News

Edy Rahmayadi: Siapa Cepat Menghadap Allah, Dialah yang Paling Bahagia

Edy Rahmayadi: Siapa Cepat Menghadap Allah, Dialah yang Paling Bahagia
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi (AKURAT.CO/Muhlis)

AKURAT.CO Isak tangis keluarga tak henti-henti di tengah kerumunan orang-orang yang mengantar jenazah Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang di tempat peristirahatan terakhir siang itu.

Orang nomor satu di Kabupaten Asahan itu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Colombia Asia Medan, pada Senin (22/4) malam.

Jenazah Bupati Asahan Taufan Gamal Simatupang (55) disemayamkan di Tempat Pemakaman Umum Kayu Besar Jalan Thamrin Medan, Selasa (23/4) siang.

baca juga:

Sebelumnya, dilaksanakan fardu kifayah di rumah duka yang berada di Jalan Mahoni Kelurahan Mekar Baru, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Suamatera Utara. Shalat jenazah langsung dipimpin putra tunggal almarhum Taufan, Imam Akbar Abdulmanan Simatupang.

Setelah dishalatkan jenazah diberangkatkan menuju kota Medan, dengan menggunakan mobil minivan ambulance milik RSUD H. Abdul Manan Simatupang Kisaran dengan kawalan mobil patroli Satlantas Polres Asahan.

Isak tangis pecah, setelah jenazah almarhum Taufan diturunkan dari dalam mobil ambulance dan hendak dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya. Tangis tak henti-henti terus mengiringi prosesi pemakaman Taufan Gama. Mata sang istri Winda Fitrika dan lima anak almarhum tak henti berkucuran.

Pernikahan Taufan Gama Simatupang dengan Winda Fitrika dikaruniai lima orang anak yakni Sesvianda Fatma Yuliandari Simatupang, Imam Akbar Abdulmanan Simatupang, Namira Rahma Simatupang, Siti Aisyah Simatupang, Nurfatimah Aprilianda Simatupang.

Tangis keluarga kembali pecah saat almarhum telah dimasukkan ke dalam liang lahat. Kala itu putra tunggal almarhum mengumandangkan lafadz adzan untuk terakhir kalinya untuk sang ayah. Dengan suara lirih takbir iya kumandangkan tepat di bagian kepala almarhum.

"Allahuakbar, Allahuakbar."

Belum sampai selesai melafadzkan, suaranya bergetar, air matanya berkucuran, tubuhnya bergetar. Beberapakali ia kembali ingin melanjutkan, namun suaranya tersedat, ia merintih di pusara sang ayah. Hal itu membuat seluruh anggota keluarga kembali menangis sesenggukan

Badannya lemas, hingga dipapah ke luar dari liang lahat. Dia menangis dan tak kuasa memandang sang ayah terbujur kaku di tempat peristirahatan terakhir.

Pada prosesi pemakaman almarhum Bupati Asahan itu turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajeckshah beserta istri.
Hadir pula Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan wakilnya Akhiar Nasution.

Edy yang merupakan kakak kelas sekaligus sahabat almarhum Taufan Gama Simatupang, tak bisa menahan kausa menahan kesedihan mengantar sang sahabat.

"Almarhum adik kelas saya semasa di sekolah, SMA 1 Medan. Setiap manusia cepat atau lambat, akan kembali ke Allah. Innalilahi wa innailaihi rojiun," ujarnya.

Menurutnya, segala sesuatu telah ditakdirkan Allah SWT, demikian juga dengan janji umur seseorang. Meski kesedihan mendalam amat dirasakan oleh keluarga dan segenap kerabat dekat maupun yang mengenal almarhum, namun kata Edy semua harus diikhlaskan dan diterima sebagai takdir Allah SWT.

"Almarhumlah orang yang paling bahagia. Siapa yang cepat menghadap Allah, dialah yang paling bahagia. Kita karena gak tahu aja ini, padahal beliau sangat bersyukur," kata Edy.