Rahmah

Duh, ini Rezeki yang Banyak Tidak Disyukuri Oleh Manusia

Rezeki tak harus berbentuk materi


Duh, ini Rezeki yang Banyak Tidak Disyukuri Oleh Manusia
Ilustrasi seseorang yang sedang bersyukur (pinterest.com)

AKURAT.COBanyak manusia terjebak kepada pemikiran yang dangkal sehingga memaknai rezeki hanya pada harta dan kekayaan. Kenikmatan-kenikmatan lain selain materi tidak dianggap sebagai rezeki. Masya Allah.

Syekh Nawawi al-Jawi dalam Qatru al-Ghais fi Syarh Masail Abi Laits mengartikan rezeki segala sesuatu yang dapat bermanfaat bagi binatang baik berupa makanan, minuman, pakaian dan sebagainya.

  أَلرِّزْقُ لَايُخْتَصُّ بِالْمَأْكُوْلِ وَالْمَشْرُوْبِ بَلْ كُلُّ مَا إِنْتَفَعَ بِهِ الْحَيَوَانُ مِنْ مَأْكُوْلٍ وَمَشْرُوْبٍ وَمَلْبُوْسٍ وَغَيْرِهَا وَمِنْ أَعْظَمِ الرِّزْقِ التَّوْفَيْقُ لِلطَّاعَاتِ 

Artinya: “Rezeki tidak terbatas pada makanan dan minuman, akan tetapi segala sesuatu yang bermanfaat bagi hayawan (makhluk bernyawa) termasuk makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya. Rezeki yang paling utama adalah at-taufiq (pertolongan Allah) kepada ketaatan.” 

Syekh Nawawi, Qatru Al-Ghais fi Syarh Masail Abi Laits, halaman 4 mengatakan demikian:

والرزق قسمان ظاهر وهو الأقوات والأطعمة وذلك للأبدان وباطن وهي المعارف والمكاشفات وذلك للقلوب والاسرار

Artinya: “Rezeki terdiri dari dua macam, pertama, rezeki lahir yaitu berupa kekuatan dan makanan untuk badan. Kedua, rezeki batin, yaitu makrifat dan mukasyafat (tersingkapnya tabir) hati dan rahasia-rahasia.” 

Jangan lagi berpikir kalau rezeki hanya soal duit dan materi. Rezeki Allah sangat luas sekali. Rezeki Allah adalah semua bentuk hal yang dapat memberi manfaat kepada kita. Termasuk berupa ibadah dan menyingkap keajaiban atau ayat-ayat Allah. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online