Ekonomi

Dulu Tukang Cuci Piring, Kini Juragan 6 Cabang Restoran Minang

Seperti halnya Erizal salah satu pengusaha sukses rumah makan khas Minang.


Dulu Tukang Cuci Piring, Kini Juragan 6 Cabang Restoran Minang
Erizal, pemilik Rumah Makan Kari Minang

AKURAT.CO Apakah kamu memiliki cita-cita untuk sukses dalam dunia usaha? Jawabannya tentu sudah pasti iya.

Punya cita-cita sukses adalah impian banyak orang. Tinggal bagaimana cara orang tersebut mengusahakan untuk bisa sampai di puncak kesuksesan. Sebab, hal yang membedakan setiap orang sukses dan tidak sukses adalah sejauh mana usaha tersebut telah dilakukan.

Seperti halnya Erizal salah satu pengusaha sukses rumah makan khas Minang. Dalam meraih kesuksesannya tersebut, ia mengakui banyak sekali keringat dan darah yang dikucurkan hingga sampai seperti saat ini.

Memulai kisahnya, pada tahun 1991 Erizal memutuskan merantau dari tempat kelahirannya Bukittinggi, Sumatera Barat menuju ibukota Jakarta. Ia memutuskan merantau untuk melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dengan mengambil Jurusan Pidana Perdata Islam, Fakultas Syariah.

"Selama saya kuliah di sana, saya selalu didorong oleh kedua orangtua saya untuk mencoba membuka usaha misalnya seperti buka usaha pangkas rambut atau rumah makan," ucapnya saat berbincang dengan Akurat.co.

Meskipun begitu, lanjutnya, pada waktu itu ia berpikir kuliah sambil membuka usaha itu terasa berat sekali. Namun karena orangtua selalu memberikan dorongan dan motivasi, bahkan waktu itu mereka selalu mengirimkan uang dari kampung, akhirnya ia memberanikan diri membuka sebuah rumah makan khas Minang untuk pertama kalinya di tahun 1992.

Namun, usia rumah makan itu pendek; hanya enam bulan. Sehingga ia pun memutuskan untuk menutup permanen usahanya tersebut dan kembali fokus kuliah.

Tak lama setelah itu, Erizal akhirnya memilih untuk mengambil cuti kuliah demi mencoba kembali peruntungan di dunia bisnis.

Selama masa cuti itu, ia mencoba untuk memulai mencari pekerjaan untuk modal membuka usaha. Kebetulan pada saat itu, ia mendapatkan pekerjaan di rumah makan daerah Ciputat bernama Sari Bundo Jaya, tepatnya di depan pasar Gintung.