Ekonomi

Ekonom Sebut Gelombang PHK Di Startup Bukan Masalah, Kok Bisa?

Ekonom Sebut Gelombang PHK Di Startup Bukan Masalah, Kok Bisa?
Direktur Core Indonesia, Piter Abdullah pada saat Webinar Akurat Idea bertemakan 'Peran Strategis Industri Jasa Keuangan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional', Jakarta, Selasa (22/9/2020). (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Co Founder sekaligus Direktur Eksekuif Segara Institute, Piter Abdullah Redjalam, menilai, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menyerang perusahaan rintisan (startup digital) Indonesia bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Sebab, kata dia, industri startup terbilang masih sangat muda dan para pekerjanya juga berasal dari kelompok usia muda, seperti kelompok milenial.

“Golongan usia tersebut diyakini masih memiliki kemampuan yang sangat baik, sehingga mereka bisa dengan mudah mencari pekerjaan baru. Artinya, ini bukan tendensi yang buruk," kata Piter dalam dialog Live d'Mentor: Awas! Gelombang Ganas PHK, dikutip dari kanal YouTube detikcom, Minggu (4/12/2022).

baca juga:

Berbeda dengan industri padat karya, lanjut dia, yang pekerjanya didominasi oleh para buruh. "Tentunya mereka harus ada tempat penampungannya."

Sementara di untuk industri startup digital Indonesia, Direktur Center of Reform on Economics (CORE) itu meyakini tenaga kerja di sektor tersebut masih memiliki kemampuan yang bisa mereka bawa untuk mendapatkan pekerjaan baru.

"Mereka mendapatkan pesangon, sementara mereka juga masih sangat terbuka untuk mendapatkan pekerjaan baru," pungkasnya. []