News

Ejek Krisis COVID-19 India, Akun Medsos Instansi Partai Komunis China Banjir Kecaman

Akun Komisi Urusan Politik Pusat dan Hukum Partai Komunis mengunggah foto peluncuran roket China yang disandingkan dengan kremasi korban COVID-19 di India.


Ejek Krisis COVID-19 India, Akun Medsos Instansi Partai Komunis China Banjir Kecaman
Potret peluncuran roket China disandingkan dengan prosesi kremasi jenazah korban COVID-19 di India. (Foto: Sina Weibo via BBC)

AKURAT.CO, Sebuah unggahan media sosial oleh akun yang terkait dengan Partai Komunis China telah memicu kontroversi. Pasalnya, unggahan itu terlihat mengejek India atas krisis virus corona di negara tersebut.

Dilansir dari BBC, unggahan di laman Weibo itu menunjukkan foto peluncuran roket di China yang disandingkan dengan foto jenazah korban COVID-19 yang dikremasi di India.

"Menyalakan api di China VS menyalakan api di India," tulis akun tersebut.

Unggahan yang muncul pada Sabtu (1/2) ini lantas dihapus.

Foto tersebut diunggah oleh akun milik badan penegak hukum resmi China, Komisi Urusan Politik Pusat dan Hukum Partai Komunis. Pengikutnya di Weibo pun sudah sampai jutaan.

Warganet lantas ramai-ramai menyebarkan unggahan itu dan mengecamnya. Menurut mereka, unggahan tersebut tidak pantas dan seharusnya China mengungkapkan simpati untuk India.

"Kibarkan tinggi-tinggi panji kemanusiaan saat ini. Tunjukkan simpati untuk India dan tempatkan masyarakat China pada landasan moral yang tinggi," komentar Hu Xijin, kepala editor media China Global Times.

Unggahan di Weibo ini muncul sehari setelah Presiden Xi Jinping mengirim pesan belasungkawa kepada Perdana Menteri India Narendra Modi atas krisis COVID-19 yang semakin parah di negara tersebut. Xi menjanjikan China bersedia meningkatkan kerja sama dengan India dan memberikan bantuan tambahan jika diperlukan.

India tengah berjuang untuk mengatasi parahnya gelombang kedua virus corona. Rumah sakit kalang-kabut merawat pasien di tengah kekurangan tempat tidur dan langkanya oksigen medis.

Pada Minggu (2/5), Negeri Taj Mahal mencatat jumlah kematian harian 3.689, tertinggi sejak pandemi dimulai. Sehari sebelumnya, negara itu menjadi yang pertama mencatat lebih dari 400 ribu kasus baru dalam kurun waktu 24 jam.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu