Ekonomi

Ekonom Beberkan Satu Solusi Tumbuhkan Inflasi, Apakah Itu?

Ekonom Beberkan Satu Solusi Tumbuhkan Inflasi, Apakah Itu?
Warga memilih bahan makanan di Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (4/1/2020). Pengamat ekonomi INDEF Bhima Yudhistira mengatakan pemerintah perlu mewaspadai tingginya inflasi dari sektor pangan karena distribusi yang terganggu akibat banjir di sejumlah titik di Jakarta dan sekitarnya. Pasalnya sebagian besar pasokan tersebut masih di datangkan dari luar ibu kota. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, salah satu solusi untuk menumbuhkan inflasi adalah menggenjot kelompok masyarakat dengan pendapatan menengah dan atas untuk membelanjakan uang mereka.

Josua menjelaskan bahwa 40 persen masyarakat menengah dan 20 persen masyarakat teratas menyumbang 80 persen dari angka inflasi.

“Sekarang kan pertanyaannya bagaimana kita menggenjot yang 40 persen di tengah dan 20 di atasnya,” katanya saat dihubungi di Jakarta, dilansir dari Antara, Jumat (5/3/2021).

baca juga:

Josua menuturkan selama pandemi Covid-19 masyarakat menengah ke atas cenderung menahan belanja dan berjaga-jaga dengan menabung. Terbukti dengan simpanan di perbankan dan dana pihak ketiga yang terus tumbuh hingga 11 persen.

Ia berharap berbagai stimulus yang ditawarkan pemerintah seperti relaksasi pajak PPnBM untuk kendaraan bermotor dan PPN properti bisa membangkitkan minat masyarakat menengah ke atas untuk berbelanja.

“Kombinasi kebijakan ini yang kita harapkan bisa menggerakkan confidence, karena selama ini yang menengah ke atas tidak pede (percaya diri) untuk berbelanja dan mungkin mereka melihat bahwa tidak ada yang bisa di-spending,” jelasnya.

Pemerintah, katanya, sudah memiliki strategi yang cukup baik untuk mendorong belanja masyarakat termasuk dengan menggalakkan kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Kini tugas pemerintah mengawasi pelaksanaan berbagai stimulus tersebut agar seluruh anggaran bisa terserap dengan baik.

“Dari sisi alokasi anggaran sudah ada, dari sisi undang-undang turunan juga sudah ada. Tinggal bagaimana eksekusi di lapangan karena kan (jangan sampai) seperti anggaran PEN tahun lalu yang tidak terserap semuanya,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada Februari 2021 terjadi inflasi sebesar 0,10 persen, lebih rendah dibandingkan Januari 2021 sebesar 0,26 persen sehingga inflasi tahunan (yoy) menjadi 1,38 persen. []

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu