image
Login / Sign Up

Aviliani: Keputusan AS Keluarkan RI dari Negara Berkembang Pengaruhi Kinerja Neraca

Siti Nurfaizah

Image

Suasana matahari tenggelam saat kegiatan bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (20/8/2019). BPS mencatat neraca perdagangan pada Juli 2019 defisit sebesar US$60 juta, seiring realisasi impor sebesar US$15,51 miliar dan ekspor US$ 15,45 miliar. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai bahwa keputusan sepihak dari pemerintah Amerika Serikat melalui Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) yang mengeluarkan Indonesia dari daftar negara berkembang dapat mempengaruhi kinerja neraca transaksi berjalan (current account) Indonesia.

"Penilaian itu harus jadi early warning bagi pemerintah kita. Kalau kita diam saja dan disetujui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), current account kita akan terdampak karena berbagai keringanan akan hilang," ujar Ekonom Senior Indef Aviliani dalam konferensi pers bertema "Salah Kaprah Status Negara Maju" di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Menurut dia, penilaian sepihak itu dapat membuat harga produk Ekspor Indonesia ke AS menjadi lebih tinggi dan berpotensi menurunkan pangsa pasar produk Indonesia, karena terganti dari negara lain.

baca juga:

Saat ini, lanjut dia, AS menjadi salah satu negara tujuan Ekspor produk-produk unggulan seperti tekstil dan pakaian jadi, alas kaki, karet, furnitur, elektronik, dan lainnya.

Ia mengemukakan pada 2019 Ekspor Indonesia ke AS senilai US$17,7 miliar atau sekitar Rp248 triliun (kurs Rp14.045). Sementara total Ekspor Indonesia pada 2019 senilai US$167,5 miliar.

"Kalau kita diam saja atau tidak protes maka 12,84 persen (pasar Ekspor AS Januari 2020) berpotensi turun, orang Amerika akan cari supplier baru," katanya dilansir dari Antara.

Dalam kesempatan sama, peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus mengemukakan Indonesia telah dikeluarkan sebagai anggota negara berkembang dalam prinsip hukum Countervailing Duty (CVD) pada 10 Februari 2020.

"Implikasi dari hukum countervailing duty yang sebelumnya mendapatkan keringanan penyediaan subsidi hingga dua persen dan volume standar impor yang diabaikan akan dihapuskan," katanya.

Dampaknya, lanjut dia, produk lndonesia ke AS akan mengalami kenaikan bea impor AS menjadi lebih tinggi.

"Hal ini menimbulkan implikasi bahwa ke depan produk Ekspor Indonesia menjadi lebih mahal di pasar AS (karena pengenaan tarif)," katanya.

Ia menambahkan jika lndonesia tidak segera memperbaiki posisi daya saing produk Ekspor di pasar AS, maka akan menyebabkan penurunan nilai Ekspor ke Negeri Paman Sam itu.

"Konsekuensinya produk Indonesia harus bersaing dalam aspek kualitas dan harga produk serta aspek kesehatan dan keamanan lingkungan," paparnya.

Berdasarkan hasil simulasi Global Trade Analysis Project (GTAP), ia menyampaikan dengan diberikannya tarif impor (dengan asumsi meningkat lima persen dari posisi tarif saat ini) untuk produk Ekspor utama lndonesia ke AS, maka secara makro akan menyebabkan penurunan Ekspor ke AS sebesar 2,5 persen. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

FOTO Bawa Satu Penumpang, Maskapai di AS Tetap Mengudara

Image

News

Wabah Corona

Takut Tertular Virus Corona, Pria AS Bunuh Diri Setelah Membunuh Pasangan

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Kebijakan Pemerintah Tangani Corona, Jadi Sentimen Negatif Pasar Keuangan Indonesia?

Image

Hiburan

Wabah Corona

Bisnis Tutup Karena Corona, Anang Hermansyah Terancam Rugi Miliaran Rupiah

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Meski Ada Pandemi Covid-19, Petani Luwu Timur Mampu Ekspor Lada ke Tiongkok

Image

Ekonomi

Wabah Corona

ADB Prediksi PDB Dunia Turun 4,8 Persen Akibat Covid-19

Image

Hiburan

Wabah Corona

Rumahkan 200 Pegawai Karena Corona, Anang Hermansyah Janji Tetap Beri THR

Image

Hiburan

Wabah Corona

Bisnis Terdampak Corona, Anang Hermansyah Rumahkan 200 Karyawan

Image

News

Wabah Corona

Bukan Usia, Syarat Bebas Napi Dinilai Harus dari Tingkat Kejahatannya

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

IHSG Menguat Terdorong Penguatan Harga Minyak dan Upaya Lawan Corona

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan awal pekan (6/4/2020) menguat mencapai 1,3% atau 59,87 poin ke 4683,3.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Rupiah Stagnan tapi Masih Dibayangi Corona

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan awal pekan (6/4/2020) stagnan di Rp16.425 di pasar spot.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pengamat: Kerja Sama Kementan-Gojek Dorong Distribusi Pangan Lebih Cepat

Pengamat Pertanian Entang Sastraatmaja mengapresiasi upaya Kementan dalam melibatkan driver Gojek untuk pendistribusian kebutuhan bapok.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Riset: Mayoritas Masyarakat RI Respon Negatif Kebijakan Pemerintah Tangani COVID-19

Dari hasil riset media sosial, masyarakat merespon negatif terkait kebijakan pemerintah dalam melawan wabah COVID-19.

Image
Ekonomi

Tips dan trik Memulai Bisnis Sembari Bekerja

Banyak kisah sukses yang bisa menjadi contoh.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Atasi Lonjakan Harga, Pemerintah Diminta Petakan Kebutuhan Gula

Di berbagai daerah telah ditemukan adanya harga eceran tertinggi gula yang jauh melebihi ketentuan yang ada.

Image
Ekonomi

IHSG Tak Menentu, Cek Saham-saham Ini yang Bakal Untung

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini masih belum teratur.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Wimboh Klaim Ada Tanda-tanda Pasar Saham Akan Rebound

Kondisi perekonomian dan keuangan dunia dan domestik saat ini telah terdampak drastis akibat pandemi virus Corona.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kebijakan Pemerintah Tangani Corona, Jadi Sentimen Negatif Pasar Keuangan Indonesia?

Nilai tukar rupiah terdepresiasi tajam akibat derasnya aliran dana asing keluar dari pasar keuangan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Meski Kinerja Bank Apik, OJK Beberkan Alasan Restrukturisasi Kredit Perlu Dilakukan

Pertumbuhan kredit juga masih terjaga di kisaran 6%.

terpopuler

  1. Puji Luhut, Ruhut Sitompul: Yang Menggonggong Hanya Cari Panggung

  2. Politisi Demokrat Tanggapi Pernyataan Luhut: Bahaya! Tindakan akan Diambil Seadanya, yang Mati Terus Bertambah

  3. 5 Potret Romantis Pre-Wedding Pemain Borneo M Diky & Pevoli Putri Nasional Mutiara, Awas Kena Smash!

  4. Imbauan Buat Muslim, Khususnya Anggota PA 212 dan Laskar FPI, Jelang Bulan Puasa di Tengah Wabah Corona

  5. Maria Ozawa Beri Imbauan Khusus untuk Masyarakat Indonesia: Jangan Keluar... Tetap di Dalam

  6. Dikabarkan Bangkrut Akibat Narkoba, Begini Penjelasan Keluarga Roro Fitria

  7. Penerapan Physical Discanting di Pasar Swalayan

  8. Ridwan Kamil Unggah Tabel Nama Pria 'Tukang Selingkuh', Ada Namamu?

  9. Politisi Gerindra: Kalau Mau Wajibkan Warga Pakai Masker, Pastikan Dulu Maskernya Ada

  10. Anggota DPR: Jangan Sampai Ketika Menkes Tetapkan PSBB di Suatu Wilayah, Daerah Belum Siap Anggaran dan Operasionalisasi Jaring Pengaman Sosial

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Istri Wakil Bupati Luwu Timur, Anny Ali

Image
News

Siapkan Akomodasi Bagi Tim Medis, 8 Potret Wali Kota Bandung Turun Langsung Perangi Virus Corona

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya