Ekonomi

Ekonomi Kreatif Berpeluang Bisnis Terbuka di Era Digital

Ekonomi Kreatif Berpeluang Bisnis Terbuka di Era Digital
Ilustrasi Ekonomi Kreatif (MODERNDIPLOMACY.eu)

AKURAT.CO Digitalisasi menjadi hal yang tidak bisa dibendung. Sementara pertukaran budaya yang otomatis terjadi di ruang digital akibat interaksi di dunia maya ikut memuncul aspek-aspek ekonomi dan kapital yang penting di masyarakat.

Sekjen ASPIKOM dan Pegiat Media Literasi UMM, Muhammad Himawan Sutanto dampak positif digitalisasi akan mengarah pada potensi ekonomi digital.

Di mana kini marketplace yang diibaratkan seperti sebuah pasar dapat mendatangkan banyak kesempatan dan peluang meningkatkan taraf hidup orang banyak.

baca juga:

"Era ekonomi kreatif merupakan era ekonomi baru setelah ekonomi pertanian, ekonomi industri, dan ekonomi informasi," ujar Himawan saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Jumat (23/9/2022).

Selain itu bisa dimaksimalkan dengan mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Namun, tentunya terkait dengan kondisi digitalisasi terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi seperti mengaburnya wawasan kebangsaan, menipisnya kesopanan dan kesantunan.

Hingga hilangnya budaya Indonesia karena budaya asing mendapat panggung dan lebih bisa memanfaatkan media digital.

Sementara padahal kekayaan dan keragaman Indonesia tak kalah menarik. Minimnya pemahaman akan hak digital juga menjadi tangangan.

Belum lagi kebebasan berekspresi yang kebablasan bisa mengacu pada komentar atau unggahan yang kurang menghargai pengguna internet lainnya. Serta hilangnya batas-batas berekspresi dan pelanggaran akan hak cipta karya intelektual di dunia digital.

Merespons perkembangan Teknologi Informasi Komputer (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital.

Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Kaprodi Teknik Geomatika Unitomo, Yunus Susilo, Sekjen ASPIKOM dan Pegiat Media Literasi UMM, Muhammad Himawan Sutanto, serta Pustakawan ITS Surabaya, Mizati Dewi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi