image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

BCA Incar Pertumbuhan Kredit Capai 10 Persen Sepanjang 2020

Wayan Adhi Mahardika

Image

Press Conference Laporan Keuangan Full Year 2019 PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020 | Akurat.co/Wayan Adhi Mahardhika

AKURAT.CO Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya optimistis mencapai target pertumbuhan Kredit pada 2020 sebesar 10 persen. Meskipun saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan global.

Jahja menuturkan, ada beberapa faktor dalam menunjang pencapaian target pertumbuhan Kredit tersebut seperti adanya kabinet baru, Omnibus Law, dan daya beli masyarakat yang semakin meningkat.

“Saya cenderung optimistis 2020 dengan adanya kabinet baru, Omnibus Law dan daya beli meningkat, jadi harapannya 2020 lebih baik. Rencana bisnis bank (RBB) kita, target Kredit (tumbuh) 10 persen,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin malam.

baca juga:

Tak hanya itu, Jahja menyebutkan pada tahun lalu yang pertumbuhan Kredit nasional hanya enam persen, BCA mampu melampauinya hingga 9,5 persen sehingga semakin besar peluang untuk meningkatkan Kredit pada tahun ini.

“Di 2019, Kredit nasional hanya enam persen sedangkan BCA 9,5 persen. Melihat itu semua, kita punya kemampuan meningkatkan Kredit,” ujarnya.

Ia melanjutkan, di tengah berbagai kondisi eksternal yang semakin tidak menentu seperti wabah virus corona pun BCA masih bisa mencatatkan pertumbuhan Kredit 5-7 persen.

“Dalam keadaan seperti ini credit growth kita bisa 5-7 persen apalagi banyak masalah di capital market, reksa dana, asuransi. Jadi, ini harus kita siapkan dan jaga-jaga ke nasabah kita,” katanya.

Jahja juga menyatakan BCA telah menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi tantangan tersebut terutama dalam memanfaatkan momentum Lebaran sebagai penunjang pertumbuhan Kredit.

Di sisi lain, ia mengatakan sebenarnya BCA tak mau untuk berekspektasi terlalu tinggi sebab pihaknya lebih fokus untuk mencatatkan pertumbuhan Kredit yang berkualitas.

“Kita siap untuk itu, namun credit growth kami tak berani expect tinggi meski menjelang Lebaran mungkin bisa tumbuh. Kita mau tingkatkan Kredit tapi harus berkualitas,” tegasnya.

Jahja juga menuturkan BCA lebih memprioritaskan mencetak Kredit baru agar tidak sampai macet daripada membuat strategi dalam menurunkan rasio Kredit bermasalah yang sebesar 1,3 persen pada 2019.

”Kalau dibandingkan NPL sebelumnya turun malah dari 1,4 persen (2018) ke 1,3 persen (2019). Industri masih 2,8 persen NPL-nya. Kami bukan strategi menurunkan, tapi menjaga Kredit baru jangan sampai macet,” katanya.

BCA mencatatkan pertumbuhan Kredit sebesar 9,5 persen yaitu mencapai Rp603,7 triliun sepanjang 2019 yang didukung Kredit korporasi tumbuh 11,1 persen menjadi Rp236,9 triliun dan Kredit komersial serta SME naik 12 persen yaitu Rp202,9 triliun.

Berikutnya, Kredit konsumer tumbuh 4,3 persen menjadi Rp158,3 triliun dengan segmen Kredit pemilikan rumah (KPR) Rp93,7 triliun atau tumbuh 6,5 persen, Kredit kendaraan bermotor (KKB) turun 1,1 persen menjadi Rp47,6 triliun dan outstanding kartu Kredit tumbuh 9,4 persen menjadi Rp14,1 triliun. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

OJK: 95 Bank Telah Restrukturisasi Kredit Senilai Rp458,8 Triliun

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Jokowi Siapkan Stimulus bagi Petani dan Nelayan Senilai Rp34 Triliun

Image

Ekonomi

Bank Royal Berganti Nama Jadi Bank Digital BCA

Image

Ekonomi

BCA Sudah Restrukturisasi Kredit Hingga Rp82,6 Triliun, dan Bakal Terus Bertambah

Image

Ekonomi

BCA Bukukan Laba Rp6,6 Triliun di Tengah Pandemi

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Grab Lanjutkan Restrukturisasi Kredit dan Penundaan Biaya Rental bagi Driver

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Astra Financial Sudah Restrukturisasi Kredit Nasabah Terdampak COVID-19 Senilai Rp21,9 Triliun

Image

Iptek

Wabah Corona

5000 Layanan GrabCar Protect Bantu Akses Mobilitas Masyarakat di Tengah Pandemi

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pulihkan Ekonomi, Menkop UKM Genjot Transformasi UMKM Offline to Online 

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Indef: Pentingnya Demand dan Supply Chain di Tengah Pandemi COVID-19

Sebenarnya indonesia memiliki potensi supply chain yang luar biasa di beberapa daerah.

Image
Ekonomi

Kemenkeu Sebut Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan Belum Sesuai Perhitungan Aktuaria, Kok Bisa?

Febrio Nathan Kacaribu menyebutkan penyesuaian iuran BPJS Kesehatan berdasarkan Perpres 64/2020 belum sesuai dengan perhitungan aktuaria.

Image
Ekonomi
Idulfitri 2020

H+3 Lebaran, Jasa Marga Catat 234.531 Kendaraan Menuju Jakarta

Jasa Marga mencatat sebanyak 234.531 kendaraan menuju ke Jakarta melalui arah Timur, arah Barat dan arah Selatan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Terapkan New Normal, Pemerintah Diminta Extra Hati-hati

dalam proses pemantauan atau monitoring terhadap penanganan pandemi COVID-19 ini terbilang belum maksimal.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Erick Sebut Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Bangun Rantai Pasok Indonesia

Semua negara saat ini cenderung menerapkan kebijakan proteksionisme.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kadin Tagih Stimulus Korporasi Untuk Pelaku Usaha Swasta dari Pemerintah

kondisi pandemi COVID-19 saat ini telah menyebabkan dunia usaha untuk merumahkan atau PHK.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pelaku Usaha Harus Lakukan Ini, Jika Ingin Tetap Bertahan di Tengah COVID-19

Dari pertumbuhan sektor pariwisata hingga kepada sektor riil mengalami penurunan drastis akibat penyebaran COVID-19.

Image
Ekonomi

Tengku Zul Beri Saran Ini kepada Sri Mulyani yang Bingung Cari Utang ke Sana Kemari

Tengku Zulkarnain mengatakan, daripada Indonesia sibuk mencari utang, lebih baik Menkeu menggunakan dana Rp11.000 triliun milik WNI.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

OJK Beri Stimulus Lanjutan bagi Industri Keuangan Non Bank

OJK mengeluarkan kebijakan stimulus lanjutan di sektor industri keuangan non bank.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

KAI Siapkan Pedoman New Normal bagi Penumpang Kereta Api

KAI sudah menyiapkan pedoman New Normal dalam pelayanan kepada pelanggan baik pada bisnis angkutan penumpang dan barang.

terpopuler

  1. Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton

  2. Kisah Lucu Abu Nawas saat Membawa Enam Ekor Lembu yang Bisa Bicara

  3. Twit Lawas Diduga Milik Iman Brotoseno Soal Bokep Viral, Istri Sandiaga Uno: Masih Mau Nonton TVRI?

  4. Bak Dinasti, Ini 5 Hubungan Ayah-Anak yang Sama-Sama Menjadi Pesepak Bola Tanah Air

  5. 5 Shio Ini Tak Akan Seret Rezeki Meski di Tengah Pandemi Sekalipun

  6. Yunarto ke Ganjar: Gak Ada Alasan Membuka Sekolah Terburu-terburu Ketika Kita Tahu Alasan Utama New Normal Faktor Ekonomi Pak

  7. Ruslan Buton yang Minta Jokowi Mundur Kini Dibawa ke Jakarta, Bareskrim Polri Tangani Langsung

  8. Politikus PKS Minta Pemerintah Penuhi Syarat WHO Sebelum Terapkan New Normal

  9. 2 Tahun Hilang, Pria India Ini Ditemukan Keluarganya Lewat Video TikTok

  10. 5 Foto Realita vs Ekspektasi Buktikan Belanja Online Kadang Dapat Zonk

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton