image
Login / Sign Up

Stafsus Presiden: RUU Cipta Kerja Berikan Kemudahan Berusaha Semua Kalangan Investor

Dhera Arizona Pratiwi

Image

Buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar aksi di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020). Dalam aksinya mereka menuntut penolakan terhadap ‘Omnibus Law’ Rancangan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja (RUU Cilaka). Mereka menilai bahwa ada sistem mudah rekrut mudah pecat dalam Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Staf Khusus (Stafsus) Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono menyampaikan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja memiliki tujuan penyusunan yakni untuk memberikan kemudahan perizinan berusaha serta iklim berusaha yang lebih kondusif baik bagi investor besar maupun menengah, kecil dan mikro.

“Jadi kalau ada narasi-narasi yang bilang bahwa ini kan pro pengusaha untuk investor besar saja, enggak. Ini sebetulnya ingin memberikan kemudahan berusaha untuk semua investor baik kelas besar maupun kecil, menengah sampai mikro,” ujar Stafsus Presiden Dini sebagaimana dilansir dari laman Setkab, Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

Omnibus Law, menurut Dini, adalah Undang-Undang (UU) biasa yang meng-cover beberapa isu, sebagaimana UU lain yang baru efektif perubahannya setelah berlaku. Sehingga, tidak akan terjadi kekosongan peraturan.

baca juga:

“Jadi sebenarnya undang-undang omnibus itu bukan benda undang-undangnya tapi dia itu adalah sifat,” ujarnya.

Penyebutan Omnibus Law, menurut Dini, ada empat yakni perpajakan, cipta lapangan kerja, pemindahan ibu kota negara, dan farmasi.
“Kalau yang farmasi ini usulan dari DPR. Jadi memang kita juga enggak tahu karena drafnya masih disiapkan dari DPR,” tambahnya.

Sebagai contoh, lanjut Dini, misalnya undang-undang perpajakan yang hanya bicara pajak saja. Begitu juga soal tenaga kerja dan lingkungan, hanya berbicara di aspek tersebut. Hal tersebut lah yang disebut omnibus, karena dalam undang-undang tersebut hanya mengatur hal-hal spesifik tertentu yang terkait untuk penciptaan lapangan pekerjaan, tenaga kerja, perizinan, perseroan terbatas, lingkungan hidup. Jadi, semua diatur di dalam satu undang-undang.

“Cara bekerjanya sama. Bahwa pasal-pasal dengan substansi yang sama dari undang-undang yang tadi yang banyak, itu baru akan berubah nanti pada saat Undang-Undang Cipta Kerja ini diketok palu, efektif berlaku,” tambahnya.

Jadi Omnibus Law itu, sambung Dini, undang-undang biasa tapi isinya heterogen, multi sektor, enggak seperti undang-undang yang dikenal pada umumnya, itu saja. Soal RUU Cipta Kerja ini, menurut Dini, periode pertama presiden kemarin itu menekankan pada pembangunan infrastruktur.

Ia menambahkan bahwa untuk periode kedua ini Presiden jelas bahwa penekanannya ada pada pembangunan sumber daya manusia dan dari itu juga terkait dengan pertumbuhan ekonomi.

“Nah kenapa sih perlu RUU Cipta Kerja ini? Kalau kita lihat dari hasil survei kemarin yang menjadi dua hal isu besar adalah lapangan pekerjaan dan pengangguran,” tambahnya.

Agenda besar Presiden untuk periode kedua ini, sambung Dini, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berarti menggenjot investasi, investasi baik dari luar maupun dalam negeri.

“Kalau misalnya enggak ada investasi, uang enggak datang ke sini, tidak tercipta lapangan pekerjaan berarti apa, ujung-ujungnya daya beli turun, ujung-ujungnya enggak ada pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Maksud Presiden, sambung Dini, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk membuat situasi iklim yang kondusif bagi orang berusaha dan pada akhirnya penciptakan lapangan pekerjaan, menyerap pengangguran agar bekerja sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM.

“Makanya tadi saya bilang bahwa kemudahan perizinan di sini itu tidak hanya kepada investor besar saja, tetapi juga untuk UMKM. Jadi Presiden ingin bisa tercipta lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan menurunkan angka pengangguran, itu saja,” ujarnya.

Presiden bilang, lanjut Dini, ingin menggenjot investasi dan bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih luas untuk rakyat Indonesia, tapi jangan sampai upah minimum turun. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Organisasi Buruh FSP-KEP Minta DPR Tunda Rapat Paripurna: Jangan Ambil Kesempatan

Image

News

Omnibus Law Dinilai Solusi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi Corona

Image

News

RUU Ciptaker Disebut Dapat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Image

News

OPSI: Omnibus Law Positif untuk Pertumbuhan Ekonomi

Image

News

Wabah Corona

Serikat Buruh Kecam Keras Jika Pemerintah dan DPR RI Bahas RUU Omnibus Law Sembunyi-sembunyi

Image

News

Wabah Corona

Wabah Corona, Aksi Buruh Menolak RUU Omnibus Law Ciptaker Ditunda

Image

News

Wabah Corona

Omnibus Law Disebut Harapan Banyak Pihak di Tengah Ancaman Corona

Image

News

Omnibus Law Dinilai Akomodir Kepentingan Pekerja

Image

News

Omnibus Law Ciptaker Dinilai Berdimensi Kepentingan Umum yang Positif

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Terinfeksi Covid-19, Pegawai Kementan Meninggal Dunia

Untuk kapan dan dimana terpapar Tim Satgas Covid-19 masih menelusurinya.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

CEO Indosat Klaim Bakal Segera Bagikan Bonus Rp318 Miliar ke Karyawan

Manajemen terus memastikan bahwa kesehatan dan keselamatan semua karyawan dan layanan kepada pelanggan adalah yang utama.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pengamat Minta Pemerintah Alokasikan Anggaran Mudik Gratis ke Sembako

Pemerintah dapat bekerja sama pula dengan pengusaha mini market, sehingga voucher tersebut mudah ditukarkan ke mini market terdekat.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kiat Tetap Santuy dan Produktif, Meski Bekerja di Rumah

Buat Anda yang terbiasa menghabiskan sebagian besar waktu di tempat kerja, mungkin merasa tidak mudah bekerja di rumah.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pengusaha Industri Swasta Diminta Bantu Produksi Massal APD Untuk Lawan Corona

Di berbagai rumah sakit khususnya di daerah-daerah, banyak tenaga medis yang masih kesulitan mendapatkan APD.

Image
Ekonomi

Kementan Terbitkan Rekomendasi Impor Bawang Putih Hingga 450 Ribu Ton

Ada pun kebutuhan nasional bawang putih diperkirakan mencapai 47.000-48.000 ton per bulan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pegawai LMAN Meninggal Dunia Diduga Terpapar COVID-19

Pemeriksaan lebih lanjut dilaksanakan oleh pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mengetahui penyebab meninggalnya Almarhum.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Gegara Corona, AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan 

Penumpang yang terdampak akan menerima pemberitahuan melalui email dan SMS yang terdaftar saat pembelian tiket.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

KKP Kampanyekan Physical Distance Cegah Penyebaran COVID-19

, Indonesia saat ini memang menjadi salah satu negara yang sedang berjuang untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi

Capai 5 Triliun! Ini 7 Barang Termahal di Dunia yang Hilang

Apa saja?

terpopuler

  1. Pasien Positif Corona Sembuh: Jangan Percaya Berita Hoaks, Nyatanya Bisa Sembuh

  2. Nasib TKI Saat Malaysia Lockdown, Kades: Ada Keluarga yang Jual Ternak sampai Perhiasan untuk Dikirim Agar Tetap Bisa Makan

  3. Politikus Demokrat: Pak Jokowi, Apa yang Membuat Bapak Jadi Peragu untuk Putuskan Lockdown atau Tidak, Jelaskan Saja Pada Rakyat

  4. Wilmar Peduli Alokasikan USD1 Juta Ringankan Dampak Covid-19

  5. Pro Kontra di Tengah Wabah Corona, Gatot Nurmantyo Jelaskan Mengapa Ajak Umat Makmurkan Masjid dan Galakkan Salat Berjamaah

  6. Haikal Hassan: Walikota Lockdown Tegal Dipuji, Gubernur DKI Mau Lockdown Dibully

  7. Masuk Forbes hingga Hobi Berkebun, Ini 5 Fakta Menarik Amanda Susanti, Pendiri Sayurbox

  8. Menkopolhukam: Pastikan Tidak Ada Lockdown Tapi Karantina Wilayah

  9. Sebelum Meninggal Anggota DPR RI Imam Suroso Sempat Blusukan di Pasar Puri Kabupaten Pati

  10. Presiden Jokowi Diminta Nyatakan Jakarta 'Lockdown'

ibunda jokowi

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A Sukrin

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image
Reza Fahlevi

Gotong Royong Melawan Covid-19

Image
Azhar Ilyas

Video Call Jadi Komunikasi ‘Normal’ Sejak Pandemi Covid-19

Image
Ujang Komarudin

Pilkada di Tengah Corona

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Masuk Forbes hingga Hobi Berkebun, Ini 5 Fakta Menarik Amanda Susanti, Pendiri Sayurbox

Image
News

Diberhentikan Secara Tidak Hormat, 5 Fakta Penting Komisioner KPU Evi Novida Ginting

Image
News

Wabah Corona

Sri Mulyani hingga Retno Marsudi, 8 Potret Menteri Srikandi Jalani WFH