Ekonomi

Ekonomi Indonesia Bisa Tergelincir Jatuh Tahun Depan

Selain itu kenaikan suku bunga ini akan berpengaruh pada harga komoditas dimana harganya bisa menurun ketika inflasi tinggi dan resesi global terjadi


Ekonomi Indonesia Bisa Tergelincir Jatuh Tahun Depan
Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan memperingatkan bahwa perekonomian Indonesia bisa tergelincir  pada pertengahan tahun ini atau 2023 nanti. (Dokumentasi )

AKURAT.CO, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan memperingatkan bahwa perekonomian Indonesia bisa tergelincir  pada pertengahan tahun ini atau 2023 nanti.

Ia menjelaskan kenaikan suku bunga The Fed akan berdampak pada Bank Indonesia. Seperti diketahui the fed telah menaikkan suku bunga 0,75 persen pada Juni lalu.

Menurutnya hal tersebut terlambat, sehingga masih belum mampu menekan inflasi di AS. Untuk itu The Fed bakal terus menaikan suku bunga dimana dampaknya Bank Indonesia juga ikut menaikkan.

baca juga:

Kenaikan suku bunga tersebut dapat menekan sektor keuangan di Indonesia. Sehingga mempengaruhi berbagai sektor lainnya seperti properti, otomotif, durable, dan goods.

Dimana pertumbuhan ekonomi bisa melemah dan mengalami kontraksi.

"Jadi kenaikan suku bunga menekan sektor keuangan otomais BI akan mengikuti. Kemudian  ada ancama gagal bayar hutang terutama swasta yang harus diperhatikan," kata Anthony saat acara gelora talks, dikutip dari YouTube, Rabu (22/7/2022).

Selain itu kenaikan suku bunga ini akan berpengaruh pada harga komoditas dimana harganya bisa menurun ketika inflasi tinggi dan resesi global terjadi. Inilah yang membuat Indonesia bakal mengalami penurunan ekonomi drastis ketika selama ini mengandalkan komoditas.

"kita beresiko menghadapi penurunan ekonomi drastis. kalo kita liat fenomena komoditas naik saat ini maka bisa turun drastis ini saya khawatirkan ini bisa jadi krisis berkepanjangan," katanya.

Selain itu ancaman lainnya Indonesia akan mengalami capital outflow dimana menekan kurs rupiah dan defisit transaksi berjalan melebar.