News

Dukung Pangdam Jaya, Pengamat: Narji Bisa Perkeruh Strategi Kampanye Azizah-Ruhama

Dedi Kurnia Syah menilai dukungan Narji terhadap Pangdam Jaya, tidak produktif.


Dukung Pangdam Jaya, Pengamat: Narji Bisa Perkeruh Strategi Kampanye Azizah-Ruhama
Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman (kiri ketiga), komedian Narji (kiri keempat). (AKURAT.CO/Izqi)

AKURAT.CO, Beberapa kalangan artis Indonesia, memberikan dukungan kepada Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman atas perintahnya mencopot baliho pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS), salah satunya artis dan komedian Narji.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai dukungan Narji terhadap Pangdam Jaya, tidak produktif. Terlebih, diketahui Narji merupakan pendukung pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Tangsel, Siti Nur Azizah-Ruhamaben di Pilkada Tangsel.

"Keterlibatan Narji dalam polemik Pangdam Jaya dengan HRS jelas tidak produktif pada konstelasi Pilkada Tangsel, terlebih Narji dikenal sebagai salah satu pendukung kontestan. Tentu disayangkan, karena bagaimanapun pemilih Tangsel juga ada loyalis HRS," papar Dedi melalui sambungan teleponnya, Rabu (25/11/2020).

Bahkan, ada kemungkinan loyalis HRS yang telah mendukung Azizah-Ruhama akan meninggalkan jagoannya dalam perebutan kursi orang nomor satu di Tangsel.

Maka dari itu, Dedi menyanyangkan sikap Narji. Seharusnya sebagai salah satu pendukung paslon di Pilkada Tangsel, Narji bisa lebih bijak dan pandai membaca situasi.

"Narji seharusnya bijak dan pandai membaca situasi, ia bisa saja memperkeruh strategi kampanye yang ia lakukan di Tangsel, dan imbaznya bisa saja kontestan yang didukung ramai-ramai ditinggalkan loyalis HRS," terangnya.

Lanjut Dedi, apalagi pemilih di Tangsel itu secara primordialisme adalah kelompok struktural semacam dari Betawi.

"Termasuk kelompok Islam yang juga dekat dengan aktivitas HRS. Maka, mau tidak mau mengkhwatirkan dan terlalu beresiko," kata Dedi.

Untuk itu, Dedi memberikan saran kepada seluruh tokoh di Tangsel agar tidak terlibat manuver politik yang tidak ada hubungannya dengan kondisi di Tangsel.

"Saran saya untuk para tokoh-tokoh di Tangsel tidak perlu terlibat dalam manuver politik yang tidak ada relevannya terhadap kondisi di Tangsel," tandasnya.[]