak. PHK banyak terjadi dimana-mana. Jika tenaga kerja asing dipermudah untuk bekerja di negeri ini. Maka akan terjadi ketidakadilan. Akan terjadi kecemburuan. Dan akan terjadi perlawanan dari penduduk.

Saat ini saja, penduduk lokal di daerah, sudah ada yang mengusir tenaga kerja asing. Jika tenaga kerja asing membludak, maka bisa saja akan menambah konflik, antara warga dengan pihak tenaga asing tersebut.

Jika dilihat dari peta politik yang ada. Sepertinya pemerintah akan memaksakan agar RUU Omnibus Law agar bisa disahkan secepatnya di DPR. DPR-nya pun pasti akan manut. Karena terdiri dari anggota koalisi partai pendukung pemerintah.

Lalu rakyat berharap pada siapa. Buruh berharap pada siapa. Jika pemerintah dan partai politik sudah berkoalisi untuk membelakangi rakyat. Rakyat harus berjuang sendiri. Buruhpun harus bergerak sendiri. Jika tidak, maka siap-siap rakyat dan buruh akan menderita di kemudian hari.

Menolak RUU Omnibus Law adalah perjuangan hidup mati kaum buruh. Matilah buruh jika RUU Omnibus Law disahkan. Kacau balau RUU Omnibus Law harus segera diakhiri. Cabut RUU tersebut untuk kepentingan rakyat, butuh, bangsa, dan negara.[]

 

Editor: Sunardi Panjaitan

berita terkait

Image

News

Kolom

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image

News

Kolom

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image

Ekonomi

Kolom

Omnibus Law dan Kuasa Kaum Kapitalis

Image

News

Kolom

Covid-19, Media dan Kekuasaan

Image

News

Kolom

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image

News

Kolom

Pilkada di Tengah Corona

Image

News

Kolom

Alturisme

Image

Ekonomi

Investasi dan Hakikat Pembangunan

Image

News

Kolom

Kaum Miskin di Tengah Badai Virus Corona

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Atasi Lonjakan Harga, Pemerintah Diminta Petakan Kebutuhan Gula

Di berbagai daerah telah ditemukan adanya harga eceran tertinggi gula yang jauh melebihi ketentuan yang ada.

Image
Ekonomi

IHSG Tak Menentu, Cek Saham-saham Ini yang Bakal Untung

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini masih belum teratur.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Wimboh Klaim Ada Tanda-tanda Pasar Saham Akan Rebound

Kondisi perekonomian dan keuangan dunia dan domestik saat ini telah terdampak drastis akibat pandemi virus Corona.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kebijakan Pemerintah Tangani Corona, Jadi Sentimen Negatif Pasar Keuangan Indonesia?

Nilai tukar rupiah terdepresiasi tajam akibat derasnya aliran dana asing keluar dari pasar keuangan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Meski Kinerja Bank Apik, OJK Beberkan Alasan Restrukturisasi Kredit Perlu Dilakukan

Pertumbuhan kredit juga masih terjaga di kisaran 6%.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

OJK: Kebijakan Lawan Corona Diharapkan Jadi Payung Pencegah Resesi Ekonomi

OJK telah memperoleh 60 emiten yang siap buy back dimana total dananya mencapai Rp17,28 triliun.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menteri Edhy Minta BUMN Beli Produk Perikanan Masyarakat

KKP saat ini sudah menyiapkan gudang pendingin (cold storage) yang dapat dipakai untuk menyimpan produk perikanan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Anggota Komisi VI Minta Kemendag Fokus Pada Perdagangan Domestik

Untuk saat ini impor sebaiknya sangat selektif dengan memprioritaskan beberapa komoditas.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Angkasa Pura II Sediakan Anjuran Perjalanan Untuk Hadapi Corona

Pop up link di website berbentuk floating bar yang terletak di paling atas halaman.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

IMF: Kebijakan Ekonomi Indonesia di Tengah Corona Tepat Sasaran

IMF memuji koordinasi baik antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam menangani pandemi serta pemberian perlindungan kepada UMKM.

terpopuler

  1. Menteri Luhut vs Said Didu, Ferdinand ke Habiburokhman: Bib Pidana Itu Pilihan Terakhir

  2. Babe Haikal: Mohon Banget, Berhenti Jadi Pejabat Publik Kalau Gak Mau Dikritik

  3. Yunarto Wijaya: LBP vs Said Didu Ini Super Gak Penting

  4. Puji Luhut, Ruhut Sitompul: Yang Menggonggong Hanya Cari Panggung

  5. Arminsyah di Mata Sang Anak: Ayah Saya Selalu Katakan 'Setiap Kesulitan Selalu Ada Kemudahan'

  6. Yasonna: Yang Tidak Terima Napi Dibebaskan Tumpul Rasa Kemanusiaannya

  7. Politisi Demokrat Tanggapi Pernyataan Luhut: Bahaya! Tindakan akan Diambil Seadanya, yang Mati Terus Bertambah

  8. Tak Perlu Selalu Was-was, Begini Cara Bedakan Batuk Gejala Virus Corona Atau Bukan

  9. 5 Potret Romantis Pre-Wedding Pemain Borneo M Diky & Pevoli Putri Nasional Mutiara, Awas Kena Smash!

  10. Imbauan Buat Muslim, Khususnya Anggota PA 212 dan Laskar FPI, Jelang Bulan Puasa di Tengah Wabah Corona

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Istri Wakil Bupati Luwu Timur, Anny Ali

Image
News

Siapkan Akomodasi Bagi Tim Medis, 8 Potret Wali Kota Bandung Turun Langsung Perangi Virus Corona

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya