News

Edhy Prabowo Dihukum 5 Tahun Penjara, Febri Diansyah: Inilah KPK Era Baru!

Febri Diansyah mengkritik dan mengaku heran dengan hukuman yang diterima Edhy Prabowo


Edhy Prabowo Dihukum 5 Tahun Penjara, Febri Diansyah: Inilah KPK Era Baru!
Jubir KPK, Febri Diansyah saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (12/12/2019) (AKURAT.CO/Aricho Hutagalung)

AKURAT.CO, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan.

Mantan juru bicara KPK Febri Diansyah mengkritik dan mengaku heran dengan hukuman yang diterima Edhy Prabowo.

“Inilah KPK 'Era Baru'. Diduga menerima suap total Rp25,7 Milyar dari penguasaha benur, Mantan Menteri KKP hanya dituntut 5 tahun. 5 tahun???” kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @febridiansyah pada Rabu (30/6/2021).

Menurut Febri, dalam perkara suap Edhy, jaksa sejatinya bisa mengenakan pasal dengan ancaman hukuman minimal 4 sampai 20 tahun atau seumur hidup.

“Padahal pasal yang dapat dikenakan untuk penerima suap ancaman minimal 4 sampai 20 tahun atau seumur hidup,” ujarnya.

Mirisnya lagi, penyidik yang menangani kasus suap benur ini malah disingkirkan dari KPK karena tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

"Di sisi lain, Penyidik yang membongkar kasus Suap Benur ini disingkirkan menggunakan TWK. Lengkaplah sudah prestasi KPK 'Era Baru' ini," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, selain dituntut 5 tahun penjara dengan denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan. 

Edhy juga dituntut untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp9.687.447.219 dan US$77.000 dikurangi seluruhnya dengan uang yang sudah dikembalikan.

Edhy dinilai telah terbukti menerima suap Rp25,7 miliar terkait izin ekspor benih bening lobster (BBL)/benur.

Usai mendengar tuntutan JPU, politisi Gerindra itu langsung membuat pernyataan kontroversial. Dia tetap mengaku tak bersalah melakukan korupsi. 

"Saya merasa tidak salah dan saya tidak punya wewenang terhadap itu, saya sudah delegasikan semua bukti persidangan sudah terungkap tidak ada, saya serahkan semuanya ke majelis hakim," kata Edhy di Pengadilan Tipikor, Selasa (29/6/2021).

Meski mengaku tak melakukan korupsi, namun politisi Gerindra siap bertanggung jawab atas apa yang diperbuat anak buahnya. Edhy mengaku telah menyiapkan nota pembelaan yang akan dibacakan pekan depan.[]