Ekonomi

Ekonomi Syariah Mampu Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Bangun Indonesia


Ekonomi Syariah Mampu Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Bangun Indonesia
Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo saat memberikan sambutan dalam acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) tahun 2018, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/5). (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO, Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo menegaskan bahwa ekonomi dan keuangan syariah bukanlah merupakan suatu konsep yang eksklusif yang hanya ditujukan untuk umat Islam, namun merupakan suatu konsep yang inklusif yang secara aktif melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pergerakan roda perekonomian.

"Nilai-nilai ekonomi syariah menjunjung tinggi keadilan, kemaslahatan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya titipan Allah SWT. Nilai-nilai ekonomi syariah ini kemudian diturunkan dalam prinsip dasar ekonomi dan keuangan syariah," ujar Agus saat memberikan sambutan dalam acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) tahun 2018, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/5).

Dalam prinsip dasar ekonomi dan keuangan syariah, Agus menuturkan bahwa harta didorong agar dapat dimanfaatkan dalam aktivitas perekonomian untuk mencegah terjadinya penumpukan harta.

Selain itu, kegiatan ekonomi juga dilakukan dengan mengoptimalkan prinsip berbagi hasil dan berbagi risiko, mendorong partisipasi sosial untuk kepentingan publik, menjunjung transaksi muamalah yang adil dan transparan, serta transaksi keuangan yang didasarkan pada transaksi di sektor riil.

"Berbagai dinamika telah mewarnai perjalanan perekonomian Indonesia di tahun 2017. Kita patut syukuri bahwa perekonomian Indonesia tahun 2017 menunjukkan kinerja yang baik ditengah berbagai tantangan yang masih menyelimuti perekonomian global," imbuh dia.

Bank Indonesia mencatat Inflasi berada dalam kisaran sasaran selama 3 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi meningkat dan merupakan yang tertinggi dalam 4 tahun terakhir. Defisit transaksi berjalan berada pada tingkat yang sehat, momentum pertumbuhan ekonomi berlanjut diikuti oleh struktur pertumbuhan yang lebih baik, dan stabilitas sistem keuangan yang tetap kuat.

Kemudian kepercayaan asing juga terus membaik yang tercermin pada upgrade peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat utama dunia serta dimasukkannya obligasi pemerintah Indonesia ke dalam Bloomberg Global Bond Index.

"Ke depan, ekonomi Indonesia dapat tumbuh secara berkelanjutan, seimbang, dan inklusif apabila partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan ekonomi dapat lebih ditingkatkan. Meningkatnya partisipasi masyarakat tersebut, diharapkan juga akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Terkait hal tersebut, kami melihat peran penting yang dapat dimainkan oleh ekonomi dan keuangan syariah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat," tutur Agus.

Meskipun telah menunjukkan perkembangan yang positif dalam beberapa waktu terakhir, potensi ekonomi dan keuangan syariah dalam kegiatan ekonomi nasional kami pandang masih sangat besar. Hal ini antara lain terkait dengan upaya mengatasi permasalahan kesenjangan dan distribusi pendapatan di masyarakat dengan memanfaatkan dana sosial keagamaan berupa zakat, infaq, sadaqah dan wakaf (ZISWAF).

"ZISWAF jika dikelola dengan tepat akan dapat berperan aktif dalam mewujudkan distribusi pendapatan dan distribusi kesempatan yang lebih baik, sehingga dapat berfungsi sebagai mesin penggerak baru bagi pembangunan bangsa ini," pungkas Agus. []