breaking news: Roket Besutan SpaceX-NASA Meluncur Pukul 22.00 WIB

image
Login / Sign Up

Kebijakan Pertembakauan Diminta Jangan Hanya Fokus pada Dana Bagi Hasil

Wayan Adhi Mahardika

Image

Masa Panen Tembakau VO Hampir habis | ANTARA JATIM

AKURAT.CO Pemerintah perlu menerbitkan kebijakan pertembakauan yang komprehensif yang mampu mengakomodir kepentingan beberapa hal yang terhubung dengan stagnasi jumlah produksi daun Tembakau dan meningkatnya angka prevalensi jumlah perokok adalah dua hal yang layak diakomodir dalam kebijakan pertembakauan. Selama ini, pemerintah seakan terpaku pada Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan, berbicara mengenai kondisi pertembakauan dari sisi produksi, Kementerian Pertanian saat ini tidak memiliki program nasional yang secara khusus dijalankan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas Tembakau lokal. Tembakau juga sudah dikeluarkan dari daftar tanaman prioritas.

Data FAOSTAT 2019 menunjukkan, jumlah produksi daun Tembakau Indonesia mencapai 164.851 ton pada 2007. Sepuluh tahun kemudian, jumlah tersebut menurun menjadi 152.319 ton. Sejalan dengan angka produksi, luas area perkebunan pun mengalami penurunan dari 198,054 hektar di tahun 2007 menjadi 185,708 hektar di tahun 2017.

baca juga:

"Level produksi yang kian menurun pun berkaitan erat dengan tingkat produktivitas dari Tembakau itu sendiri. Jika dibandingkan dengan negara-negara produsen Tembakau lainnya seperti China, Brazil, India dan Amerika produktivitas Indonesia masih jauh lebih rendah. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Tembakau tidak lagi menjadi prioritas bagi pemerintah untuk dikembangkan," ucap Pingkan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Sementara itu, terkait upaya meminimalkan dampak produk olahan Tembakau terhadap kesehatan, Pingkan menjelaskan, target prevalensi perokok yang sudah ditetapkan pemerintah dalam RPJMN 2019 juga tidak diikuti dengan adanya kebijakan yang memadai. Target menurunkan angka prevalensi perokok hingga mencapai 5,4 persen bukanlah pekerjaan yang mudah mengingat prevalensi perokok di tahun 2013 dan 2018 masih cukup tinggi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi perokok di kedua tahun tersebut mencapai 29,3 persen dan 28,8 persen.

Beberapa kebijakan terkait pembatasan konsumsi rokok yang diberlakukan adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 mengenai Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. PP ini merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. PP 109 Tahun 2012 ini mengatur mengenai ketentuan iklan, promosi, sponsorship, kemasan produk rokok sampai kepada pengadaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Tanpa adanya tujuan yang jelas mengenai pertembakauan secara umum maka kondisi pertanian Tembakau akan mengalami stagnasi dan para petani menjadi pihak yang paling terdampak dari kondisi ini. Pemerintah perlu memberikan kejelasan mengenai arah pertembakauan Indonesia, apakah memang akan diorientasikan untuk ekspor ke pasar global atau ada rencana lainnya yang akan ditempuh,” ungkap Pingkan.

Pingkan menambahkan, satu-satunya intervensi pemerintah yang sedikit banyak bersentuhan dengan kondisi ini adalah DBHCHT. Dana ini menjadi instrumen yang diberikan oleh Kementerian Keuangan bagi pemerintah daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk meningkatkan pertumbuhan pertanian Tembakau serta menjawab tantangan yang kerap kali dihadapi petani Tembakau.

DBHCHT dikumpulkan dari 2 persen dari total cukai Tembakau di tingkat nasional per tahunnya di bawah Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan. Dana tersebut kemudian akan ditransfer ke pemerintah daerah di tingkat provinsi yang berkontribusi terhadap penerimaan cukai dan ke daerah-daerah penghasil Tembakau, sesuai dengan kontribusi yang diberikannya pada tahun tersebut. Semakin tinggi kontribusi dari provinsi dan/atau kota tertentu, semakin tinggi pula jumlah yang mereka terima dari DBHCHT.

Pemerintah perlu memperjelas arah kebijakannya melalui penerbitan road map pertembakauan. Selama ini pro dan kontra terkait kebijakan pertembakauan terus bergulir karena di satu sisi, Tembakau berkontribusi besar dengan menghasilkan pendapatan negara melalui cukai hasil Tembakau (CHT) dan menciptakan lapangan kerja dengan multiplier effect.

“Pada saat yang sama, produk olahan dari Tembakau yaitu rokok juga memiliki dampak negatif bagi masyarakat karena merupakan faktor penyumbang tingginya angka penderita penyakit tidak menular akibat merokok dan membawa kerugian ekonomi, terutama ke keluarga berpenghasilan rendah,” pungkasnya. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

News

Sejumlah Lembaga Penerima Dana Bloomberg untuk Kampanye Antirokok di Indonesia

Image

News

Tulang Punggung Kas Negara, Pemerintah Diminta Lindungi IHT

Image

News

APTI: Waspadai Intervensi Asing yang Ingin Matikan Industri Tembakau Nasional

Image

News

Kesejahteraan Petani Tembakau Turun Akibat Resesi Ekonomi, Pemerintah Diminta Berbuat Nyata

Image

News

Ketua GAPERO: Kontribusi IHT untuk Penanganan Covid-19 Layak Diapresiasi

Image

News

Dampak PMK 152/2019 dan Pandemi Covid-19 Terhadap Industri Hasil Tembakau

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pengamat: Negara-negara di Dunia Perlu Hindari Kebijakan Proteksionisme dalam Perangi COVID-19

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pengamat: Belanja Penanganan COVID-19 Harus Dilakukan Lebih Efektif dan Tepat Sasaran

Image

Ekonomi

Peneliti Sebut Ekonomi Digital Perlu Dibarengi Perlindungan Konsumen

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Progres PSN Rusun Pasar Jumat Capai 88,12 Persen

Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur perumahan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Soal Keluhan Refund Tiket Bentuk Voucher, Begini Penjelasan Lion Air

Banyak calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan atau tidak bisa terbang.

Image
Ekonomi

Sandiaga Uno Rekomendasikan Kegiatan Ekonomi Dibuka dalam 4 Zona Saat New Normal

Sandiaga Uno merekomendasikan empat zona pembukaan kegiatan ekonomi saat memasuki era new normal yang direncanakan pemerintah bulan depan.

Image
Ekonomi

Pentingnya Keterbukaan Informasi dalam Penerapan Tata Kelola BUMN

BUMN sebagai salah satu instrumen perekonomian negara, harus memiliki tata kelola yang baik untuk memaksimalkan fungsinya.

Image
Ekonomi

Kemenhub Perpanjang Masa Larangan Publik dan Balik Hingga 7 Juni Mendatang

Kemenhub akan memastikan pengawasan pengendalian transportasi di lapangan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

4 Ruas Tol Baru Siap Beroperasi Akhir Juni 2020

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ada empat ruas tol baru yang siap beroperasi dalam waktu dekat.

Image
Ekonomi

Penerapan Anti Korupsi di Tubuh BUMN Dinilai Penting untuk Jaga Kepercayaan Masyarakat

Peningkatan tata kelola yang anti korupsi pada tubuh BUMN dibutuhkan guna memaksimalkan peran BUMN bagi pemerintah dan masyarakat.

Image
Ekonomi

Impor Daging Kerbau Berdikari Masuk Bertahap Mulai Akhir Mei hingga Juni

Perusahaan berencana mendatangkan daging secara bertahap hingga akhir tahun 2020.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Begini Tips Hadapi Wawancara Kerja Online di Era New Normal

Sebab kalau mengacu pada protokol kesehatan soal physical distancing, kita memang diimbau untuk menjaga jarak.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Freelancer Bakal Semakin Dicari di Era New Normal, Mengapa?

Ada peningkatan sebesar 75% pekerjaan freelance yang dipublikasikan melalui platform mereka.

terpopuler

  1. 13 Juli 2020 Hari Pertama Masuk Sekolah, Orang Tua Siswa: Gimana Cara Mereka Social Distancing Sama yang Lain?

  2. Lama Tak Terlihat, Ini 5 Gaya Rambut Baru Para Pemain Persik Kediri

  3. MS Kaban: Presiden Jokowi untuk Pertahankan Kekuasaan Gak Perlu Main Tangkap Orang yang Berbeda

  4. Dari Wasit FIFA Hingga Legenda Serie A, Ini 5 Potret Rendra Soedjono Bersama Para Bintang Sepak Bola

  5. 5 Modifikasi Sepatu Atlet American Football yang Kreatif dan Meriah

  6. Tetap Bekerja Meski Berumur 100 Tahun! Ini 5 Fakta Menarik Biliuner Tertua di Dunia, Chang Yun Chung

  7. Banyak ART Ingin Kembali ke Jakarta, Pengajuan SIKM Ditolak Mentah-mentah Pemprov DKI

  8. 3 Amalan Sunah yang Bisa Dilakukan di Bulan Syawal untuk Menggapai Keistimewaannya

  9. 5 Fakta Menarik Zhong Nanshan, Pakar Penyakit Pernapasan Top China yang Dijuluki Pahlawan SARS

  10. Heboh Mobil PCR BNPB Dialihkan, Warganet ke Khofifah: Jangan Diboikot Bu!

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Azami Mohammad

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Image
Dr Idham Kholik

Menjadi (kan) Pemilih Antifobia Covid-19

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton