Olahraga

Eko Yuli Irawan Berdoa Agar Olimpiade Tokyo Tetap Bergulir

Di tengah ketidakpastian, Eko Yuli Irawan tentu berharap ajang Olimpiade Tokyo 2020 tetap berlangsung.


Eko Yuli Irawan Berdoa Agar Olimpiade Tokyo Tetap Bergulir
Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan saat latihan di mess Kwini Marinir, Jakarta, Senin (3/12/2018). Eko menargetkan medali emas Olimpiade 2020 di nomor 61 kg yang akan berlangsung di Tokyo, China. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Olimpiade Tokyo 2020 masih diragukan untuk digelar di tengah pandemi COVID-19 yang terus meningkat di Jepang. Namun, atlet angkat besi andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan tentu berharap ajang itu tetap berlangsung.

"Pasti semua ingin Olimpiade Tokyo terselenggara karena tahun depan sudah ada kualifikasi lagi. Kami juga sudah mempersiapkan diri untuk Olimpiade,” kata Eko sebagaimana diberitakan Antara.

“Tapi sampai saat ini masih belum ada perubahan dan masih sesuai jadwal. Yang pasti kalau saya sebagai atlet hanya bisa mempersiapkan diri saja,” sambung dia.

Harapan Eko tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, Olimpiade Tokyo bakal menjadi ajang penebusan untuk merebut medali emas setelah pada tiga edisi sebelumnya ia cuma mampu meraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012 , serta medali perak pada Olimpiade Rio De Janeiro 2016 .Dia juga mengaku Olimpiade Tokyo merupakan kesempatan terakhir dia berlaga dalam pesta terakbar sejagat itu mengingat usianya kini sudah menginjak 31 tahun.

“Kalau melihat usia mungkin ini bisa yang terakhir. Untuk masalah ke depan kita lihat bagaimana karena untuk mempertahankan mungkin bisa, tetapi untuk meningkatkan sepertinya agak sulit dalam usia 35 tahun. Maka momentumnya di tahun ini yang bisa diperjuangkan,” tuturnya.

Olimpiade Tokyo 2020 kian dalam ancaman. Pasalnya, publik Jepang hingga asosiasi dokter Tokyo justru menolak pelaksanaannya.Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga juga sudah memperpanjang status darurat COVID-19 di Tokyo hingga akhir Mei demi menekan laju penyebaran virus.

Status tersebut bahkan diperluas ke tiga wilayah lain Jepang, yakni Hokkaido, Okayama dan Hiroshima.Meski mendapat penolakan, panitia pelaksana Olimpiade Tokyo 2020 telah berhasil mengadakan serangkaian ajang uji coba di bawah protokol COVID-19 yang ketat dan melibatkan atlet internasional.[]

Sumber: Antara