Ekonomi

Ekonom Sebut Bantuan 1,2 Juta untuk Warteg dan PKL Masih Terlalu Mini

Bhima menilai bantuan pemerintah senilai Rp1,2 juta untuk pengusaha warung, warung tegal (warteg), hingga pedagang kaki lima (PKL) masih terlalu sedikit


Ekonom Sebut Bantuan 1,2 Juta untuk Warteg dan PKL Masih Terlalu Mini
Bantuan Sosial Warung Tegal (Warteg) (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai bantuan pemerintah senilai Rp1,2 juta untuk pengusaha warung, warung tegal (warteg), hingga pedagang kaki lima (PKL) masih terlalu sedikit.

“Masih terlalu sedikit bantuannya karena PPKM sudah jalan 1 bulan lebih mulai 2 Juli,” katanya kepada Akurat.co, Selasa (3/8/2021).

Bhima menjelaskan jika dihitung secara kasar pendapatan warteg di DKI Jakarta bisa mencapai Rp3-5 juta per hari dari satu warung. Kemudian selama PPKM Darurat dan level 4 turun 60%.

Sementara, lanjutnya, dalam satu bulan estimasi kehilangan potensi omzet warteg bisa mencapai Rp45 juta. Sehingga, apabila pemerintah memberi bantuan sebesar Rp1,5 juta jelas hanya mampu menambal kerugian 3% per bulan dari satu warung warteg.

Seperti diketahui, pemerintah akan menggelontorkan bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp1,2 juta untuk pengusaha warung, warung tegal (warteg), hingga pedagang kaki lima (PKL).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sedang menyelesaikan aturan terkait penyaluran BLT tersebut.

"Dan ini bantuan UKM dan PKL warung ini sedang difinalisasi," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Senin (2/8/2021).

Airlangga menuturkan BLT Rp1,2 juta tersebut akan disalurkan oleh TNI dan Polri kepada pengusaha warung kecil, warteg, hingga PKL. Menurutnya, BLT itu akan disalurkan dalam waktu dekat.

"Diharapkan bisa langsung dijalankan melalui TNI dan Polri, ini regulasi sudah disiapkan. Ini akan diberikan Rp1,2 juta per orang," ucap Airlangga.

Airlangga Hartarto mengatakan BLT tersebut ditujukan kepada 1 juta pengusaha kecil. Masing-masing pengusaha, baik pemilik warung kecil, warteg, ataupun PKL akan mendapat bantuan Rp1,2 juta.

"Ini untuk 1 juta target," sebut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tersebut.

Adapun data 1 juta penerima BLT Rp1,2 juta itu akan diusulkan pemerintah daerah (Pemda) kepada pemerintah pusat. Kemudian, data itu akan diverifikasi dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos), dan juga akan divalidasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Data ini perlu disiapkan Pemda, di mana nanti data tersebut akan di-cleansing dengan DTKS maupun NIK, dan akan di-cleansing oleh BPKP," tutur Airlangga dalam acara rekomendasi Guru Besar FK UNAIR untuk Percepatan Penanganan Covid-19 yang ditayangkan dalam channel YouTube Faculty of Medicine Universitas Airlangga, Jumat (30/7).[]