breaking news: Bob Hasan Wafat di RSPAD, Dimakamkan di Ungaran

image
Login / Sign Up

Dikeluarkan dari Daftar Negara Berkembang, Neraca Dagang RI Bakal Defisit?

Atikah Umiyani

Image

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor dan impor pada Juli 2018. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia tembus US$ 16,24 miliar atau tumbuh 19,33% secara tahunan. Sementara impor naik 31,56% tahunan menjadi US$18,27 miliar. Sehingga defisit neraca perdagangan bulan lalu mencapai US$2,03 miliar. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Indonesia dan sejumlah negara lain dikeluarkan dari daftar Negara Berkembang versi Amerika Serikat (AS). 

Merespon hal itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengungkapkan keputusan negeri Paman Sam untuk mencabut Indonesia dari daftar Negara Berkembang itu akan berdampak pada neraca perdagangan tanah air. 

Hal itu lantaran salah satu konsekuensi yang harus ditanggung oleh Indonesia yaitu tidak lagi mendapatkan insentif Generalized System of Preferences (GSP) AS untuk produk ekspor Indonesia ke AS. Sehingga, hal itu akan dapat membuat neraca perdagangan Tanah Air mengalami defisit.

baca juga:

“Oh iya, jelas (berisiko defisit). Kalau soal keputusan AS keluarkan Indonesia itu kaitannya dengan fasilitas perdagangan karena nanti konsekuensinyakan ke GSP dan sebagainya," jelasnya dalam acara IDX Channel Economic Forum yang digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Pria yang akrab disapa Susi itu menerangkan setelah Indonesia tidak lagi menerima fasilitas GSP, maka diharuskan untuk membayar bea masuk.

Setelah Indonesia tidak menerima fasilitas GSP, maka diharuskan untuk membayar bea masuk dengan tarif normal atau Most Favoured Nation (MFN).

"GSP kita kan sangat besar. Nanti teman-teman Kementerian Perdagangan yang akan menjelaskan,” ujarnya.

Susiwijono menyebutkan saat ini perdagangan Indonesia dengan AS masih surplus, hal itu dapat dilihat data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa surplus perdagangan Indonesia dengan Amerika pada Januari 2020 sebesar US$1,01 miliar.

“Kita juga masih surplus dengan mereka (AS),” katanya.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi dampak lain dari keputusan AS adalah Indonesia akan menjadi subjek pengenaan tarif lebih tinggi karena tidak difasilitaskan lagi sebagai Negara Berkembang.

Selain itu, fasilitas Official Development Assistance (ODA) yang merupakan alternatif pembiayaan dari pihak eksternal untuk melaksanakan pembangunan sosial dan ekonomi turut dicabut.

“Kita bicara mengenai hubungan utang maka kita tidak dapat lagi klasifikasi ODA karena dengan itu kita akan mampu mendapatkan bunga yang murah kalau di bawah 4 ribu dolar AS bisa dapat 0,25 persen,” papar Fithra.

Sebagai informasi, selain Indonesia,  China dan India juga dikeluarkan dari daftar Negara Berkembang oleh Kantor Perwakilan Perdagangan atau Office of the US Trade Representative (USTR) tersebut.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Iptek

Huawei Alami Peningkatan Keuntungan Terkecil Selama Tiga Tahun Terakhir

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Diserbu Corona, Dana Asing Senilai Rp167,9 Triliun Pilih Cabut dari RI

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Bertambah 8,06 Persen dalam Sehari

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Ekonomi China Pulih, IHSG Bisa Bangkit

Image

Ekonomi

Inflasi Maret 2020 Diprediksi 0,13 Persen, BI: Pemicunya Harga Emas dan Bawang Merah

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Menko Luhut Klaim Pemerintah Sedang Godok Pemberian BLT Warga Terdampak Corona

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Huft! Tekanan Global Akibat Corona pada Rupiah Mulai Mereda

Image

News

Wabah Corona

Jumlah Penumpang Menurun Terus, 1 April - 1 Mei 2020 Sebanyak 44 KA Jarak Jauh Keberangkatan Gambir, Senen, dan Kota Dibatalkan

Image

Hiburan

Bikin Iri Warganet, 10 Potret Romantis Babe Cabita dan Sang Istri

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kemendes: Dana Desa Bisa Dialihkan untuk Hand Saniziter dkk hingga Pasokan Logistik Warga

Kemendes: Dana desa bisa dialihkan untuk kegiatan padat karya non fisik seperti membuat hand sanitizer, disinfektan dan pasokan logistik.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Diserbu Corona, Dana Asing Senilai Rp167,9 Triliun Pilih Cabut dari RI

Hingga 30 Maret 2020 jumlah aliran modal asing yang keluar (capital outflow) secara year to date mencapai Rp145,1 triliun.

Image
Ekonomi

Tingkatkan Ekonomi Perajin Tekstil Indonesia, Ini 6 Fakta Menarik Denica Flesch, Pendiri SukkhaCitta

Ia memilih keluar dari Bank Dunia

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Rupiah Menguat Terbawa Stimulus Eskternal dan Kebijakan Jokowi Atasi Covid-19

Nilai tukar rupiah menguat pada Selasa sore (30/3/2020). Penguatan rupiah ini mencapai 0,17% atau 28 poin ke Rp16.310 di pasar spot.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Meski Ada Corona, Petani Sumenep Tetap Lakukan Aktivitas Panen Padi dkk

Wabah virus Corona (COVID-19) bukan jadi penghalang bagi petani Sumenep untuk berupaya dalam peningkatan produksi hasil pertanian.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Ekonomi China Pulih, IHSG Bisa Bangkit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa (31/3/2020) bangkit hingga 2,82% atau 124,43 poin ke 4538,93.

Image
Ekonomi

Inflasi Maret 2020 Diprediksi 0,13 Persen, BI: Pemicunya Harga Emas dan Bawang Merah

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan inflasi pada Maret 2020 mencapai 0,13 persen (secara mtm).

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Hadapi Covid-19, Menko Luhut Tegaskan Pemerintah Akan Lindungi Distribusi Bahan Pangan

Saat ini hingga pasca Idul Fitri nanti ketersediaan dan pasokan cabai aman dan cukup.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pengamat Puji Erick Thohir Berani Pasang Badan Bantu Jokowi di Tengah Pandemi COVID-19

Kepiawaian komunikasi sangat diperlukan dalam kondisi saat ini agar tidak ada mispersepsi yang muncul akibat kesalahan gaya komunikasi.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menko Luhut Klaim Pemerintah Sedang Godok Pemberian BLT Warga Terdampak Corona

Masyarakat rumah tangga termiskin menjadi salah satu kelompok yang bakal dapat stimulus dari pemerintah.

terpopuler

  1. Tembak Pekerja Freeport di Tengah Pandemi Covid-19, KBB Layak Disebut Teroris Kelas Dunia

  2. Dipuji Publik, Pengamat: Erick Thohir Dipandang Tidak Punya Banyak Kepentingan

  3. Keras! Natalius Pigai Tolak Pemberlakuan Darurat Sipil Hadapi Covid-19

  4. Opsi Lockdown Jakarta, Anies Pasrahkan Keputusan di Tangan Jokowi

  5. Anggota DPR Desak Jokowi Batalkan Keinginannya Terapkan Darurat Sipil

  6. Jadwal Puasa Nisfu Syakban 2020 Beserta Niat dan Keutamaannya

  7. Tolak Darurat Sipil, Hamdan Zoelva: Lockdown Cukup dengan UU Tentang Kekarantinaan Kesehatan

  8. 5 Masker Wajah Nyeleneh ala Warganet Tanah Air, Bikin Ngakak

  9. 4 Potret Jadul Kurniawan Dwi Yulianto saat Ikut Tantangan #UntilTomorrow

  10. Solskjaer Punya Sejumlah Alasan untuk Tidak Perpanjang Durasi Ighalo

ibunda jokowi

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Bisman Bhaktiar

Aspek Hukum Perpanjangan Pengusahaan Pertambangan Batubara PKP2B

Image
Abdul Aziz SR

Omnibus Law dan Kuasa Kaum Kapitalis

Image
Achmad Fachrudin

Covid-19, Media dan Kekuasaan

Image
Reza Fahlevi

Mari Sudahi Polemik Tuntutan Lockdown

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Tingkatkan Ekonomi Perajin Tekstil Indonesia, Ini 6 Fakta Menarik Denica Flesch, Pendiri SukkhaCitta

Image
News

Wabah Corona

Cosplay Jadi Sultan Maroko hingga Raja Minyak Urut, 5 Potret Fahri Hamzah saat WFH

Image
News

Wabah Corona

Kisah Debryna Dewi Lumanauw, Dokter yang Ikut Tangani Pasien COVID-19 di Wisma Atlet