Entertainment

Eko Kuntadhi Tuai Kritikan Usai Sebut Pakaian Film Nussa Khas Taliban

Eko Kuntadhi mengkritik film animasi Nussa


Eko Kuntadhi Tuai Kritikan Usai Sebut Pakaian Film Nussa Khas Taliban
Foto: (Twitter/eko_kuntadhi)

AKURAT.CO Pegiat media sosial Eko Kuntadhi kembali menjadi sorotan. Dalam cuitannya di Twitter, Eko Kuntadhi mengkritik film animasi Nussa Rara. Ia menyebut film Nussa Rara seolah telah menunjukkan Indonesia sedang mempromosikan khilafah ke seluruh dunia.

Eko Kuntadhi menyoroti soal pakaian karakter animasi itu yang disebut mirip Taliban. Karakter film animasi Nussa sendiri mengenakan baju koko dan peci putih. Sementara karakter Rara memakai pakaian tertutup dan hijab.

Menurutnya, pakaian yang dikenakan kakak beradik dalam karakter tersebut tidak mencerminkan Indonesia. Eko Kuntadhi menilai pakaian itu justru terlihat seperti memakai pakaian khas Taliban.

"Apakah ini foto anak Indonesia? Bukan. Pakaian lelaki sangat khas Taliban. Anak Afganistan. Tapi film Nusa Rara mau dipromosikan ke seluruh dunia. Agar dunia mengira, Indonesia adalah cabang khilafah. Atau bagian dari kekuasaan Taliban. Promosi yg merusak!," cuit Eko Kuntadhi di Twitter, (19/6).

Tak sampai di situ, ia bahkan mengatakan kalau film Nussa Rara sedang mempromosikan khilafah ke dunia dan menyebutnya sebagai hal yang rusak. Eko Kuntadhi menyamakan pakaian yang dipakai karakter Nussa dengan pakaian bomber, alih-alih pakaian anak-anak Indonesia.

"Pakaian anak lelaki lebih sering jadi model pakaian bomber. Ketimbang pakaian anak-anak Indonesia," tambahnya.

Sontak cuitan Eko Kuntadhi itu langsung dikomentari oleh warganet. Mereka beramai-ramai menuliskan kritikan terhadap Eko Kuntadhi yang dinilai blunder tersebut.

"Hoalah mas. Tak kira sampean ngga gini banget. Gampang banget mengkotak²kan sesuai apa yg terlihat, eh malah gini," kata @Ananda15Syahrul.

"Sedih banget bacanya :( Karena nusa rara anakku umur 2th sudah bisa jawab salam, sudah terbiasa baca bismillah sebelum makan, ini memang kartun yang ditujukan untuk anak2 muslim, kalau tidak sesuai ya skip saja, kenapa pakai menuduh kalau merusak? Merusak bagian mananya? :(," ujar @astariummyf_.

"Kalo yang berpakaian minim dibilangnya don't judge book by its cover. Kebebasan berpakaian, kebebasan berekspresi. Kalo yang tertutup gini dibilangnya taliban. Yuk belajar lebih objektif yuuk," timpal @hanifahalhaq.

Baca Juga: Keren! Film Animasi Nussa Tayang Perdana di Festival Film Bucheon Korea Selatan

Selain menuai kritikan dari warganet, Eko Kuntadhi juga mendapat komentar dari komika Ernest Prakasa.

"Selain mempromosikan nilai-nilai yang positif, Nussa juga salah lokomotif industri animasi dalam negeri. Semangat terus bawa Nussa ke tempat yang lebih tinggi bro @anggasasongko," tulis Ernest Prakasa.

Tak hanya itu, produser film Nussa, Angga Sasongko pun turut menanggapi cuitan dari Eko Kuntadhi.

"Ah elo ayam sayur, Eko. Diajak nonton dan diskusi lgsg sama gue, gak nongol idung lo. Mengkonfirmasi untuk tidak datang. Ayam sayur kayak lo cuma berani sembunyi di balik jempol. Gak cukup pny nyali dan intelektualitas buat berdebat. Bisanya cm datang isu identitas pake jempol," komentar Angga Sasongko.