Ekonomi

Duh! Harga Sembako Langsung Melonjak Karena Ramai Isu Kena Pajak

Psikologi pasar dapat terjadi jika ada kepanikan dan kegaduhan. 


Duh! Harga Sembako Langsung Melonjak Karena Ramai Isu Kena Pajak
Waga memadati area penjualan kebutuhan pokok di Pasar Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/5/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  Ikatan pedagang pasar Indonesia (IKAPPI) menilai bahwa isu yang berkembang tentang  pajak pertambahan nilai (PPN) sembako telah meluas dan membuat psikologi pasar terganggu. 

IKAPPI mencatat ada beberapa bahan pangan yang dalam 2 hari terakhir  terjadi kenaikan antara lain ayam yang biasanya Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu sekarang menyentuh Rp40 ribu naik Rp10 ribu, minyak goreng biasanya Rp16 jadi RP17 ribu, daging sapi yang masih belum pada posisi normal kisaran RP130 ribu hari ini naik Rp10 ribu menjadi Rp140 ribu.

Kemudian telur ayam biasanya Rp23-24 ribu jadi Rp25 ribu, bawang putih katting biasanya Rp35 ribu jadi Rp48 ribu naik Rp13 ribu, dan  bawang putih biasa dari Rp32 ribu menjadi Rp40 ribu naik Rp8 ribu

"Pemerintah harus mengambil tindakan tegas untuk menghentikan beredar luasnya isu tentang pajak sembako. Psikologi pasar dapat terjadi jika ada kepanikan dan kegaduhan," kata  Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri, lewat keterangna tertulisnya, Minggu (13/6/2021).

Maka ia berharap kepada menteri keuangan untuk menghentikan kegaduhan tersebut dan kembali kepada PMK peraturan menteri yang telah berlaku saja. Menurutnya tak perlu mempajaki sembako dengan alasan apapun

"Kami tau bahwa negeri ini membutuhkan pemasukan banyak dari pajak untuk belanja negara karena krisis covid 19, tapi itu juga tidak harus membebankan kepada bahan pangan karena kebutuhan pangan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang punya efek domino sangat besar bagi daya beli dan keberlangsungan ekonomi," ucapnya. 

DPP IKAPPI Menyebutkan komoditas yang ada dalam PMK 09 tahun 2020 ada 14 komoditas yang di katagorikan sebagai bahan pokok yang tidak dikenai pajak antara lain beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, gula konsumsi dan ikan. 

"Kami mohon kepada menteri keuangan agar berikan keputusan untuk tidak   Memasukan sembako dalam RUU KUP No 6 tahun 1983," ucapnya.

IKAPPI juga menilai jika ada PPN Sembako, maka harga akan naik dan berimbas pada petani kemudian  pengusaha akan menekan operasional ongkos pembelian karena harus terbebani PPN. 

"Yang ke 2 adalah pedagang dan konsumen.  maka kita berhadap agar upaya upaya itu segera dihentikan agar tidak berlarut dan memperpanjang psikologi pasar yang berdampak pada harga pangan dan tidak ada lagi ke gaduhan di negeri ini," ucapnya. []