Ekonomi

Ekonom Sebut Stimulus Pemerintah Tangkal Corona Seperti Macan Ompong


Ekonom Sebut Stimulus Pemerintah Tangkal Corona Seperti Macan Ompong
Ekonom INDEF Bhima Yudhistira saat diskusi publik yang bertajuk Pindah Ibu Kota di Mata Milenial yang diselenggarakan oleh Ruang Akurat di Kampus UPN Veteran Jakarta, Rabu (11/9/2019). Diskusi Pindah Ibu Kota di Mata Milenial mengangkat isu Urgensi dan Peran Milenial dalam Pembangunan Ibu Kota Baru. Kegiatan ini pun digelar untuk berdiskusi dengan mahasiswa terkait pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai bahwa stimulus yang diberikan pemerintah untuk menghadapi dampak Covid-19 belum efektif. Menurutnya, stimulus yang diberikan pemerintah efeknya tidak sesuai dengan harapan.

"Belum. Macan ompong. Pokoknya stimulus pemerintah efeknya tidak sesuai yang diharapkan," katanya di Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Salah satu yang disoroti Bhima yakni stimulus pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21 yang hanya diberikan kepada pekerja di sektor industri manufaktur.

Bahkan, Bhima menduga kebijakan tersebut menjadi strategi pemerintah untuk membeli suara pekerja atau buruh agar berhenti menuntut Omnibus Law Cipta Kerja yang menjadi pertentangan.

Bhima juga menilai stimulus yang diberikan pemerintah di sektor moneter terlambat dan belum tepat sasaran. Sehingga diharapkan ada koordinasi yang lebih baik lagi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.

"Sehingga investor punya konfidens yang lebih bagus tidak kemudian melakukan aksi jual besar-besaran. Jadi sekarang ini kondisi lagi extraordinary butuh extraordinary measures," tambahnya.

Seperti diketahui, Pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyampaikan beberapa stimulus yang dikeluarkan sebagai upaya menghadapi dampak Covid-19.

Stimulus fiskal salah satunya yakni pajak penghasilan (PPh) pasal 21 bagi karyawan industri manufaktur yang ditanggung pemerintah (DTP). Stimulus ini berlaku untuk gaji April hingga September 2020

Kemudian stimulus sektor keuangan yakni dengan perbankan bisa menunda pembayaran bunga atau pembayaran pokok pinjaman yang dilakukan oleh UMKM.

Lalu stimulus sektor non keuangan yaitu salah satunya pemerintah mempermudah izin ekspor dan impor. Langkah ini dilakukan agar industri mudah mendapatkan bahan baku. []