News

Dukung Kyiv Selama yang Dibutuhkan, Biden Pastikan Ukraina Tidak Kalah Lawan Rusia

Hal tersebut disampaikan Biden pada Kamis (30/6), selama konferensi pers terakhir untuk KTT NATO.


Dukung Kyiv Selama yang Dibutuhkan, Biden Pastikan Ukraina Tidak Kalah Lawan Rusia
Presiden Joe Biden memberi isyarat selama konferensi pers pada hari terakhir KTT NATO di Madrid, Spanyol, Kamis (30/6) (Paul Hanna/UPI )

AKURAT.CO Joe Biden telah menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) dan sekutu NATO akan tetap mendukung Kyiv 'selama yang dibutuhkan', hingga memastikan Ukraina tidak dikalahkan oleh Rusia. 

Hal tersebut disampaikan Biden pada Kamis (30/6), selama konferensi pers terakhir untuk KTT NATO yang digelar selama dua hari di Spanyol.

Sebagaimana diwartakan UPI, Biden tiba di Madrid pada Selasa (28/6), sementara para pemimpin NATO lain datang pada Rabu dan Kamis. Pertemuan itu sebagian besar memfokuskan diri untuk membahas agresi Rusia di Eropa Timur, beserta desain koalisi untuk dekade berikutnya.

baca juga:

Menyebut pertemuan sebagai 'KTT bersejarah', Biden menegaskan komitmen aliansi yang akan selalu mempertahankan 'setiap inci wilayah NATO'. 

"Saya pikir kita semua bisa sepakat bahwa ini adalah KTT NATO yang bersejarah. Kami telah menegaskan kembali bahwa komitmen Pasal 5 kami adalah suci, dan serangan terhadap satu adalah serangan terhadap semua, dan kami akan mempertahankan setiap inci wilayah NATO," kata Biden.

Pada awal KTT, Biden menjanjikan kehadiran militer AS yang lebih besar di Eropa serta kegiatan yang lebih defensif untuk mendukung posisi NATO di negara-negara seperti Polandia dan Rumania. 

Pada Rabu, Presiden AS itu mengungkap soal rencana untuk masa depan aliansi, termasuk jalur NATO baru di Polandia.

Biden juga mengumumkan bantuan militer baru untuk Kyiv dengan nilai mencapai USD800 juta (Rp11,9 triliun). Kendati begitu, menurut The Guardian, masih ada pertanyaan tentang detail yang ada di balik rencana untuk menciptakan pasukan berkekuatan 300 ribu, yang diluncurkan untuk mencegah serangan Rusia.

Kemudian saat berbicara kepada wartawan pada Kamis, Biden ditekan dua kali. Ia ditanya apakah akan ada batasan untuk bantuan militer AS dan dukungan keuangan untuk Ukraina di mana perang sudah berkecamuk selama lima bulan.

Menjawab itu, Biden tegas mengatakan bahwa AS dan semua sekutu akan tetap 'mendukung Kyiv selama yang diperlukan', dan Ukraina dijamin tidak akan kalah melawan Rusia.

"Kami akan tetap dengan Ukraina, dan semua sekutu akan tetap dengan Ukraina, selama diperlukan, dan bahkan memastikan mereka tidak dikalahkan," ujar Biden selama konferensi pers pada siang waktu setempat.

"Bensin Naik karena Rusia, Rusia, dan Rusia" 

Dukung Kyiv Selama yang Dibutuhkan, Biden Pastikan Ukraina Tidak Kalah Lawan Rusia - Foto 1
 Para pemimpin NATO berkumpul di aula konferensi di Madrid, Spanyol-Anadolu Agency/Getty Images

Namun, Biden juga tidak bisa memperkirakan kapan atau bagaimana Ukraina akan mampu mengusir Rusia, bahkan dengan pasokan senjata barat yang berkelanjutan.

"Saya tidak tahu bagaimana ini akan berakhir, tetapi itu tidak akan berakhir dengan kekalahan Ukraina atas Rusia," pungkasnya.

Pemimpin 79 tahun lalu mengulangi rumusan tersebut, ketika ditanya berapa lama konsumen global harus membayar harga bensin yang lebih tinggi karena pertempuran terus berlanjut. 

"Intinya adalah, alasan mengapa harga gas naik adalah karena Rusia. Rusia, Rusia, Rusia. Saya bisa mengerti mengapa orang-orang Amerika frustrasi, tetapi inflasi lebih tinggi di hampir setiap negara lain."

"Orang harus menunggu selama yang dibutuhkan; Rusia sebenarnya tidak bisa mengalahkan Ukraina," tambah Biden, sambil mencatat bahwa harga pangan di seluruh dunia juga naik.

Biden mengatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan, Washington akan mengungkap paket baru untuk bantuan militer kepada Ukraina. Paket ini, katanya, termasuk senjata canggih baru dan sistem pertahanan udara; lebih banyak amunisi artileri, radar kontra-baterai, amunisi tambahan untuk Himars (artileri roket) dan beberapa sistem roket besar.

Menurut Biden, bantuan militer AS ke Ukraina telah melebihi USD7 miliar (Rp119,6 triliun). Ini menjadikan Washington sebagai pendonor terbesar untuk sistem senjata canggih yang dibutuhkan Kyiv untuk meredam kemajuan Rusia, yang kini secara bertahap bergerak tanpa belas kasihan di Donbas timur.

Juga pada KTT pada Kamis, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menjanjikan bantuan tambahan USD1,2 miliar (Rp17,9 triliun) untuk Ukraina.

Selain membahas Ukraina, Biden menggunakan kesempatan itu untuk menyampaikan pesan lain kepada penguasa Kremlin, Vladimir Putin. Ia juga memuji penambahan Swedia dan Finlandia, yang diketahui telah mendapatkan 'restu' dari Turki untuk bergabung dengan aliansi. 

Putin sendiri sebelumnya telah memperingatkan kedua negara Nordik itu, agar tidak bergabung dengan NATO.

"Dia (Putin) mencoba melemahkan kita, tetapi dia mendapatkan apa yang tidak dia inginkan. Dia menginginkan Finlandiaisasi NATO. Dia mendapatkan NATO-isasi Finlandia," kata Biden, yang tercatat sangat vokal terhadap Putin selama empat bulan terakhir.

Baik Swedia dan Finlandia, keduanya telah menerima undangan resmi untuk bergabung selama sesi pertemuan NATO pada Rabu.  []