News

Dukung Ganjil Genap, Ketua DPR Minta Transportasi Massal Diperbanyak


Dukung Ganjil Genap, Ketua DPR Minta Transportasi Massal Diperbanyak
Ketua DPR Bambang Soesatyo saat memberikan kata sambutan dalam acara Seminar dan Lokakarya bertajuk Kartini di Era Digital: Perempuan, Inovasi, dan Teknologi, di Gedung KK II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4). Seminar yang diadakan oleh Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) ini memperingati hari Kartini, dimana mereka berharap kaum perempuan atau Kartini masa kini menjadi insan yang melek teknologi. Seminar ini meneladani Kartini karena berkat perjuangannya, perempu (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kebijakan sistem ganjil-genap yang diterapkan di 13 jalan utama DKI Jakarta harus diimbangi dengan sarana transportasi massal yang laik dan cukup.

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, mengungkapkan bahwa dirinya mendukung kebijakan membatasi akses di 13 jalan utama dengan sistem ganjil-genap tersebut. Kebijakan yang diperluas itu sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 77 tahun 2018.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menilai, perlu ada penguatan sosialisasi aturan tersebut. Sehingga masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan baik dan mendukung sepenuhnya demi kesuksesan terselenggaranya ASIAN Games 2018.

Namun yang lebih penting, menurut Bamsoet, Negara harus menyiapkan moda transportasi massal demi memenuhi kebutuhan mobilitas dari masyarakat, khususnya yang melewati 13 jalan utama tersebut.

"Meminta Kemenhub bersama Dinas Perhubungan untuk membenahi transportasi umum, baik dari sisi kenyamanan, keamanan, kondisi kendaraan, serta memperhatikan waktu mobilitas masyarakat, terutama di wilayah DKI Jakarta," ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu (1/8).

Bamsoet menyampaikan, salah satu solusi dari sistem ganjil-genap tersebut adalah dengan mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Politikus Golkar itu juga menyarankan agar Kepolisian dan Kemenhub memberikan alternatif arah atau jalan yang efisien kepada masyarakat.

Hal itu, menurut Bamsoet, agar pelaksanaan ganjil-genap itu tidak mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Bamsoet pun memprediksi, kebijakan ganjil-genap akan membuat masyarakat banyak menggunakan jalur alternatif.

Seperti diketahui, kebijakan ganjil-genap diperluas ke 13 jalan utama di Jakarta yang berlaku sejak 1 Agustus 2018. Berdasarkan pantauan, sejumlah petugas Kepolisian menyebar di berbagai lokasi untuk mengawasi pelaksanaan kebijakan itu. Setiap pelanggarnya akan ditilang.[]