Lifestyle

Duh, Sudah Ada 22 Kasus DBD Selama 4 Bulan di Pasaman Sumbar


Duh, Sudah Ada 22 Kasus DBD Selama 4 Bulan di Pasaman Sumbar
Ilustrasi nyanyuk penyebab penyakit demam berdarah (Foto: demamberdarah.org)

AKURAT.CO, Hanya dalam waktu empat bulan, sudah terjadi 22 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)yang tercatat Dinas KesehatanKabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Sebanyak 15 diantaranya terjadi di Kecamatan Lubuk Sikaping.

Pada 2016 tercatat sebanyak 137 kasus DBD dengan kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Lubuk Sikaping tercatat 116 kasus, Kecamatan Rao sebanyak sembilan kasus, Kecamatan Padang Gelugur lima kasus, Kecamatan Mapattunggul empat kasus, dan Kecamatan Rao Selatan tiga kasus.

"Karena banyaknya kasus terjadi di Kecamatan Lubuk Sikaping maka kita telah menetapkan sebagai daerah endemik DBD," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Jonneri Masli (24/5).

Menurutnya DBD tersebut disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang menyebarkan virus dengue.

"Biasanya nyamuk tersebut menyerang pagi hari sekitar pukul 07.00-09.00 WIB dan sore hari pada pukul 17.00-19.00 WIB. Itu waktu rawan terserangnya nyamuk Aedes Aegypti ini," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai serangan penyakit DBD ini, terutama dalam cuaca ekstrem yang sering terjadi belakangan ini.

"Sejauh ini belum ada korban jiwa. Kita berharap itu tidak terjadi," ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat diminta untuk mengenal tanda-tanda dan gejala seseorang yang terjangkit DBD seperti demam tinggi hingga tiga hari bahkan mencapai 40 derajat celcius, nyeri sendi dan timbulnya bintik-bintik merah.

"Jika sudah terserang segera bawa ke puskesmas dan rumah sakit sehingga bisa ditangani lebih cepat," ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya DBD ini, pihaknya telah melakukan pengasapan di Kecamatan Rao yakni belakang Pasar Rao sebanyak 150 rumah dan akan dilakukan secara bertahap pada beberapa kecamatan lainnya.

"Namun pengasapan ini hanya membunuh nyamuk dewasa saja," katanya.

Untuk membunuh jentiknya perlu dilakukan oleh masyarakat seperti mengubur barang bekas, menguras bak mandi minimal seminggu sekali dan menutup tempat penampungan air yang dapat menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti.

"Masyarakat juga harus selalu memperhatikan kebersihan lingkungannya agar nyamuk pembawa virus dengue tersebut tidak berkembang," ujarnya.[]

Islahuddin

https://akurat.co