Ekonomi

Duh! OJK Kembali Temukan 297 Fintech Ilegal


Duh! OJK Kembali Temukan 297 Fintech Ilegal
Konferensi Pers, Satgas Waspada Investasi di Gedung OJK, Jakarta, Kamis (31/10) (AKURAT.CO/Wayan Adhi Mahardhika )

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi kembali menemukan sebanyak 297 fintech ilegal. Artinya, sudah sebanyak 1.773 perusahaan fintech terdeteksi ilegal jika dihitung sejak tahun 2018.

Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam Lumban Tobing mengungkapkan sampai saat ini fintech lending yang telah mengantongi izin OJK hanya 127 perusahaan. 

"Temuan kita ada 297 fintech ilegal, sedangkan sampai saat ini hanya 127 perusahaan saja yang legal terdaftar di OJk," ucapnya saat konferensi pers di Gedung OJK, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Kemudian, ia menuturkan, selama ini jumlah fintech ilegal terus bertumbuh meskipun sudah dilakukan penyisiran baik dari hulu maupun ke hilir.

Penyebabnya antara lain karena fintech yang ditutup dapat dengan cepat membuat aplikasi baru dengan nama baru.

"Setelah dibubarlan dia cepat ada aplikasi baru nama baru, kayak orang cuma ganti baju aja, ini karena teknologi informasi saat ini sangat memudahkan setiap orang untuk membuat situs aplikasi web," ucapnya.

Selain itu, Tongam mengungkapkan pergerakan pelaku fintech ilegal juga kian masif dengan menyasar lewat sosial media maupun short message service (SMS) atau pesan singkat.

Hal itu membuat aplikasi fintech ilegal tidak hanya dapat diunduh melalui Playstore namun mereka juga menyebarkan link unduhan melalui pesan SMS. Sehingga masyarakat banyak yang dapat mengunduh aplikasi fintech ilegal tersebut karena tergiur oleh iklan yang ditawarkan.

Berdasarkan data OJK, penyaluran pinjaman P2P lending per 31 Agustus 2019 mencapai Rp 54,7 triliun dengan jumlah peminjam 530.385 peminjam di mana 207.507 merupakan entitas serta untuk jumah pemberi pinjaman 12,8 juta di mana 4,4 juta merupakan entitas. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu