image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Investor Buru Aset Safe Haven Logam, Emas Makin Cemerlang

Prabawati Sriningrum

Image

Petugas menunjukan logam mulia emas batangan, di gerai Butik Emas Aneka Tambang (Antam), di Jakarta, Jumat (28/6/2019). Setelah sempat turun dalam dua hari terakhir, hari ini Jumat (28/6) mengalami kenaikan Rp4.000 dengan harga jual Rp711.000 per gram. Meskipun harga emas semakin melejit, tidak menyurutkan warga untuk berinvestasi emas. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO Harga emas naik ke tingkat tertinggi dalam lebih dari satu minggu pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), di jalur untuk kenaikan mingguan, karena investor memburu aset safe-haven logam untuk lindung nilai terhadap dampak ekonomi dari wabah Virus Corona.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Bursa Comex naik 7,6 Dolar AS atau 0,5 persen, menjadi ditutup pada 1.586,40 Dolar AS per ounce. emas berjangka menetap lebih tinggi untuk hari ketiga berturut-turut di tengah permintaan safe-haven.

Sementara itu, harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi 1.583,18 Dolar AS per ounce pada pukul 01.43 sore waktu setempat (18.43 GMT), setelah menyentuh 1.583,76 Dolar AS, harga tertinggi sejak 3 Februari. Untuk minggu ini, emas naik sekitar 0,8 persen, seperti diberitakan Antara, Sabtu (15/2/2020).

Skenario Virus Corona masih belum jelas dan berita utama tentang situasi ini membuat pasar saham bergejolak, memaksa investor untuk berlindung pada safe-haven emas," kata George Gero, direktur pelaksana RBC Wealth Management.

"Sekalipun dengan virus tidak ada, emas diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran 1.550 - 1.600 Dolar AS karena ketidakpastian lain seperti suku bunga yang lebih rendah di seluruh bank-bank sentral utama, ketegangan Timur Tengah dan risiko politik lainnya masih ada."

Otoritas China pada Kamis (13/2/2020) melaporkan 121 kematian baru dan 5.000 kasus Virus Corona baru di China daratan, dan para ekonom menurunkan kembali ekspektasi pertumbuhan untuk ekonomi terbesar kedua di dunia itu saat mereka menilai dampak wabah tersebut.

Pasar saham global telah mengalami minggu yang bergejolak karena investor mengambil dan keluar dari posisi dalam aset berisiko yang didorong oleh berita utama yang sering berubah di sekitar wabah Virus Corona China.

Wall Street dibuka sedikit lebih tinggi, namun kenaikannya terus dibatasi oleh kekhawatiran tentang pukulan ekonomi dari wabah.

Lebih lanjut mendukung kenaikan emas, imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun setelah data penjualan ritel lemah di tengah kekhawatiran virus.

Pengeluaran konsumen AS tampaknya telah melambat lebih lanjut pada Januari, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan ekonomi untuk terus berkembang pada kecepatan moderat.

baca juga:

"Kami masih menargetkan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, selain kelemahan dolar dari sudut perdagangan. Kami percaya ini memberi emas hadiah risiko yang baik bahkan jika kami tidak melihat adanya ketidakpastian lebih lanjut dalam ketidakpastian pasar ekuitas,” kata analis UBS dalam sebuah catatan.

Di antara logam mulia lainnya, paladium turun 0,3 persen menjadi 2.417,20 Dolar AS per ounce, tetapi berada di jalur untuk mencatat minggu terbaiknya sejak pekan yang berakhir 17 Januari, dengan kenaikan lebih dari empat persen.

Perak naik 0,7 persen menjadi 17,75 Dolar AS, sedangkan platinum turun 0,3 persen menjadi 964,53 Dolar AS.

Di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Maret naik 11,5 sen atau 0,65 persen, menjadi ditutup pada 17,734 Dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun 5,9 Dolar AS atau 0,61 persen, menjadi menetap pada 968,8 Dolar AS per ounce.[]

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Imbas Corona, Pemerintah Diskon Tiket Penerbangan 30 Persen

Image

Ekonomi

Virus Corona Makin Parah, Rupiah Makin Lemah

Image

News

Wabah Corona

Wabah Virus Corona di Korsel Capai Hampir Seribu Kasus, Kondisi Daegu Kini bak Kota Mati

Image

Ekonomi

Virus Corona Terus-terusan Buat IHSG Terluka

Image

News

Jokowi: Pastikan Percepatan Pencairan Dana Desa

Image

News

China Bakal Larang Konsumsi Satwa Liar, Rugikan Industri Rp1,02 Kuadriliun

Image

News

Wabah Corona

7 Kematian, Italia Jadi Negara di Luar Asia dengan Penderita Corona Terbanyak

Image

News

PDIP Minta Menkumham Sediakan Kamar Asmara di Lapas

Image

News

Diduga Intel, China Penjarakan Penjual Buku Asal Hong Kong

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kehabisan atau Menumpuk? Ini 5 Tips Jitu Kelola Stok Barang

Dari keseluruhan stok barang yang kamu miliki, kelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan tingkat penjualannya

Image
Ekonomi

Luhut Klaim Berubahnya Status Negara Indonesia, Tak Akan Hilangkan Insentif Dagang AS

Bila Indonesia mendapat fasilitas GSP, nantinya bisa memangkas bea masuk impor.

Image
Ekonomi

Pertamina Minta Insentif Untuk Turunkan Harga Gas Industri

Melalui aset di hilir pun perusahaan ingin LMAN menghapus sewa aset kilang.

Image
Ekonomi

Lelang SBSN, Pemerintah Serap Dana Rp7 Triliun

Pemerintah menyerap dana Rp7 triliun dari lelang empat seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Image
Ekonomi

Tips Memilih Reksa Dana yang Aman Terhindar dari Gonjang-ganjing Pasar

Isu negatif seringkali menerpa industri reksa dana akhir-akhir ini. Beberapa kasus membuat cemas para investor.

Image
Ekonomi

BEI Akan Perbaiki Mekanisme Minimalisir Pergerakan 'Aneh' Saham

Bursa Efek Indonesia akan memperbaiki mekanisme pergerakan saham.

Image
Ekonomi

Imbas Corona, Pemerintah Diskon Tiket Penerbangan 30 Persen

Pemerintah akan memberikan insentif berupa diskon tiket pesawat domestik sebesar 30 persen mulai Maret 2020.

Image
Ekonomi

Virus Corona Makin Parah, Rupiah Makin Lemah

Nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan Selasa (25/2/2020) melemah 0,09% atau 13 poin ke Rp13.883 per satu dollar AS di pasar spot.

Image
Ekonomi

Ada Kesamaan, Omnibus Law Bakal Berbenturan dengan RUU Minerba?

Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan menilai terdapat tabrakan dan kesamaan antara RUU Cipta Kerja dengan RUU Minerba.

Image
Ekonomi

DPR Minta Menteri KKP Agar Segera Perbaiki Polemik Regulasi Kelautan dan Perikanan

Hasil revisi aturan juga bakal diserahkan secara tertulis kepada Komisi IV DPR RI.

terpopuler

  1. Didakwa Bersalah dalam Kasus Penganiayaan, Nikita Mirzani Terancam Dua Tahun Penjara

  2. Pengakuan Pembina Pramuka Tersangka Susur Sungai, Ada yang Tinggalkan Siswa untuk Transfer Uang

  3. Dibuka Kembali Setelah 40 Tahun, 5 Fakta Menarik Rumah Bordil Kuno 'House of Lovers' di Pompeii

  4. Kawasan Istana Negara Terendam Banjir, Anak Buah Anies: Nggak Sampai Masuk ke Dalam

  5. Yunarto Lapor Anies Gegara Rumah Kebanjiran Lagi, Fadjroel: Ya Allah, Hampir Tenggelam Rumahmu Bro? Hati-hati Bro

  6. Sebelum Alisson Becker, 3 Kiper Liverpool Era Klopp Ini Suka Blunder

  7. Pengunduran Diri Diterima, Mahathir Tetap Jadi PM Sementara

  8. Survei Median: Kelompok 212 Lebih Pilih Anies di Pilpres 2024 Ketimbang Prabowo

  9. 5 Kisah Cinta Ahmad Dhani dan Maia Estianty yang Penuh Perjuangan dan Air Mata

  10. Peneliti Temukan Obat Hipertensi yang Lebih Efektif Turunkan Tekanan Darah

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Politik Dinasti, Oligarki dan Anomali Demokrasi

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Tewas Saat Luncurkan Roket Buatannya, Ini 6 Fakta Menarik Penganut Bumi Datar Mike 'Mad' Hughes

Image
Ekonomi

7 Fakta Menarik Ryan Angkawijaya, Sukses Raup Omzet Rp250 Juta Per Bulan dari Arum Manis

Image
News

Masuk 30 Under 30 Forbes, 10 Pesona Cucu Luhut Pandjaitan Faye Simanjuntak