News

Dukung Penerapan PPKM, Rahmad Handoyo: Tidak Bisa Kita Latah Samakan Aturan Negara Lain

Esensi PPKM dan yang lainya sama, yakni bagaimana untuk kendalikan pandemi dengan baik


Dukung Penerapan PPKM, Rahmad Handoyo: Tidak Bisa Kita Latah Samakan Aturan Negara Lain
Warga melintas di depan spanduk bertema COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta, Kamis (24/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Anggota DPR RI Komisi IX Rahmad Handoyo yakin keputusan Presiden Joko Widodo untuk tetap memilih pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro sudah dipertimbangkan secara matang.

Karena menurut Rahmad, esensi PPKM dan yang lainya sama, yakni bagaimana untuk kendalikan pandemi dengan baik, bukan cara dan keputusanya apa, namun implementasi dan penegakan aturan itu yang paling penting.

"Tidak bisa kita latah menyamakan aturan di negara lain diterapkan di Indonesia tentu Presiden memutuskan disesuaikan dengan karaktetistik sosilogi di negara kita," kata Rahmad kepada wartawan, Kamis (24/6/2021).

Selain itu, Rahmad meminta agar sudahi mempertentangan dan memperdebatan antara skala mikro dan karantina wilayah atau pun lockdown.

Dia menilai, keputusan tidak akan mungkin dijalankan sendiri oleh Pemerintah. Perlu gotong royong dari pemerintah daerah sampainke RT/RW, tokoh dan elemen masyarakat untuk membumikan menegakan aturan ini dengan ketat tegas.

"Saya percaya dengan Pemerintah daerah di bantu TNI Polri, satpol PP kepada siapa saja  yang melanggar untuk. Dintidak dengan tegas  termasuk ketegasan pemerintah daerah untuk menutup paksa segala hal yang berpotensi memunculkan kerumunan atas pelanggaran PPKM seperti kaya kegiatan ekonomi yang melanggar aturan ya harus tegas ditutup dan ditindak," tandasnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyikapi perihal pilihan kebijakan PPKM mikro. Dia menjelaskan, alasan di balik pilihan PPKM mikro dan bukan opsi lockdown yang diambil.

"Kenapa pemerintah memutuskan PPKM mikro? Pemerintah melihat bahwa kebijakan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini untuk mengendalikan COVID-19 karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat," melalui YouTube Setpres, Rabu (23/6/2021).

"Saya sampaikan bahwa PPKM mikro dan lockdown memiliki esensi yang sama, yaitu membatasi kegiatan masyarakat. Untuk itu, tidak perlu dipertentangkan," sambungnya.

Terlebih itu, Jokowi meminta kepada Gubernur hingga wali kota diperintahkannya untuk mempertajam penerapan PPKM mikro. Dia meyakini masyarakat agar tidak ragu-ragu menjalani vaksinasi, soalnya tidak ada agama yang melarang vaksinasi.

"Vaksin merupakan upaya terbaik yang tersedia saat ini. Kita harus mencapai kekebalan komunitas untuk mengatasi pandemi. Maka, sebelum itu tercapai, kita harus tetap berdisiplin dan menjaga diri, terutama memakai masker," ujarnya.[]