Tech

Duh! Data 2 Juta Nasabah BRI Life Diretas dan Dijual di Internet

Terlihat banyak domain dan subdomain dari BRI yang datanya diambil


Duh! Data 2 Juta Nasabah BRI Life Diretas dan Dijual di Internet
Kantor Bank BRI Pusat di Sudirman, Jakarta Pusat yang diduga karyawannya terkena virus corona (AKURAT.CO/Abdul Haris)

AKURAT.CO, Data nasabah BRI Life dikabarkan diretas dan dijual di internet. Perusahaan pemantau kejahatan siber, Hudson Rock menyebutkan dalam akun Twitter-nya bahwa pencurian data dialami BRI Life. 

Dalam tangkapan layar yang dibagikan, terlihat banyak domain dan subdomain dari BRI yang datanya diambil. Pakar keamanan siber Pratama Persadha menjelaskan bahwa pada saat dicek di raidforums, ada akun bernama Reckt sempat mengunggah sampel data yang dia jual, namun beberapa saat kemudian dihapus. 

Akun tersebut menjual database nasabah BRI Life Insurance (2 juta lebih nasabah) dan scan dokumen (lebih dari 463 ribu). Databasenya memiliki pin polis asuransi (sha1), detail lengkap tentang pelanggan yang menggunakan asuransi BRI Life, total manfaat dan total periode tahun.

Lalu juga ada dokumen bermacam-macam seperti KTP, KK, NPWP, foto buku rekening bank, akta kelahiran, akta kematian, surat perjanjian, bukti transfer, bukti keuangan, bukti surat kesehatan seperti EKG, diabetes dan lainnya.

Ada sebanyak 463.519 file dokumen dengan ukuran mencapai 252 GB dan juga ada file database berisi 2 juta nasabah BRI Life berukuran 410 MB. Untuk sampel sendiri yang diberikan berukuran 2,5 GB berisi banyak file dokumen. 

"Dua file lengkap tersebut ditawarkan dengan harga 7.000 dollar US dan dibayarkan dengan bitcoin,” terang Pratama yang juga chairman lembaga riset siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) dalam keterangan tertulis kepada media, Rabu (28/7/2021).

Dari sampel yang didapat, datanya sangat lengkap. Mulai dari data mutasi rekening, bukti trasnfer setoran asuransi, KTP dan ada juga tangkapan layar perbicangan WA nasabah dengan pegawai BRI Life. Serta dokumen pendaftaran asuransi, KK, beberapa formulir pernyataan diri dan kesanggupan, bahkan lengkap dengan polis asuransi jiwa juga ada lengkap disertakan.

“Artinya dari klaim Hudson Rock sebagai pihak yang menginformasikan kebocoran maupun pelaku penjual data, kemungkinan besar benar. Bahwa data yang mereka klaim tersebut memang berisi berbagai data dari nasabah BRI Life,” jelasnya.

Ditambahkan olehnya, tentu ini menjadi perhatian serius. Bila diperhatikan dari tangkapan layar yang dibagikan Hudson Rock, data jelas diambil karena pembobolan situs.

"Bisa dilihat bagaimana situs-situs BRI Life disebutkan bahkan beserta username atau akun login, password dan IP," sebut Pratama.