Ekonomi

Ekonom CORE Puji Langkah Cepat OJK Restrukturisasi Kredit di Tengah Pandemi

Ekonom CORE Puji Langkah Cepat OJK Restrukturisasi Kredit di Tengah Pandemi
Direktur Core Indonesia, Piter Abdullah pada saat Webinar Akurat Idea bertemakan 'Peran Strategis Industri Jasa Keuangan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional', Jakarta, Selasa (22/9/2020). (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE Indonesia) Piter Abdullah mengapresiasi langkah cepat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengeluarkan ketentuan terkait pelonggaran restrukturisasi kredit di tengah pandemi COVID-19.

"Karena apa? Karena kalau kita lihat dalam skema ini restrukturisasi itu langsung membantu 2 pihak. Pertama bantu dunia usaha, kedua bantu IJK terutama perbankan dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB)," ujarnya dalam Webinar Akurat Idea bertemakan 'Peran Strategis Industri Jasa Keuangan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional', Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Piter menerangkan, restrukturisasi itu sangat membantu dunia usaha yang saat ini tengah mengalami persoalan cashflow yang berat.

"Karena kita bisa liat di sini kualitas kredit turun, jatuh akibat pandemi. Akibat terbatasnya dunia usaha disini terjadi persoalan cashflow yang sangat berat di dunia usaha dan itu kalau tidak dibantu melalui restrukturisasi kredit, maka dunia usaha akan sangat sulit penuhi kewajibannya," paparnya.

baca juga:

Selain itu, lanjutnya, akan terjadi pula peningkatan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang pesat dan nantinya dapat menghantam industri jasa keuangan.

"IJK akan alami penurunan kualitas aset. Dan kalau itu terjadi industri kuangaan kita bisa kolaps. Nah jadi kalau saya dari sekian banyak aturan OJK yang dikeluarkan di dalam menangani perekonomian industri keuangan, saya sangat mengapresiasi kecepatan OJK dalam melakukan pelonggaran restrukturisasi kredit dan itu dampaknya sangat nyata," paparnya.

Piter berpendapat, adanya lonjakan NPL gross dari 2,5 persen menjadi 3,2 persen bukan sekadar lonjakan apabila dilihat dari kondisinya. Menurutnya, potensi lonjakan kredit macet di tengah pandemi ini sebenarnya jauh lebih besar dari realisasinya.

Namun dengan keberhasilan restrukturisasi dari sekian jumlah bank maka sangat berperan sangat besar dalam menahan laju kenaikan NPL.

"Dan itu aduh kalau saya sebagai pengamat yang cukup mengerti perbankan dampaknya luar biasa terhadap sistem keuangan kita sehingga sistem keuangan kita terjaga dengan sehat dan badan usaha serta dunia usaha juga sehat," tukasnya. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu