image
Login / Sign Up

Omnibus Law Ciptaker Buka Peluang Indonesia Mudah Impor Pangan

Wayan Adhi Mahardika

Image

Sejumlah pelajar menyiapkan bibit tanaman untuk ditanam saat acara panen kompos dan berkebun organik di Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/10). Kegiatan yang diikuti puluhan pelajar kader lingkungan dari sejumlah sekolah di Surabaya tersebut dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (World Food Day). | ANTARA FOTO/Moch Asim

AKURAT.CO Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta menilai, pembahasan Omnibus Law atau Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja membuka peluang impor sebagai salah satu sumber pemenuhan kebutuhan pangan selain produksi domestik dan cadangan pangan nasional.

Ia mengatakan, diakuinya impor sebagai salah satu sumber pemenuhan kebutuhan pangan merupakan sebuah terobosan besar dalam sektor pertanian Indonesia. Selama ini, impor seringkali disebut sebagai tindakan kontra nasionalis karena dianggap merugikan petani.

Impor selama ini dibatasi sebagaimana yang tertuang di dalam Undang Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. UU ini menyatakan bahwa ketersediaan pangan merupakan kondisi tersedianya pangan dari hasil produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional. 

baca juga:

Sementara itu, impor hanya bisa dilakukan kalau kedua sumber utama tadi tidak dapat memenuhi kebutuhan.

Di RUU Cipta Kerja, konsep ini diubah sehingga impor menjadi salah satu sumber ketersediaan pangan. Pasal 14 di UU Pangan pun diubah sehingga sumber penyediaan pangan berasal dari produksi pangan dalam negeri, cadangan pangan nasional dan impor pangan. Selaras dengan ini, Undang-Undang 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani pun diubah sehingga Pasal 30 yang dulunya melarang orang untuk mengimpor jika komoditas pertanian dalam negeri dianggap sudah cukup kini menerima impor sebagai sumber kecukupan kebutuhan konsumsi.

“Terbuka impor pangan diharapkan bisa membuat harga pangan menjadi lebih terjangkau. Kebijakan sektor pertanian kita yang cenderung proteksionis sudah terbukti membuat harga kebutuhan pangan kita menjadi mahal dan tidak terjangkau bagi masyarakat miskin. Mereka merupakan golongan yang sangat rentan terhadap kenaikan harga pangan,” jelas Felippa dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase pengeluaran per orang untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari berkisar antara 37 persen di DKI Jakarta hingga 48 persen di Papua Barat. Harga komoditas makanan pokok seperti beras masih dua kali lipat lebih mahal dari harga internasional, yaitu sekitar Rp12.000 per kilogram di Indonesia dibanding Rp6.000 per kilogram di internasional. 

"Harga pangan akan lebih terjangkau kalau impor lebih terbuka, sehingga Indonesia bisa mengakses lebih banyak komoditas pangan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau," paparnya.

Namun Felippa juga menekankan pentingnya pemerintah untuk terus berupaya mengurangi adanya alih fungsi lahan pertanian. Sebagai esensi utama dalam sektor pertanian, lahan perlu dijaga dan dirawat untuk bisa menjaga kontinuitas produksi dan juga meningkatkan produktivitas sebuah komoditas. 

"Kalau RUU Cipta Kerja jadi disahkan, beberapa persyaratan yang tadinya diberlakukan untuk alih fungsi lahan juga akan dihilangkan. Pemerintah harus bisa memastikan ketersediaan lahan pertanian sebagai salah satu sumber pemenuhan kebutuhan pangan nasional," pungkasnya. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pemerintah Diminta Kaji Ulang RIPH Pasca Harga Pangan Naik Gara-gara Corona

Image

Ekonomi

Pengamat Sebut 4 Hal Ini Perlu Dilakukan Demi Jaga Perekonomian

Image

Ekonomi

Pemerintah Diminta Pangkas Rantai Distribusi Daging Sapi

Image

Ekonomi

CIPS sebut Pemerintah Perlu Perkuat Skema Permodalan Ramah UMKM

Image

Ekonomi

Kebijakan Pertembakauan Diminta Jangan Hanya Fokus pada Dana Bagi Hasil

Image

Ekonomi

Peta Jalan Pertembakauan RI, Pro Industri atau Kesehatan?

Image

Ekonomi

Omnibus Law Cipta Kerja Harus Mampu Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian

Image

Iptek

Kominfo Ingin Samakan Persepsi Masyarakat Soal Omnibuslaw

Image

Ekonomi

Penurunan Suku Bunga BI Jadi Stimulus untuk Dorong Kinerja Perekonomian

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

CEO Indosat Klaim Bakal Segera Bagikan Bonus Rp318 Miliar ke Karyawan

Manajemen terus memastikan bahwa kesehatan dan keselamatan semua karyawan dan layanan kepada pelanggan adalah yang utama.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pengamat Minta Pemerintah Alokasikan Anggaran Mudik Gratis ke Sembako

Pemerintah dapat bekerja sama pula dengan pengusaha mini market, sehingga voucher tersebut mudah ditukarkan ke mini market terdekat.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kiat Tetap Santuy dan Produktif, Meski Bekerja di Rumah

Buat Anda yang terbiasa menghabiskan sebagian besar waktu di tempat kerja, mungkin merasa tidak mudah bekerja di rumah.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pengusaha Industri Swasta Diminta Bantu Produksi Massal APD Untuk Lawan Corona

Di berbagai rumah sakit khususnya di daerah-daerah, banyak tenaga medis yang masih kesulitan mendapatkan APD.

Image
Ekonomi

Kementan Terbitkan Rekomendasi Impor Bawang Putih Hingga 450 Ribu Ton

Ada pun kebutuhan nasional bawang putih diperkirakan mencapai 47.000-48.000 ton per bulan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pegawai LMAN Meninggal Dunia Diduga Terpapar COVID-19

Pemeriksaan lebih lanjut dilaksanakan oleh pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mengetahui penyebab meninggalnya Almarhum.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Gegara Corona, AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan 

Penumpang yang terdampak akan menerima pemberitahuan melalui email dan SMS yang terdaftar saat pembelian tiket.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

KKP Kampanyekan Physical Distance Cegah Penyebaran COVID-19

, Indonesia saat ini memang menjadi salah satu negara yang sedang berjuang untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19.

Image
Ekonomi

Capai 5 Triliun! Ini 7 Barang Termahal di Dunia yang Hilang

Apa saja?

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Banyak Pesanan Dibatalkan, Corona Buat Merana Produsen Kerajinan

Memang banyak yang membatalkan pesanan.

terpopuler

  1. Penuh Kebahagiaan, 5 Selebriti Ini Nantikan Kelahiran Anak Pertama di Tahun 2020

  2. Jennifer Aniston dan Brad Pitt Dikabarkan Menikah Diam-diam di Meksiko

  3. Diberi APD Gratis, Direktur RS Harapan Jayakarta ke Anies Baswedan: Semoga Kebaikan Ini Jadi Butiran Pahala

  4. Tanpa Makeup, Begini Penampilan Polos Deretan Artis Cantik Bollywood saat Physical Distancing di Rumah

  5. Pasien Terus Bertambah, Jubir Covid-19: Ini Menandakan Proses Penularan Masih Berlangsung Terus Menerus di Tengah Masyarakat

  6. Kini jadi Mahasiswa UI, 10 Potret Terbaru Sakurta Ginting Pemeran Kipli di ‘Kiamat Sudah Dekat’

  7. Diberhentikan Secara Tidak Hormat, 5 Fakta Penting Komisioner KPU Evi Novida Ginting

  8. Bantah Hoax, SOHO Buktikan Imboost & Imboost Force Baik untuk Imun Tubuh

  9. Telkomsel Berikan Kuota Gratis kepada Pelanggan untuk Akses ke Situs Resmi Informasi COVID-19

  10. Hiraukan Wabah Covid-19, Dua Kelompok Warga Jati Pulo Malah Tawuran

ibunda jokowi

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A Sukrin

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image
Reza Fahlevi

Gotong Royong Melawan Covid-19

Image
Azhar Ilyas

Video Call Jadi Komunikasi ‘Normal’ Sejak Pandemi Covid-19

Image
Ujang Komarudin

Pilkada di Tengah Corona

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Masuk Forbes hingga Hobi Berkebun, Ini 5 Fakta Menarik Amanda Susanti, Pendiri Sayurbox

Image
News

Diberhentikan Secara Tidak Hormat, 5 Fakta Penting Komisioner KPU Evi Novida Ginting

Image
News

Wabah Corona

Sri Mulyani hingga Retno Marsudi, 8 Potret Menteri Srikandi Jalani WFH