Ekonomi

Ekonomi RI Bakal Maju Jika 10 Persen Penduduknya Pengusaha

Wapres Ma'ruf Amin: perekonomian suatu negara bisa dikatakan maju apabila 10 persen jumlah penduduknya merupakan pelaku usaha.


Ekonomi RI Bakal Maju Jika 10 Persen Penduduknya Pengusaha
Pameran usaha waralaba terbesar International Franchise, Licence & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2018 sedang berlangsung di Aseembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (20/7/2018). Acara yang diselenggarakan oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini akan berlangsung selama tiga hari yakni mulai 20-22 Juli 2018. IFRA 2018 diikuti oleh sebanyak 280 merek waralaba yang berasal dari (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan perekonomian suatu negara bisa dikatakan maju apabila jumlah penduduk sebagai pelaku usaha sedikitnya 10 persen dari populasi negara tersebut.

"Selain riset dan inovasi, perekonomian di negara-negara maju juga didukung oleh banyaknya pelaku wirausaha, dengan perbandingan jumlah pelaku wirausaha 10 persen atau lebih dibandingkan populasi penduduknya," kata Wapres pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (25/9/2021).

Namun demikian, merujuk pada Enterpreneurship Global Index 2018, Wapres menyebutkan jumlah pelaku usaha di Indonesia masih tergolong rendah, yakni hanya 3,1 persen dibandingkan total penduduk.

"Jumlah wirausahawan Indonesia baru 3,1 persen dari total populasi penduduk atau sekitar 8,06 juta jiwa," tambahnya.

Persentase tersebut menempatkan Indonesia masih di bawah sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Singapura (tujuh persen), Malaysia (enam persen) dan Thailand (lima persen).

Oleh karena itu, Wapres mendorong generasi milenial di Indonesia untuk mulai merintis wirausaha secara kreatif dan melek teknologi.

Wapres juga mencontohkan berbagai usaha rintisan atau start-up business buatan anak muda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, seperti Bukalapak dan RuangGuru.

"Kita mendapat pelajaran penting bahwa inovasi, penguasaan teknologi digital dan jiwa wirausaha akan melipatgandakan produktivitas dan daya saing," jelasnya.

Sementara itu, di tingkat global, Wapres mencontohkan perusahaan teknologi Apple Inc. yang berhasil meraih valuasi hingga 2 triliun dolar AS di tengah krisis pandemi pada Agustus 2020.