Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Demi Neraca Dagang, Pemerintah Diminta Tetap Lanjutkan RCEP

Wayan Adhi Mahardika

Demi Neraca Dagang, Pemerintah Diminta Tetap Lanjutkan RCEP

Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Keadilan Ekonomi, demonstrasi di depan kantor ASEAn, menuntut pemberhentian RCEP, Jumat (23/8) | AKURAT.CO/Wayan Adhi Mahardhika

AKURAT.CO Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Ira Aprilianti menginginkan Indonesia tetap terus melanjutkan pembahasan dalam rangka mewujudkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang merupakan blok perdagangan terbesar di dunia.

"Kemitraan RCEP memiliki peran penting dalam meningkatkan neraca perdagangan Indonesia," kata Ira Aprilianti dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (11/2/2020). 

Seperti diketahui, RCEP merupakan inisiatif kemitraan yang dimulai sejak tahun 2012 yang bertujuan mengintegrasikan kawasan perekonomian negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dengan enam mitra perdagangan terbesar ASEAN, yaitu China, Korea, Jepang, India, Australia, dan Selandia Baru.

baca juga:

Namun, India memutuskan untuk menarik diri dari kemitraan perdagangan tersebut pada tahun 2019.

"India menarik keanggotaan mereka dalam RCEP karena mereka khawatir bahwa hal itu akan merugikan produsen dalam negeri mereka. Mereka mengkhawatirkan potensi lonjakan impor China, meskipun ada konsesi yang signifikan dan tawaran tindakan perlindungan dari China. Namun bagi Indonesia, RCEP tetap penting dan berpeluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," jelas Ira.

Menurut dia, sejumlah hal yang mengakibatkan RCEP sangat penting bagi Indonesia karena RCEP bila terwujud akan menjadi blok perdagangan terbesar di dunia, atau hampir dua kali lipat dari Kemitraan Trans-Pasifik.

ASEAN juga melaporkan bahwa pada tahun 2018, ekonomi kawasan RCEP tumbuh sebesar 5,6 persen yang meliputi 47,4 persen seluruh populasi global, 32,2 persen ekonomi global, 29,1 persen perdagangan global dan 32,5 persen aliran investasi global.

"Dengan dan tanpa India, lanjut Ira, RCEP masih merupakan blok perdagangan terbesar di dunia berdasarkan bobot ekonomi dan populasi," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki hubungan perdagangan yang sangat dekat dengan negara-negara peserta. Indonesia juga dinilai akan mendapatkan manfaat RCEP lima tahun setelah ratifikasi, di mana RCEP diharapkan akan meningkatkan 8-11 persen dari ekspor dan 18-22 persen dari investasi.

Oleh karena itu, ujar dia, RCEP sangat penting untuk mendorong perdagangan Indonesia untuk tumbuh lebih stabil.

"Selanjutnya, RCEP harus dianggap sebagai langkah yang konsisten bagi Indonesia dan ASEAN untuk memperkuat perdagangan regional. Ini akan menjadi upaya lebih lanjut dari pengurangan tarif AFTA dan ASEAN Plus, untuk diperluas pada upaya menuju kesepakatan yang lebih dalam yang mencakup langkah-langkah nontarif," kata Ira.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada tahuh lalu memerintahkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto pada akhir 2020 Indonesia sudah harus menyelesaikan perjanjian RCEP (Kerjasama Ekonomi Komprehensif Regional) dengan negara anggota ASEAN dan enam negara lain, yakni India, Cina, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

"Ini yang belum kita miliki perjanjian perdagangan dengan mereka saya minta diselesaikan dalam akhir tahun depan," ucapnya pada 30 Oktober 2019. []



Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

Ekonomi

Pemerintah Diminta Tetap Salurkan Bansos Sekalipun RI Masuk Jurang Resesi

Image

Ekonomi

DPR RI

Anggota DPR Ini Genjot Percepatan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah

Image

Ekonomi

Pemerintah Didesak Beri Insentif ke Usaha Ramah Lingkungan

Image

Ekonomi

Subsidi Upah Pekerja, Harus Mampu Rangsang Konsumsi Rumah Tangga

Image

Ekonomi

Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

OJK Beberkan 8 Tantangan Gairahkan Ekonomi di Era New Normal

Image

Ekonomi

Masih Minim, Pemerintah Diminta Dorong Investasi Sektor Pertanian

Image

Ekonomi

Pentingnya Dukungan NU Percepat Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi

Image

Ekonomi

Peneliti: Pemungutan Pajak Digital Perusahaan Asing Berikan Rasa Keadilan

Image

Ekonomi

CIPS: Harus Ada Regulasi Jelas untuk Profesi Perencana Keuangan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Barata Indonesia Kantongi Izin Bangun Pabrik Logistik Berikat di Jawa Timur

Barata Indonesia kantongi izin dari Bea Cukai Jawa Timur untuk mendirikan Pusat Logistik Berikat (PLB).

Image
Ekonomi

Geger FinCEN Files Bocorkan Skandal 'Uang Kotor' Bank-bank Dunia Termasuk RI!

Sebuah laporan dari intilejen keuangan di Amerika Serikat atau dokumen FinCEN tengah ramai dibahas berbagai media di seluruh dunia.

Image
Ekonomi

Lagi-lagi Direvisi, Sri Mulyani Bilang Ekonomi RI Minus 1,7 Persen Tahun Ini

Menkeu Sri Mulyani kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di tahun ini.

Image
Ekonomi

Dongkrak Ekspor dan Industri Otomotif, Pembangunan Pelabuhan Patimban Dikebut

Pemerintah akan mempercepat penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban di pantai utara Jawa Barat, sebagai bagian dari PSN.

Image
Ekonomi
DPR RI

Komisi IV DPR Beri Waktu 2 Hari untuk Kementan Evaluasi dan Revisi Program Kerja

Komisi IV DPR RI meminta Kementan untuk meninjau kembali satuan unit kegiatan dan melakukan revisi kegiatan sehingga lebih efisien.

Image
Ekonomi

Sri Mulyani: Barang Milik Negara Bisa Dimanfaatkan untuk Perawatan Pasien COVID-19

Menkeu Sri Mulyani mengatakan pentingnya memanfaatkan barang milik negara (BMN) dan barang milik daerah (BMD) di tengah COVID-19.

Image
Ekonomi

Dukung Program PEN, PTPN IV Alokasikan Rp3 Miliar

PTPN IV mengalokasikan Rp3 miliar lebih guna mendukung program PEN.

Image
Ekonomi

Jangan Panik Jika Kondisi Keuangan Kritis, Coba Ikuti Langkah-langkah Ini!

Simak nih beberapa hal yang perlu dilakukan saat keuangan kamu kritis.

Image
Ekonomi

5 Tips Jitu Belanja Hemat Kebutuhan Pokok Tanpa Harus Keluar Rumah

Berikut 5 tips khusus dalam berbelanja kebutuhan pokok, termasuk sembako secara online.

Image
Ekonomi

Imbas Covid-19, Hyundai Bekukan Gaji Karyawan Pertama Kali Sejak Krisis 2009

Hyundai Motor Co dan serikat pekerja sepakati keputusan untuk bekukan gaji karyawan sebagai imbas pandemi Covid-19.

terpopuler

  1. Kalau Pilkada Dilaksanakan di Tengah Pandemi, KAMI: Jokowi Ingkar Janji

  2. Karier 6 Zodiak Ini Cemerlang di Sisa Akhir 2020, Selamat Ya!

  3. Suasana Malam Yogyakarta di Masa Pandemi Tampak Ramai, Warganet: Ngeri... Ngeri...

  4. Sindir Kepala Daerah, Teddy Gusnaidi: Kegedean Bacot di Media, tapi Tidak Punya Nyali

  5. 5 Nama Anak Artis Unik Banget, Anakku Lelaki Hoed hingga Air Rumi Akbar 1453

  6. Gagal Bujuk PBB Jatuhkan Sanksi ke Iran, AS Terancam 'Dikucilkan Maksimal'

  7. Viral Video Kelompok Maluku Bentrok dengan BPPKB, Kapolsek : Itu Hoaks

  8. Gambar Kim Jong-un Dijadikan Kertas Bekas, Korea Utara Perintahkan 'Inspeksi' Nasional

  9. 5 Serba-serbi Madiun, Pusat Salah Satu Perguruan Pencak Silat Tertua di Indonesia hingga Miliki Pabrik Kereta Api

  10. 5 Sisi Lain Pelatih Leeds United Marcelo Bielsa, Pernah Suruh Pemain Pungut Sampah 3 Jam

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image
Khalifah Al Kays Yusuf dan Tim Riset ALSA

Dampak Kebijakan PSBB Terhadap Hak Pekerja

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit

Pandemi COVID-19 dan Bencana Ekologis Planet Bumi

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Pesona Mutiara Annisa Baswedan dengan Rambut Pendek, Lebih Fresh!

Image
News

5 Potret Pramono Anung saat Bersepeda, Capai Puluhan Kilometer!

Image
News

5 Potret Annisa Yudhoyono saat Berhijab, Pesonanya Terpancar!