News

Ekonom UI Sebut Formula E Akan Jadi Tonggak Pemulihan Ekonomi Nasional

Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Ninaswati Triaswati menyebut penyelenggaraan balapan Formula E memberi pesan berharga bagi dunia internasional bahwa ekonomi Indonesia baik-baik saja.


Ekonom UI Sebut Formula E Akan Jadi Tonggak Pemulihan Ekonomi Nasional
Ekonom UI, Ninaswati Triaswati (Screenshot Youtube Survey KedaiKopi)

AKURAT.CO, Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Ninaswati Triaswati menyebut penyelenggaraan balapan Formula E memberi pesan berharga bagi dunia internasional bahwa ekonomi Indonesia baik-baik saja. Penyelenggaraan balapan mobil listrik itu, kata dia, bakal jadi tonggak pemulihan ekonomi nasional setelah terpuruk akibat Pandemi COVID-19. 

Dia menjelaskan, balapan mobil listrik di Ancol pada 4 Juni mendatang itu bukan sekedar soal keuntungan material yang didapatkan. Tetapi, jauh lebih besar dari itu adalah reputasi Indonesia yang akan baik di dunia internasional. 

"Jadi dampak dari kegiatan bisnis Formula E bukan hanya dinikmati sekelompok kecil tapi akan jadi tonggak pemulihan ekonomi nasional yang ada di Provinsi DKI. Tentu saja ada berbagai kegiatan atau intervensi lainnya seperti ada bantuan sosial dan lain-lain tapi Formula E ini memberikan dampak internasionalnya reputasi Indonesia recovery dengan cepat," katanya dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Survey KedaiKopi dikutip, Senin (16/5/2022). 

baca juga:

Dia menjelaskan, Jakarta merupakan salah satu daerah yang terpuruk akibat Pandemi COVID-19 selain Bali. Apalagi Jakarta merupakan episentrum penularan virus di masyarakat. Nah, balapan Formula E bisa jadi triger pemulihan ekonomi di Jakarta. 

"Nah, Formula E ini bisa jadi titik balik untuk recovery dari perekonomian," ungkapnya. 

Dia mengatakan, banyak pihak yang telah menghitung dampak besar penyelenggaraan balapan Formula E. Sebagian pihak menyebutkan bahwa Formula E akan menghasilkan benefit sebesar Rp 1.4 triliun. Bahkan, kata dia, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno lebih optimistis. Sandiaga kata dia, pada suatu kesempatan menyebutkan bahwa benefitnya bisa mencapai Rp 2.5 triliun. 

"Ini kan semua hitung-hitungan ekonomi itu berdasarkan asumsi ada dampak langsung dan dampak tidak langsung. Jadi ada benefit yang bisa diraup tetapi perhitungannya tentu saja akan menyeluruh bukan hanya tentang pelaksanaannya di sana (penjualan tiket)," katanya. 

Dia mengakui bahwa ada kritik terkait proses pencairan biaya penyelenggaraan Formula E. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah memulai pemeriksaan terhadap dugaan kesalahan prosedural itu. Tetapi, kata dia, di sisi lain, ada benefit lain yang jadi keuntungan masyarakat Indonesia. 

"Jadi dalam ekonomi, dampak ekonominya suatu kegiatan ekonomi itu tidak bisa langsung menghitung untung dari tiket yang dijual. Bukan. Tapi harus menghitung dampak kegiatan langsung dan tidak langsung yang merupakan multiplier effect dalam pertumbuhan ekonomi," katanya. []