Ekonomi

Ekonom Sebut Program Laptop Dalam Negeri Sudah Ditunggu-tunggu Industri Dalam Negeri

program produksi laptop negeri merupakan hal yang dinanti oleh manufaktur dalam negeri


Ekonom Sebut Program Laptop Dalam Negeri Sudah Ditunggu-tunggu Industri Dalam Negeri
Laptop Zyrex yang merupakan program laptop produksi dalam negeri (Zyrex.com)

AKURAT.CO Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Ina Primiana mengungkapkan program produksi laptop negeri merupakan hal yang dinanti oleh manufaktur dalam negeri.

Seperti diketahui, Pemerintah tengah berupaya untuk mengangkat produksi komputer jinjing atau laptop buatan dalam negeri. Salah satunya dengan menggarap proyek laptop 'Merah Putih' yang diberi nama merek Dikti Edu.

Sesuai rencana, perangkat tersebut akan dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).

Menurutnya, kebijakan ini dapat mendukung industri lokal dengan penyerapan komponen dalam negeri dapat membantu pertumbuhan manufaktur dalam negeri.

"Ini ditunggu-tunggu oleh industri agar tak selalu mengandalkan untuk impor," ujarnya.

Ia merekomendasi pemerintah memang sebaiknya terus mengakselerasi program substitusi impor guna peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Hal ini dapat menghemat belanja modal dan belanja barang misalnya pada industri dengan nilai impor tinggi.

Adapun selama ini impor pada tahun 2020 sebesar Rp1,427 triliun dimana 88% merupakan impor industri.

Selain itu, ia mengatakan pemerintah perlu memprioritaskan pada industri yang memang sudah menerapkan TKDN.

"Peningkatan produksi akan berdampak pada penyerapan tenga kerja, peningkatan ekspor, belanja dalam negeri dan tentu kemandiran bangsa," imbuhnya.