Ekonomi

Ekonom: Gerakan Belanja di Warung Harus Menjadi Gerakan Sosial


Ekonom: Gerakan Belanja di Warung Harus Menjadi Gerakan Sosial
Mini market berdampak mematikan pelaku usaha kecil. (Foto: Tempo.co)

JAKARTA, Maraknya mini market di beberapa daerah di tanah air, berdampak pada matinya pelaku usaha kecil. Realitas tersebut seperti gurita  mencengkeram ekonomi masyarakat lemah. Karena itu, diperlukan payung hukum pelaku sektor informal yang semakin melemah.

Pengamat ekonomi dari Katalis, Adi Wibowo mengatakan, keberadaan warung kecil milik tetangga dulu adalah urat nadi ekonomi rakyat. Para tetangga kita yang punya warung pada jaman dulu adalah para pemilik modal kecil, memberikan hutang kebutuhan pokok para tetangganya yang dibayar saat gaji dibayar mingguan. Mereka adalah penggerak ekonomi rakyat.

"Mereka urat nadi ekonomi kerakyatan karena lahir dari modal kecil rakyat untuk bertahan hidup dari himpitan tuntutan kehidupan yang makin keras,sementara regulasi makin lama makin tidak berpihak pada pemilik modal kecil," kata Adi dalam keterangan pers yang diterima Akurat.co di Jakarta, Sabtu (17/12).

Dikatakan Adi, hari ini memang kalau menyaksikan kenyataan pahit struktur ekonomi pasar yang timpang khususnya pemilik modal lemah dengan pemodal kuat. Ketimpangan tersebut, kata dia, dibutuhkan kehadiran pemerintah lewat kebijakan yang meminimalisasi ketimpangan dengaan secara proaktif memperbaiki kebijakan dan melakukan pengkondisian regulatif yang memadahi dan memberikan pembekalan manajerial pada usaha-usaha  kecil.

Keberadaan warung tetangga supaya eksis, menurut Adi, harus dibarengi dengan kesadaran membantu dengan berbelanja ke warung mereka. Langkah itu, adalah sebuah gerakan membangun kesadaran. Membangun kesadaran ekonomi ummat. 

Alumni Universitas Jember ini optimistis bila kesadaran ini bisa dibangkitkan kekuatan ummat Islam sebagai konsumen bisa 'membunuh' pemilik modal besar yang tidak adil dengan modal mereka yang besar tersebut karena keuntungan mereka bukan untuk bertahan hidup dan membangun ummat, tapi keuntungan mereka untuk makin memperbesar usaha mereka dan mereka ada para kapitalis yang tamak.

"Gerakan belanja di warung tetangga ini memang mestinya kita dukung menjadi gerakan sosial. Persoalan tata kelola warung tetangga yang selama ini ada memang harus menjadi perhatian khusus," tegasnya.[]


Super Admin

https://akurat.co

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum
Follow Me:

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu