image
Login / Sign Up

Pemerintah Diminta Deklarasikan Status Indonesia Masih sebagai Negara Berkembang

Wayan Adhi Mahardika

Image

Gedung-gedung bertingkat di Kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (27/4/2019). Prospek ekonomi Indonesia pasca Pemilu 2019 akan cerah. Salah satu prasyarat untuk merealisasikannya, yakni angka harus Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh di kisaran 7 persen hingga 7,4 persen. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan, kebutuhan investasi untuk tahun 2020 diperkirakan sebesar Rp5,803 triliun hingga Rp5,823 triliun. Angka tersebut akan dipenuhi dari sektor perbankan. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meminta Pemerintah Indonesia untuk mendeklarasikan diri sebagai Negara Berkembang. Artinya, bukan negara maju sebagaimana pernyataan Amerika Serikat (AS) melalui United State Trade Representative (USTR).

Hal itu menyusul dikeluarkannya Indonesia dari daftar Negara Berkembang dan menjadi negara maju oleh USTR atau lembaga perwakilan dagang AS.

"Pemerintah sebaiknya mendeklarasikan diri sebagai Negara Berkembang dan bukan sebagai negara maju. Ini untuk mendapatkan akses dalam WTO (World Trade Organization) untuk tujuan perjanjian Subsidies and Countervailing Measures (SCM)," ungkap Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad di ITS Tower, Jakarta (27/2/2020).

baca juga:

Menurutnya, saat ini Indonesia sebenarnya belum bisa dimasukan ke dalam kelompok negara maju. Meskipun share ekspor Indonesia sudah mencapai 0,9 persen dari ekspor dunia dan tergabung dalam keanggotaan G-20, hal itu dinilai belum cukup karena tidal didukung indikator lainnya seperti PDB per kapita serta indikator kesejahteraan lainnya.

Dengan melakukan deklarasi, lanjutnya Indonesia bisa mendapat akses untuk melakukan protes atau review terkait kebijakan USTR tersebut. Pasalnya, dengan dikeluarkannya Indonesia dari daftar anggota Negara Berkembang alias menjadi negara maju maka akan diterapkan prinsip hukum Countervailing Duty (CVD).

"Implikasi dari hukum countervailing duty yang sebelumnya mendapatkan keringanan penyediaan subsidi hingga 2 persen dan volume standar impor yang diabaikan akan dihapuskan. Dampaknya adalah pihak USTR Amerika Serikat akan melakukan penyelidikan atas berbagai produk impor lndonesia serta akan melakukan tindakan balasan yang akan ditentukan kemudian," imbuhnya.

Tauhid menjelaskan bahwa sejumlah pernah mengalami kasus yang sama seperti Indonesia saat ini. Akan tetapi dengan melakukan deklarasi sebagai Negara Berkembang, kemudian bisa mendapat akses SCM ke WTO.

"Albania, Armenia, Georgia, Kazakhstan, Republik Kirgistan, Moldova, Montenegro, Makedonia Utara, dan Ukraina telah berhasil mendapatkan pengakuan tersebut," tambahnya.

Di samping itu, dia juga meminta Pemerintah untuk melakukan protes langsung kepada pihak AS. Mengingat dampak kerugian yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut cukup besar bagi perekonomian Indonesia seperti ekspor, industri hingga tenaga kerja di industri-industri terkait.

Selain itu, Indonesia pun perlu bekerja sama dengan negara-Negara Berkembang lainnya yang juga dirugikan kebijakan tersebut. Sehingga bisa ada kekuatan untuk memprotes status baru tersebut dalam perisidangan WTO selanjutnya.

"Perlunya mendorong fair trade dalam persidangan WTO sehingga dapat keadilan bagi Indonesia sebagai negara berkembangan berhadapan dengan negara lainnya, khususnya negara maju," tutupnya. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

IHSG Menguat Terdorong Penguatan Harga Minyak dan Upaya Lawan Corona

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Riset: Mayoritas Masyarakat RI Respon Negatif Kebijakan Pemerintah Tangani COVID-19

Image

Ekonomi

IHSG Tak Menentu, Cek Saham-saham Ini yang Bakal Untung

Image

Olahraga

Wabah Corona

Para Penggawa Timnas Indonesia Tetap Lakukan Latihan di Rumah

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Kebijakan Pemerintah Tangani Corona, Jadi Sentimen Negatif Pasar Keuangan Indonesia?

Image

Ekonomi

Wabah Corona

IMF: Kebijakan Ekonomi Indonesia di Tengah Corona Tepat Sasaran

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Bahlil: Dunia Rebutan Bahan Baku APD

Image

Olahraga

Bali United

Kompetisi Ditangguhkan, Teco Akui Berat Badannya Normal

Image

Olahraga

Persib Bandung

Supardi Anggap Penangguhan Kompetisi 2020 Lebih Berat dari 2015

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

AAJI Sebut Perusahaan Asuransi Jiwa Tak Wajib Tunda Pembayaran Premi Saat COVID-19

AAJI menyebutkan perusahaan asuransi jiwa tidak wajib menerapkan penundaan pembayaran premi yang jatuh tempo.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

AAJI Minta OJK Relaksasi Kewajiban Tanda Tangan Basah Jadi Digital

AAJI meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan relaksasi kepada perusahaan asuransi jiwa untuk menghapus kewajiban tanda tangan basah.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

IHSG Menguat Terdorong Penguatan Harga Minyak dan Upaya Lawan Corona

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan awal pekan (6/4/2020) menguat mencapai 1,3% atau 59,87 poin ke 4683,3.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Rupiah Stagnan tapi Masih Dibayangi Corona

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan awal pekan (6/4/2020) stagnan di Rp16.425 di pasar spot.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pengamat: Kerja Sama Kementan-Gojek Dorong Distribusi Pangan Lebih Cepat

Pengamat Pertanian Entang Sastraatmaja mengapresiasi upaya Kementan dalam melibatkan driver Gojek untuk pendistribusian kebutuhan bapok.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Riset: Mayoritas Masyarakat RI Respon Negatif Kebijakan Pemerintah Tangani COVID-19

Dari hasil riset media sosial, masyarakat merespon negatif terkait kebijakan pemerintah dalam melawan wabah COVID-19.

Image
Ekonomi

Tips dan trik Memulai Bisnis Sembari Bekerja

Banyak kisah sukses yang bisa menjadi contoh.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Atasi Lonjakan Harga, Pemerintah Diminta Petakan Kebutuhan Gula

Di berbagai daerah telah ditemukan adanya harga eceran tertinggi gula yang jauh melebihi ketentuan yang ada.

Image
Ekonomi

IHSG Tak Menentu, Cek Saham-saham Ini yang Bakal Untung

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini masih belum teratur.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Wimboh Klaim Ada Tanda-tanda Pasar Saham Akan Rebound

Kondisi perekonomian dan keuangan dunia dan domestik saat ini telah terdampak drastis akibat pandemi virus Corona.

terpopuler

  1. Puji Luhut, Ruhut Sitompul: Yang Menggonggong Hanya Cari Panggung

  2. Politisi Demokrat Tanggapi Pernyataan Luhut: Bahaya! Tindakan akan Diambil Seadanya, yang Mati Terus Bertambah

  3. Imbauan Buat Muslim, Khususnya Anggota PA 212 dan Laskar FPI, Jelang Bulan Puasa di Tengah Wabah Corona

  4. Maria Ozawa Beri Imbauan Khusus untuk Masyarakat Indonesia: Jangan Keluar... Tetap di Dalam

  5. Dikabarkan Bangkrut Akibat Narkoba, Begini Penjelasan Keluarga Roro Fitria

  6. Ridwan Kamil Unggah Tabel Nama Pria 'Tukang Selingkuh', Ada Namamu?

  7. Penerapan Physical Discanting di Pasar Swalayan

  8. Politisi Gerindra: Kalau Mau Wajibkan Warga Pakai Masker, Pastikan Dulu Maskernya Ada

  9. Anggota DPR: Jangan Sampai Ketika Menkes Tetapkan PSBB di Suatu Wilayah, Daerah Belum Siap Anggaran dan Operasionalisasi Jaring Pengaman Sosial

  10. Bisnis Tutup Karena Corona, Anang Hermansyah Terancam Rugi Miliaran Rupiah

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Analisis Komunikasi Penanganan Covid-19

Image
UJANG KOMARUDIN

COVID-19 dan Kita

Image
Dr. Idham Holik

Sebuah Harapan Pribadi: PERPPU Pemilihan Segera Terbit dan Opsi A Jadi Pilihan

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 8 Potret Istri Wakil Bupati Luwu Timur, Anny Ali

Image
News

Siapkan Akomodasi Bagi Tim Medis, 8 Potret Wali Kota Bandung Turun Langsung Perangi Virus Corona

Image
News

Sister Goals! 8 Potret Najwa Shihab Bersama Kakak dan Adik Perempuannya