News

Dunia Ketar-ketir, Krisis Corona di India Picu Gangguan Distribusi Vaksin Global

Dunia ikut dibuat ketar-ketir setelah India melampaui Brasil sebagai posisi kedua dengan tingkat infeksi tertinggi di dunia. 


Dunia Ketar-ketir, Krisis Corona di India Picu Gangguan Distribusi Vaksin Global
Kotak vaksin AstraZeneca, diproduksi oleh Serum Institute of India dan disediakan melalui inisiatif global COVAX, tiba di Mogadishu, Somalia pada 15 Maret 2021 (Farah Abdi Warsameh/AP Photo)

AKURAT.CO, Dunia ikut dibuat ketar-ketir setelah India melampaui Brasil sebagai posisi kedua dengan tingkat infeksi tertinggi di dunia.  Mengingat, selama ini, India tercatat menjadi produsen vaksin terbesar di dunia dan telah menjual puluhan juta dosis vaksin COVID-19 ke luar negeri. Namun, dengan angka infeksi yang terus melonjak, kini India tiba-tiba kekurangan pasokan vaksin. Fokus utama India pun kini berganti alih untuk mencukupi kebutuhan vaksin dalam negeri.

Diwartakan Reuters hingga CNN, India biasa memproduksi lebih dari 60 persen dari semua vaksin yang dijual secara global. Dengan kemampuan manufaktur Serum Institute of India (SII), India pun dipercaya sebagai salah satu pemain utama COVAX.

COVAX sendiri seperti diketahui adalah inisiatif berbagi vaksin global yang memberikan potongan harga atau dosis gratis untuk negara-negara miskin, khususnya Afrika.

Berdasarkan perjanjian awal tahun lalu, SII pun dipercaya memproduksi setidaknya 200 juta dosis untuk 92 negara. Namun, rencana itu akhirnya terkendala setelah beberapa minggu terakhir, virus corona berhasil membalikkan situasi di India. 

Pada Minggu (18/4) hari ini, negara ini kembali mencetak rekor baru, dengan jumlah infeksi mencapai 261.500 kasus. Dengan angka itu, India pun resmi mencatatkan penambahan hingga satu juta kasus dalam waktu kurang dari seminggu. Kini, total infeksi negeri ini telah menembus lebih dari 14,7 juta kasus. Sementara angka kematian berada mencapai sebanyak 177.168 kasus.

Karena situasi itu, pada bulan ini, India hanya mampu mengekspor sekitar 1,2 juta dosis vaksin. Padahal, dibanding akhir Januari hingga Maret lalu, India bisa mengirim hingga 64 juta dosis ke luar negeri.

Bersamaan dengan itu, pasokan vaksin di beberapa wilayah di India juga menyusut. Sampai saat ini, setidaknya sudah ada lima negara bagian yang melapor kekurangan parah dan mendesak pemerintah federal untuk bertindak.

Imbasnya, pemerintah dan SII mengalihkan fokus, yakni pemenuhan stok dalam negeri, dengan cara menunda pengiriman untuk COVAX hingga mempercepat laju impor vaksin.  

"Tidak ada komitmen dengan negara lain," ujar seorang pejabat yang mengetahui strategi vaksin India saat ini. 

Penundaan ekspor vaksin India  ini juga telah dikonfirmasi sendiri oleh COVAX. Mereka menyebut bahwa SII memang telah menunda pengiriman setidaknya pada Maret hingga April mendatang.

"Pengiriman dosis dari SII akan ditunda pada Maret hingga April," terang COVAX.

Sementara India bergelut dengan kebutuhan vaksinnya sendiri, ahli menggambarkan penundaan vaksin COVAX sebagai 'bencana besar'.

"Penahanan itu pastinya akan mempengaruhi kemampuan kami untuk terus memvaksinasi masyarakat.

"Jika ini terus berlanjut, saya harap ini (hanya) penundaan dan bukan larangan, ini akan menjadi bencana untuk memenuhi jadwal vaksinasi kami," kata direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, John Nkengasong, mengatakan pada konferensi pers di Addis Ababa.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu