Tech

Dukung Percepatan Kendaraan Listrik, Pertamina Patra Niaga Siapkan Charging Station dan BSS

Layanan BSS untuk motor listrik akan berlokasi di beberapa SPBU GES di wilayah Jakarta.


Dukung Percepatan Kendaraan Listrik, Pertamina Patra Niaga Siapkan Charging Station dan BSS
Pertamina siapkan charging station dan battery swapping station untuk kendaraan listrik. (Pertamina.com)

AKURAT.CO Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) ikut berinovasi dalam menghadapi transisi energi yang hadir dalam bidang otomotif dan energi, yaitu kendaraan listrik. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T, Alfian Nasution mengatakan bahwa transisi energi yang terjadi ini merupakan sebuah tantangan sekaligus sebuah kesempatan bagi perusahaan. 

"Dewasa ini mulai banyak industri otomotif memperkenalkan kendaraan listrik di Indonesia. Kedepannya pasti akan diminati masyarakat dimulai di kota-kota besar. Tentu disatu sisi ini merupakan disrupsi bagi kami selaku BUMN yang selama ini menyediakan produk bahan bakar minyak," kata Alfian, dilansir dari laman resmi Pertamina.

Ia juga mengatakan, di sisi lain, pihaknya melihat hal tersebut sebagai peluang bagaimana memanfaatkan jaringan ritel yang Pertamina miliki untuk dimanfaatkan dan mendukung percepatan terciptanya ekosistem bagi kendaraan listrik. 

Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan ekosistem kendaraan listrik tersebut, Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan 5 unit Charging Station yang berlokasi di SPBU Pertamina. Alfian mengatakan, charging station ini merupakan bagian dari inovasi untuk kebutuhan energi masa depan. Terintegrasi dalam konsep baru SPBU ramah lingkungan yakni Green Energy Station (GES) yang telah diresmikan Agustus lalu. 

Pertamina Patra Niaga terus melakukan terkait transaksi dan jumlah daya listrik yang digunakan untuk melakukan pengisian baterai mobil listrik. Sejak charging station tersebut dapat digunakan, dari Februari hingga Oktober, setidaknya tercatat ada lebih dari 1.500 pengisian mobil listrik dengan total daya mencapai lebih dari 45 ribu kWh.

Alfian menyatakan, saat ini mayoritas penggunaan charging station di SPBU GES Pertamina adalah kendaraan umum dan taksi online sebagai mitra dalam mengembangkan ekosistem hilir kendaraan listrik. Namun, sekitar 10% dari angka tersebut, charging station dimanfaatkan oleh pengguna kendaraan pribadi. 

"Inilah peluang yang ingin kami ambil, lokasi strategis SPBU akan kami manfaatkan untuk pengembangan infrastruktur hilir kendaraan listrik," tutur Alfian. 

Selain charging station, Pertamina Patra Niaga juga sedang menyiapkan outlet dan layanan Battery Swapping Station (BSS) untuk motor listrik. Layanan tersebut juga akan berlokasi di beberapa SPBU GES di wilayah Jakarta. Sama halnya dengan charging station, outlet dan layanan BSS akan dikembangkan terlebih dahulu bersama mitra. 

"Kami targetkan program BSS ini akan berjalan secepatnya. Sebagai komitmen perusahaan terhadap salah satu poin Environmental, Social, and Governance (ESG), yaitu menyediakan akses energi yang lebih baik bagi masyarakat, sebagai upaya mendorong penurunan emisi karbon, serta untuk mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik khususnya di sisi hilir," jelas Alfian.