Olahraga

Dukungan Perubahan Sistem Penghitungan Bulutangkis Makin Menguat

Korea Selatan dan Taiwan mendukung Indonesia dan Maladewa untuk sistem penghitungan 5x11.


Dukungan Perubahan Sistem Penghitungan Bulutangkis Makin Menguat
Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer (kiri) (BADMINTONBLADET)

AKURAT.CO, Usulan untuk mengubah sistem penghitungan angka pertandingan bulutangkis tampaknya semakin mendapat dukungan. Terakhir, Korea Selatan dan Taiwan menyampaikan dukungan untuk perubahan dari penghitungan 21x3 menjadi 11x5.

Sebagaimana dikabarkan The Star, Korea Selatan dan Taiwan menyusul dua negara pengusul pertama untuk penghitungan lima set ini, yakni Indonesia dan Maladewa. Keputusan terhadap usulan ini akan diambil dalam pertemuan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) di Kuala Lumpur, Malaysia, 22 Mei 2021.

“Proposal yang diajukan Indonesia dan Maladewa telah didukung oleh (Federasi) Bulutangkis Asia, Asosiasi Bulutangkis Asia, dan Asosiasi Bulutangkis Chinese Taipei, untuk mengubah aturan sistem penghitungan angka,” tulis Presiden BWF, Poul-Erik Hoyer Larsen.  

Usulan perubahan ini sebenarnya sudah dikemukakan dalam sidang BWF pada 2018. Namun, karena pertimbangan perubahan yang membuat atlet harus menyesuaikan dengan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 yang dihelat tak lama setelah sidang tersebut, usulan perubahan itu ditolak.

Ketika itu, butuh 129 negara untuk mendapatkan dukungan melakukan perubahan. Namun, 123 negara yang sebagian besar merupakan Asia memilih untuk mempertahankan penghitungan 21x3 yang masih digunakan sampai saat ini.

“Ini adalah sesuatu yang saya kerjakan dengan sangat dekat dan ini adalah bagian dari visi saya untuk membuat bulutangkis menjadi lebih menarik sejalan dengan kita ingin meningkatkan nilai hiburan untuk pemangku kepentingan dan penggemar,” kata Poul-Erik.

“Terakhir kali ini dibawa ke rapat pada 2018, ini menyebabkan sejumlah perbedaan di antara anggota kami. Sayangnya, ini tidak mendapatkan dukungan dua per tiga mayoritas.”

Dari Indonesia, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rionny Mainaky, dan pemain ganda putra senior nasional, Hendra Setiawan, mendukung sistem penghitungan 5x11.

Dua tokoh tersebut mengatakan perubahan ini bisa membuat pertandingan menjadi lebih menarik sekaligus menantang bagi pebulutangkis. Tantangannya adalah membuat pemain mesti fokus sejak awal karena set bisa tuntas lebih cepat.

“Penting untuk dicatat bahwa ini hanya akan dimulai setelah Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, dan saya percaya diri bahwa saat ini adalah waktu yang lebih tepat untuk melakukan perubahan,” kata Poul-Erik.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu