Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Bos BTN Pede Laba Akan Kembali Melonjak di Tahun Ini

Siti Nurfaizah

Bos BTN Pede Laba Akan Kembali Melonjak di Tahun Ini

Nasabah melakukan transaksi di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BTN di Jakarta, Rabu (18/7/2018). Sepanjang Januari-Juni 2018 transaksi digital meningkat 7% dari total pendapatan non-bunga Bank BTN yang mencapai Rp939,346 miliar. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala N Mansury optimistis pada tahun 2020 dapat mengembalikan BTN ke "jalurnya" setelah pada tahun 2019 laba bank spesialis pembiayaan perumahan itu anjlok.

"Kami memiliki optimisme, tahun ini laba bisa kembali ke tingkat laba tahun sebelumnya yakni Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun," ujar Pahala saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Pada 2019 lalu, laba bersih BTN hanya mencapai Rp209 miliar, turun jauh hingga 92,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,81 triliun.

baca juga:

Menurut Pahala, dengan meningkatnya rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) dan adanya penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71, BTN harus meningkatkan alokasi dana untuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atau CKPN.

"Jadi kalau sebelumnya secara rata-rata total pencadangan atau CKPN yang dibentuk oleh BTN itu Rp1 triliun sampai Rp1,5 triliun, dengan adanya penerapan PSAK tersebut maka pencadangan kami memang perlu ditingkatkan," katanya dilansir dari Antara.

Kepada anggota DPR, Pahala menjelaskan bahwa pada September 2019 NPL perseroan menyentuh 3,5 persen. Pada akhir tahun, dengan penyesuaian kolektabilitas, NPL meningkat menjadi 4,7 persen.

"NPL meningkat terutama karena diperlukan penyesuaian kolektabilitas karena memang ada banyak nasabah yang kami lihat tidak memenuhi kriteria untuk bisa dikategorikan sebagai nasabah performing loans atau kolektabilitasnya 1 dan 2. Dengan adanya penyesuaian tersebut, sehingga total pencadangan yang perlu dilakukan BTN itu meningkat menjadi Rp3,7 triliun. Tentu ini menyebabkan total laba yang bisa dibukukan BTN tahun lalu menjadi hanya sebesar Rp209 miliar," ujar mantan Dirut Garuda Indonesia itu.

Pahala menilai, perjalanan berat yang dilalui BTN sepanjang tahun lalu cukup menjadi historical experience dan ke depan ia meyakini kondisi profitabilitas perusahaan akan meningkat.

Bersama direksi baru lainnya yang ditunjuk November tahun lalu, ia juga optimistis dapat menjaga permodalan dan likuiditas perseroan. Untuk permodalan sendiri, lanjut Pahala, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BTN masih sangat cukup yaitu di atas 18 persen.

"Di akhir tahun lalu dan awal tahun ini kami sudah melakukan berbagai inisiatif permodalan, termasuk kerja sama dengan Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk mendapatkan permodalan tier 2 tambahan sebesar Rp3 triliun dan sudah disetujui juga oleh OJK sehingga memungkinkan kami memiliki permodalan yang kuat. Total ekses likuiditas yang kami miliki juga mencapai lebih dari Rp13 triliun sampai kadang-kadang mendekati Rp15 triliun. Kami yakini kondisi likuiditas kami justru bahkan membaik," kata Pahala.

Pahala menceritakan, pada akhir 2019, BTN memang menurunkan Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk menurunkan biaya dana perseroan. Saat itu, banyak biaya dana yang cukup mahal namun sifatnya jangka pendek.

"Contohnya ada Rp3 triliun sampai Rp4 triliun dana yang berasal dari institusi dengan produk giro tetapi harus dibayar antara 6-8 persen padahal giro tersebut hanya bertahan di BTN sekitar satu bulan saja. Karena kita memiliki likuiditas yang sangat baik, bagaimana kita turunkan biaya dana ini, dengan ya sudah kita tidak usah terlalu agresif ambil dana jangka pendek dan justru berupaya turunkan biaya dana," ujarnya.

Dampaknya, pada Januari terlihat realisasi biaya dana BTN turun 15 hingga 20 basis poin dibandingkan biaya dana yang harus dibayarkan pada akhir 2019 lalu. Menurut Pahala, hal itu merupakan strategi perseroan yang diambil untuk memperbaiki kondisi profitabilitas sambil terus menjaga likuiditas.

Fokus BTN ke depan, lanjut Pahala, yaitu mengembangkan bisnis transaksional dengan mengambil dan memperkenalkan berbagai produk, termasuk mobile banking BTN versi terbaru.

"Tahun 2019 lalu, rasio dana murah BTN mencapai 43 persen, jadi 57 persen itu merupakan dana mahal atau deposito. Tahun 2018 dana murah juga 43 persen, jadi relaltively flat lah. Kita harapkan di 2020 akan naik dari 43 pesen jadi 45 mendekati 46 persen dengan kita kembangkan produk tabungan, akativitasi nasabah, introduce mobile banking baru, kita kejar program EDC (Electronic Data Capture) untuk bisa masuk ke merchant-merchant. Dari total transaksi mobile banking dan ATM yang ada menunjukkan peningkatan tapi tentunya disiplin baru bagaimana kita kembangkan bisnis transaksional untuk bisa dapatkan dana murah ini, harus terus kita tingkatkan. Ini betul-betul jadi program kami di 2020," ujar Pahala.

Tahun ini, BTN sendiri menargetkan pertumbuhan kredit meningkat hingga 10 persen, sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga mencapai 13-14 persen dengan tingkat NPL terjaga di kisaran 3,5 persen. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

OJK Perpanjang Lagi Restrukturisasi Kredit Sampai Tahun Depan

Image

Ekonomi

Kementerian PUPR Resmikan Kantor Cabang Bank BTN di Kampus PUPR

Image

Ekonomi

Bank BTN Catatkan Kinerja Apik, Laba Bersih Melesat 39,72 Persen

Image

Ekonomi

DPR RI

Misbakhun Akui Transformasi Digital Mampu Muluskan Indonesia Jadi Negara Maju

Image

Ekonomi

DPR RI

Misbakhun: Sudah Seharusnya Perbankan Bertransformasi Lewat Digitalisasi Pelayanan

Image

Ekonomi

BTN Gandeng Puriloka Jayakusuma, Sasar Pasar Milenial dengan CLBK

Image

Ekonomi

BI dan OJK Sepakati Penguatan Proses Pemberian Likuiditas ke Perbankan

Image

Ekonomi

FOTO Genjot Transaksi Kartu Debit, Bank BTN Kolaborasi dengan Mitra 10

Image

Ekonomi

Gaet Mitra10, Bank BTN Genjot Transaksi Kartu Debit BTN

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kekayaan hingga Rp234 Triliun! 5 Fakta Menarik Lee-Kun-hee, Pemimpin Samsung Group

Lee-Kun-hee, pemimpin Samsung Group, meninggal dunia

Image
Ekonomi

5 Poin yang Perlu Kamu Cermati Sebelum Memulai Investasi Emas

Berikut ini beberapa poin utama dalam melakukan investasi emas.

Image
Ekonomi

Orang Tertajir di Korsel, Simak Trik Bisnis Ala Mendiang Bos Samsung Lee Kun-hee

Sebelum meninggal nama pentolan Samsung Lee Kun-hee memang dikenal memiliki harta kekayaan melimpah

Image
Ekonomi

Trik Jitu Tetap Makan Enak Meski Bokek di Tanggal Tua

Berikut 4 tips yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan makanan yang enak, sehat dan murah pada saat kantong menipis akhir bulan.

Image
Ekonomi

Ingin Lolos dari Operasi Zebra, Kuy Kenali Jenis Razia dan Cara Bayarnya!

Para pengendara kendaraan pribadi pasti pernah mengalami masa dimana kena tilang para polisi lalu lintas saat ada operasi razia

Image
Ekonomi

Kepoin Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Mingguan, Libra Waktunya Menabung!

Tak bisa dipungkiri ramalan zodiak memang terkadang sering ditunggu-tunggu khususnya para kaum milenial

Image
Ekonomi

Pertamina Ingatkan Konsumen Utamakan Keselamatan di SPBU

PT Pertamina (Persero) kembali mengingatkan konsumen agar selalu mengutamakan keselamatan selama berada di area SPBU

Image
Ekonomi

KKP Sebut Profesi Nelayan Menjanjikan, Ini Sederet Keistimewaannya!

KKP sebut profesi sebagai nelayan merupakan hal yang sangat menjanjikan terlebih dengan berbagai kemudahan sektor kelautan dan perikanan

Image
Ekonomi

Food Estate Tak Kuasa Mengatasi Krisis dan Membangun Kedaulatan Pangan di Indonesia?

Rencana pemerintah membangun food estate tidak berdasarkan kenyataan pangan dan pertanian saat ini di Indonesia

Image
Ekonomi

Ada Peningkatan Pekerja Anak Secara Global, Industri Produksi Kakao Dikecam Dunia

Sebuah studi baru dari Universitas Chicago mengungkapkan terjadi peningkatan pekerja anak dalam produksi kakao atau coklat secara global

terpopuler

  1. Gus Nur Jadi Tersangka Hina NU, Habiburokhman: Aneh Kalau Bapak Berseteru dengan Anak

  2. KSPI Bakal Demo Besar-besaran, Ferdinand Hutahaean: Negara Tidak Akan Tunduk

  3. Mantap Jiwa, 5 Zodiak Ini Beruntungnya Enggak Main-main Lho!

  4. Berprofesi Sebagai Ustaz, Ayah Dinar Candy Nyerah Nasehati Gaya Pakaian Sang Anak

  5. 5 Zodiak Ini Diramal Gampang Kaya di Usia Muda, Zodiakmu Termasuk?

  6. Demokrat Minta Kasus Gus Nur Dimaafkan, Abu Janda: Partai Kok Gak Ada Integritas

  7. Terungkap, Google Bayar Triliunan Rupiah untuk Jadi Mesin Pencarian Utama di Perangkat Apple

  8. Jakarta Banjir Lagi! 72 RT Terendam Sejak Tadi Malam

  9. Luhut Ungkap Segudang Alasan Pemerintahan Jokowi Lebih Mesra ke China!

  10. Wagub Ariza Mau Tertibkan Rumah Mewah, PDIP: Orang Kaya Nggak Tinggal di Pinggir Kali

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Membatalkan Kompetisi Liga 1

Image
Azhar Ilyas

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Image
UJANG KOMARUDIN

Mengawal Omnibus Law

Image
ABDUL MUKTI RO'UF

Tiga Nalar Pendidikan Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
Iptek

Lee Kun-Hee, Sosok Luar Biasa di Balik Kejayaan Samsung Meninggal Dunia

Image
News

5 Fakta Menarik Wali Kota Tasikmalaya, Bos Angkot hingga Jadi Tersangka KPK

Image
News

5 Gaya Politisi Budisatrio Djiwandono saat Olahraga, Bersepeda hingga Berkuda