News

Duh! Kasus Covid-19 Yogyakarta Menembus 2.731 Pasien 

Kabupaten Bantul tercatat menyumbang kasus terbanyak dengan 899 pasien, disusul Kota Yogyakarta 666


Duh! Kasus Covid-19 Yogyakarta Menembus 2.731 Pasien 
Ilustrasi pasien Covid-19. (Unsplash/ Mufid Majnun) ()

AKURAT.CO,Kasus harian COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta menembus 2.731 pasien, Selasa (13/7/2021) ini. Angka ini melampaui rekor tertinggi yakni 1.895 kasus yang tercatat pada Senin (12/7/2021) kemarin. 

"Penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 di DIY sebanyak 2.731 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 80.725 kasus," kata Kabag Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, Selasa.

Kabupaten Bantul tercatat menyumbang kasus terbanyak dengan 899 pasien, disusul Kota Yogyakarta 666 kasus dan Sleman 507 kasus. Sedangkan Gunungkidul 461 kasus, dan Kulon Progo 198 kasus.

Distribusi kasus berdasarkan riwayat, antara lain hasil tracing kontak sebanyak 2.486 kasus; periksa mandiri 223 kasus; skrining karyawan kesehatan 5 kasus; serta belum ada keterangan 17 kasus.

Dengan adanya ribuan kasus baru ini, kasus aktif di DIY bertambah menjadi 21.387 kasus.

"Penambahan kasus sembuh sebanyak 843 kasus, sehingga total sembuh menjadi 57.273 kasus," kata Ditya.

"Sementara penambahan kasus meninggal sebanyak 39 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 2.065 kasus," sambungnya.

Per hari ini, tempat tidur critical rumah sakit rujukan dari total kapasitas 146, tinggal 18 ranjang yang kosong. Untuk kategori non critical sisa 6 ranjang saja dari total daya tampung 1.376.

Tingkat keterisian tempat tidur di seluruh ranjang rumah sakit rujukan di DIY telah mencapai 98,42 persen.

Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih sementara menjelaskan bahwa meroketnya kasus hari ini sebagian dampak dari upaya pemerintah memenuhi target testing harian dari Kementerian Kesehatan sebanyak 10 ribu sampel per hari. Sampel tercatat adalah kombinasi hasil tes PCR dan antigen.

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 untuk Anak di Yogyakarta Dimulai

"Di antaranya karena itu juga. Memang kita dianjurkan untuk melakukan test lebih banyak, jadi teman teman di puskesmas mengoptimalkan testing dan tracingnya," jelas Berty.

Akan tetapi, untuk ketentuan tracing minimal 15 orang atau lebih kepada para pemilik riwayat kontak erat suatu kasus seperti instruksi Pemerintah Pusat sepanjang PPKM darurat ini, kata Berty belum bisa terpenuhi.

"Coba kita lihat kasus-kasus kita ini saat ini lebih banyak pada kasus dalam keluarga. Misal satu keluarga, ada yang positif, menulari anggota keluarga lain. Sementara semua tidak pernah keluar rumah, hanya kasus pertama tadi yang keluar rumah. Maka juga kontak eratnya sedikit, meski sudah kita upayakan dapat kontak erat banyak," paparnya.