Tech

Efek Perang, Rusia Blokir Media Sosial Kecuali YouTube

Perang antara Rusia dan Ukraina berbuntut panjang. Kini Rusia memblokir sejumlah media sosial asing.


Efek Perang, Rusia Blokir Media Sosial Kecuali YouTube
Ilustrasi menggunakan YouTube. (pixabay.com/stocksnap)

AKURAT.CO Perang antara Rusia dan Ukraina berbuntut panjang. Kini Rusia memblokir sejumlah media sosial asing.

Pasalnya, banyak media sosial yang menyebarkan informasi yang salah pada perang antara Rusia dan Ukraina.

Namun, aplikasi Youtube tidak diblokir oleh rusia. Pemerintah Rusia mengatakan langkah blokir Youtube kemungkinan akan membuat pengguna Rusia menderita sehingga harus dihindari.

baca juga:

Dikutip dari Reuters, Rabu (18/5/2022), Rusia tidak ada rencana untuk memblokir YouTube. Akan tetapi, YouTube dikenai denda meskipun lolos dari blokir.

YouTube sangat populer dan memainkan peran penting dalam ekonomi digital. Meskipun Rusia memiliki versi domestik media sosial lainnya, alternatif YouTube belum bisa mencapai skala yang sama.

"Kami tidak berencana menutup YouTube," ujar Menteri Pengembangan Digital Rusia Maksut Shadaev, Rabu (18/5/2022).

"Di atas segalanya, ketika kami membatasi sesuatu, kami harus memahami dengan jelas bahwa pengguna kami tidak akan menderita." imbuhnya.

Alphabet, induk usaha YouTube dan Google, tidak segera menanggapi permintaan komentar. Diketahui, Rusia mulai membatasi akses ke Twitter dan Facebook serta Instagram pada awal Maret.

Pada April, pemerintah Rusia sempat menegaskan untuk menghukum Google karena menutup media yang didanai pemerintah Rusia.

Meta dinyatakan bersalah atas "aktivitas ekstremis" pada bulan Maret keputusan yang dibantah oleh perusahaan. 

Namun, juru bicara Kremlin Dmitry Pesko mengatakan dia tidak akan mengesampingkan kembalinya Instagram, asalkan Meta mematuhi undang-undang Rusia tentang konten dan kantor lokal.