News

Dukcapil dan KPU Bangun Sinergi Selesaikan Masalah Data Pemilih untuk Kepetingan 2024

Saling berkunjung antara Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dan Komisioner KPU


Dukcapil dan KPU Bangun Sinergi Selesaikan Masalah Data Pemilih untuk Kepetingan 2024
Prof Zudan Arif, Dirjen Dukcapil Kemendagri (Rompi Biru) Berkoordinasi Teknis bersama Mensos Tri Risma (Jaket Cream), Direktur Pendataan Penduduk Kemendagri dan Bupati Batanghari (10/3) (Istimewa)

AKURAT.CO, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri beserta Komisi Pemilihan Umum (KPU) berupaya membangun kolaborasi terkait dengan kinerja pesta demokrasi lima tahunan di tahun 2024 mendatang. Utamanya menuntaskan masalah data pemilih  Pemilu Presiden, Legislatif, dan Kepala Daerah 2024.

Saling berkunjung antara Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dan Komisioner KPU diantaranya Ketua Hasyim Asyari didampingi para Komisioner Yulianto Sudrajat, Betty Epsilon Idroos, Idham Holik, Muhammad Afifuddin dan August Mellaz. merupakan langkah bijak kedua lembaga untuk membangun kembali chemistry atau rasa saling bertaut dan terkoneksi antara KPU dan Ditjen Dukcapil Kemendagri. 

"Selama dua hari kita bangun kembali chemistry, dan itu sudah kita dapat. Sudah ada kesepakatan antara KPU dan Dukcapil untuk menyelesaikan masalah data pemilih, harus saling sinergi dan kolaborasi," kata Zudan dalam keterangan persnya, Selasa (17/5/2022). 

baca juga:

Ketua KPU Hasyim Asyari juga sepakat untuk secara dini terus berkoordinasi dengan Dukcapil dan memetakan masalah serta solusinya bersama sama. 

"Pertemuan ini sangat baik utk mendapatkan pemahaman yang sama antara Dukcapil dan KPU, mengenai masalah, solusi, dan langkah strategis lainnya" ujar Hasyim.

Dirjen Zudan pun mengaku tak pernah lupa dengan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mendorong Dukcapil selalu proaktif memutakhirkan data penduduk untuk Pemilu 2024. Zudan memastikan Dinas Dukcapil di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota telah dan terus bekerja keras agar seluruh warga Indonesia merekam data KTP-el.

Korps Dukcapil malah melakukan program Jebol atau jemput bola mendatangi masyarakat termasuk penyandang disabilitas, para lansia, ODGJ, ke Lapas dan suku adat terpencil untuk merekam KTP-elektronik di berbagai daerah. Bahkan, para aparatur Dukcapil rela saat diminta Dirjen Zudan tetap bekerja saat hari libur. Padahal, kata Zudan, tak ada anggaran lembur bagi ASN Dukcapil.

"Dukcapil rutin melakukan 'jebol' saat ada pilkada atau tidak ada pilkada. Ini karena memang jiwa kawan-kawan Dukcapil yang ingin terus memberikan layanan yang proaktif," beber Dirjen Zudan.

Zudan lebih jauh menjelaskan, ada progres yang baik bahwa KPU kabupaten/kota yang tak perlu lagi meminta data Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) ke Dinas Dukcapil daerah. 

"Kita bekerja sama secara tersentralkan di satu titik di Ditjen Dukcapil Kemendagri. Data dari Ditjen Dukcapil kemudian diberikan ke KPU, selanjutnya ke KPUD dengan pemutakhiran data setiap 6 bulan sekali," kata Dirjen Zudan.

Dirjen Zudan pun mengemukakan alasannya, yakni jika pemutakhiran di bulan Januari, datanya bisa terkoreksi di Februari. Data Februari bisa terkoreksi di Maret. 

"Sehingga data Januari-Februari-Maret-April-Mei, bisa dijadikan satu di bulan Juni. Pemutakhiran data cukup dilakukan per 6 bulan terlebih dahulu, sampai nanti masa penyiapan Daftar Pemilih Sementara hingga ke Daftar Pemilih Tetap," kata Dirjen Zudan.  []