News

Duh! Kasus COVID-19 di DKI Tembus 2.455 Pasien

Kasus harian wabah mematikan itu mengalami lompat yang signifikan setelah libur lebaran.


Duh! Kasus COVID-19 di DKI Tembus 2.455 Pasien
Wartawan saat mengikuti tes Swab Antigen COVID-19 gratis di Sekret PFI Pusat, Jalan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (14/2/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Kasus COVID-19 di DKI Jakarta kembali meroket efek libur panjang Lebaran 2021. Kasus harian wabah mematikan itu mengalami lompat yang signifikan, dari jumlah pasien sebelumnya yang berkisar di angka 1.000 kini melampaui angka 2.000 pasien.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 17.925 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 13.443 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.455 positif dan 10.988 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 5.489 orang dites, dengan hasil 310 positif dan 5.179 negatif.

"Target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites perminggu. Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 71.616 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 385.590 per sejuta penduduk," kata Dwi dalam keterangannya Sabtu (12/6/2021)

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 1.716 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 15.624 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 445.302 kasus.

Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 422.121 dengan tingkat kesembuhan 94,8 persen, dan total 7.557 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8 persen

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 15,6 persen sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,8 perse

"WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," tuturnya.[]